Para calon pendonor menjalani proses skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah sebelum mengikuti kegiatan donor darah. Tahap ini dilakukan oleh petugas medis untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor.
Di tengah bulan suci Ramadan, semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus mengalir melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Sekolah Ekayana Dharma Budhi Bhakti, Sunter, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Bersama petugas PMI, para relawan Tzu Chi menyambut puluhan calon pendonor yang hadir dengan satu tujuan mulia, yaitu menebarkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Sejak awal kegiatan, para calon pendonor mengikuti seluruh alur dengan tertib. Proses dimulai dari pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan tahap screening berupa pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), serta konsultasi dengan dokter berdasarkan riwayat kesehatan masing-masing. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, para calon pendonor pun melangkah ke tahap inti, yaitu mendonorkan darah mereka.
Salah satu pendonor darah, Winarso, tetap bersumbangsih mendonorkan darahnya di tengah kondisi pemulihan dirinya pascakecelakaan.
Di antara para pendonor tersebut, hadir sosok Winarso (61), yang meski tengah menjalani masa pemulihan pascakecelakaan dan menjalani puasa, masih dengan tulus mendonorkan darahnya.
Winarso menjadi salah satu sosok yang menginspirasi. Ini adalah kali kelima berturut-turut ia mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Sekolah Ekayana Dharma Budhi Bhakti. Dengan langkah perlahan dan bertumpu pada tongkat penyangga, ia menghampiri meja pendaftaran.
Meski masih dalam masa pemulihan akibat kecelakaan yang dialaminya pada akhir September 2025, semangatnya untuk berbagi tidak pernah surut. Bahkan di tengah bulan suci Ramadan, ia tetap menjalankan ibadah puasa dengan tekad yang kuat.
Ia meyakini bahwa Ramadan bukan hanya waktu untuk menahan diri, tetapi juga momen untuk memperbanyak amal kebaikan yang membawa manfaat bagi sesama.
“Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi umat Muslim. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal. Salah satunya dengan mendonorkan darah, karena ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Meskipun saya sedang berpuasa dan masih dalam masa pemulihan, alhamdulillah saya tetap bisa mendonorkan darah tanpa membatalkan puasa. Semoga membawa manfaat, baik bagi diri saya maupun bagi orang lain,” tuturnya dengan penuh syukur.
Setelah lolos proses skrining kesehatan, para pendonor bisa mengikuti proses pendonoran darah yang dilakukan oleh petugas PMI.
Ia pun mengenang bahwa pada tahun sebelumnya, dirinya telah dua kali mendonorkan darah saat sedang berpuasa. Keraguan sempat hadir, namun melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum donor, ia merasa lebih yakin karena kondisi tubuhnya dinyatakan aman.
Menurut dokter, proses pemulihannya pascakecelakaan diperkirakan berlangsung antara enam bulan hingga satu tahun. Meski masih perlu berhati-hati dalam beraktivitas, ia tetap berupaya menjaga kondisi tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat yang cukup, dan semangat hidup yang terus dijaga.
“Kalau rintangan pasti ada. Kita hadapi saja dengan ikhlas dan sabar. Yang penting menjaga kesehatan, makan yang bergizi, dan tetap berpikir positif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa persiapan sebelum donor saat berpuasa sebenarnya sederhana, tetapi sangat penting, yaitu memastikan sahur dengan asupan yang cukup serta memperbanyak minum air.
“Selagi kita masih bisa berbuat baik untuk sesama, mari kita berbagi. Manfaat dari kebaikan itu pada akhirnya akan kembali kepada diri kita sendiri,” ujarnya.
Kehangatan kolaborasi antara relawan Tzu Chi dan petugas PMI, menciptakan manfaat yang dapat dirasakan untuk mereka yang membutuhkan donor darah.
Kegiatan donor darah yang diselenggarakan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Sebanyak 14 relawan Tzu Chi dari komunitas Xie Li Sunter bagian dari He Qi Jakarta Pusat, bekerja sama dengan delapan petugas PMI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pendonor.
Dari 70 orang yang mendaftar, sebanyak 52 kantong darah berhasil dikumpulkan, masing-masing berisi 350 cc. Hasil ini menjadi kontribusi yang sangat berarti dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah di PMI, sehingga semakin banyak jiwa dapat tertolong.
Editor: Fikhri Fathoni