Serve To Be Perfect
Jurnalis : Junett Lee (He Qi Barat), Fotografer : Riadi Pracipta (He Qi Barat)|
|
|
||
|
Hiruk-pikuk orang tua dan anak-anak sekolahan mulai terasa sekitar pukul 8 pagi, mereka datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang terdiri dari operasi katarak, minor, dan gigi. Mohammad (36 th) adalah salah satu pasien yang mengikuti baksos operasi minor, beliau sudah menjalani 6 kali operasi di baksos Tzu Chi. Anak ke-3 dari delapan bersaudara ini sejak kelas 6 SD menderita penyakit Fibroadinoma, yaitu sejenis tumor jinak yang terus merambat keseluruh tubuh yang bentuknya seperti benjolan daging yang bisa tumbuh hingga 2 cm. ”Walaupun saya sudah 6 kali mengikuti baksos tetapi para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, dokter-dokter, dan perawatnya tetap baik-baik dan ramah-ramah semuanya,” ungkap Mohammad. Mohammad harus menjalani operasi berulang kali karena tumor-tumor kecil tersebut telah merambat ke seluruh tubuhnya. Raut wajahnya pun mulai sedih ketika ia menceritakan penderitaan yang selama ini dialaminya. Ejekan serta rasa rendah diri yang dirasakannya selama puluhan tahun ini harus ia terima dengan ikhlas dan penuh ketabahan. Meskipun penyakitnya tidak menular, tapi tetap saja banyak orang yang takut apabila duduk berdekatan dengannya. Hal itulah yang membuat Mohammad rendah diri hingga membuatnya tak berani untuk berkeluarga. ”Boro-boro mau berkeluarga, cewek lihat saya aja takut,” canda Mohammad kepada salah seorang relawan Tzu Chi di sela-sela antrian pendaftaran. ”Semoga operasinya berjalan dengan lancar ya, Pak, dan Bapak jangan lupa berdoa juga ya,” pesan salah satu relawan kepada Mohammad.
Ket : - Mohammad (kanan) sedang menunggu giliran untuk menjalani operasi minor. (kiri) Setelah operasi selesai, sesungging senyum tipis nan indah terpancar di wajah Mohammad. Para relawan pun langsung menyambutnya dengan senyuman yang penuh kasih. Pada hari itu terdaftar sebanyak 16 orang pasien minor, 5 orang pasien bibir sumbing, 187 orang pasien katarak, dan 70 orang pasien gigi. Dunia ini penuh ketidakpastian, oleh karena itu Master Cheng Yen mendirikan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membimbing orang mampu untuk menolong kaum papa. Dan menolong kaum papa sambil membimbing yang mampu agar memiliki kekayaan batin. Apabila setiap orang mempunyai batin yang jernih maka dunia akan aman damai serta terbebas dari bencana. “Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, sebaliknya akan semakin berkembang karena diteruskan pada orang lain.” (Master Cheng Yen) |
|||
Artikel Terkait
Penghijauan Kembali Hutan Mangrove yang Rusak
11 Oktober 2018
Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Baksos Carnation Salurkan Donasi Melalui Tzu Chi
01 Desember 2025Dengan rasa peduli, Baksos Carnation menyerahkan donasi melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana di Sumatera.
Dimulainya Program Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Bandung
06 Mei 2025Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bandung mulai dilaksanakan. Sebanyak 68 rumah di Kel. Jamika siap untuk diperbaiki, dari total 500 rumah yang direncanakan direnovasi di Kota Kembang ini.









Sitemap