Supardi dengan senyum lebar pendonor yang sudah 132 kali mendonorkan darah kepada yang membutuhkan.
Master Cheng Yen selalu berfokus pada pengembangan welas asih dan tindakan memberi tanpa pamrih. Esensi terpenting dari seluruh pengajaran Master Cheng Yen adalah menyebarkan cinta kasih dan membantu sesama baik itu sesama manusia atau makhluk hidup lainnya. Ada banyak cara untuk mempraktekkan ajaran Master menjadi tindakan nyata yang berguna, salah satunya dengan donor darah. Sekantong darah dapat menyelamatkan hingga 3 nyawa. Selain itu, donor darah juga dimaknai sebagai bentuk amal, berbagi harapan, dan memberikan kehidupan baru bagi orang lain.
Donor darah komunitas Xie Li selatan Tzu Chi Surabaya kembali diadakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Ini merupakan donor darah ke-7 yang diselenggarakan oleh komunitas Xie Li Selatan Tzu Chi Surabaya. Seperti sebelumnya, acara donor dimulai dari pukul 13.00 hingga 16.30.
Mengusung tema “Setetes Darah untuk Negeri, Setulus Cinta untuk Sesama”, donor darah kali ini juga sekaligus merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Relawan pun menunjukkan semangat 45 dengan dekorasi merah putih sederhana untuk menyambut para peserta donor darah.
Petugas PMI dengan welas asih mengambil darah dari para pendonor yang sudah melewati pemeriksaan tensi dan tes darah.
Meskipun pendaftaran baru dibuka jam 13.00, ada beberapa pendonor yang sudah hadir sebelumnya, seperti Supardi dari Sambikerep. Supardi merupakan seorang donor yang sangat aktif dan sudah berdonor hingga 132 kali. Bahkan berkat konsistensi dan dedikasi Supardi untuk donor darah, beliau pernah mendapat kesempatan langsung bertemu dengan Presiden ke-3 RI yakni Presiden BJ Habibie dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh PMI.
Dalam kegiatan ini, Supardi bahkan turut juga membantu relawan pendaftaran dengan membantu menjelaskan ke peserta lain tentang tata cara pengisian form PMI. “Donor darah itu sebaiknya dilakukan dengan ketulusan hati, bukan semata-mata karena mengharapkan suvenir atau hadiah. Pengalaman saya, setiap kali saya datang dengan niat hanya mengejar sembako atau hadiah, malah tidak lolos pemeriksaan kesehatan untuk donor,” cerita Supardi.
Relawan dengan cinta kasih menyambut pendonor yang ingin bermain game tebak kota untuk mendapat suvenir dari relawan Tzu Chi Surabaya.
Lain cerita dengan Supardi yang sudah berdonor lebih dari 100 kali, banyak pula peserta yang baru 1-2x kali berdonor. Salah satunya adalah Nur Fachriyah yang berdomisili di Wonosari. “Berdonor di sini enak dan bagus, yang terpenting saya bisa membantu orang lain,” ungkap Nur Fachriyah.
Donor darah ini merupakan kali kedua bagi Nur Fachriyah yang awalnya mengetahui informasi donor darah dari adiknya dan selanjutnya menerima promosi melalui broadcast WhatsApp. Target utama dari peserta donor darah Xie Li selatan memang dari donor sebelumnya. Setiap 3 bulan sekali mereka diajak untuk kembali bersumbangsih darah melalui broadcast WhatsApp. Selain melalui broadcast, tim donor darah juga aktif mencari peserta baru melalui spanduk yang terpasang di perumahan Klaska Jagir.
Peserta yang hadir pada kali ini ada 48 orang, terdiri dari pendaftar online dan on the spot, namun sayang yang lolos hanya 34 orang. Jumlah peserta dan jumlah pendonor yang lolos pada donor darah ke-7 komunitas Xie Li selatan ini adalah angka yang terkecil semenjak donor darah komunitas Xie Li selatan diadakan pada awal tahun 2024 silam. Meskipun demikian, itu tidak menyurutkan semangat relawan dalam melayani peserta donor yang hadir. Suasana akrab, santai dan tanpa beban terpancar di seluruh wajah relawan. Semua melayani dan bekerja dengan senang.
Pendonor dengan rapi bergantian untuk melakukan pengecekan tensi dan tes darah sebelum darah diambil oleh PMI Surabaya.
Younatan, PIC donor darah mengungkapkan, “Kegiatan donor darah kemarin berjalan dengan lancar. Saya melihat para donor yang pernah datang, kembali ikut berdonor bersama kita dengan perasaan sangat bahagia. Berarti selama ini kita telah dapat memberikan kesan positif kepada mereka, bahkan beberapa penghuni di sekitar kantor yayasan juga ikut serta dan mulai tertarik untuk mengenal Tzu Chi lebih dalam.” Younatan juga aktif memberikan info kepada para peserta mengenai apa dan siapa itu Yayasan Buddha Tzu Chi.
Sebanyak 15 orang relawan mengambil berkah dalam melayani kegiatan donor 23 Agustus 2025 ini. Semuanya melayani dengan sukacita, termasuk Rahayu, relawan yang bertugas di bagian pendaftaran. “Saya merasa proses di bagian pendaftaran berjalan dengan sangat baik dan lancar. Para calon donor datang dengan tertib dan tidak terjadi penumpukkan peserta dan kerumunan di meja administrasi. Setiap calon pendonor bisa langsung mengisi form dan beranjak ke tahap pemeriksaan,” kata Rahayu.
Tidak hanya bagian pendaftaran yang berjalan dengan baik, area pemerhati dan konsumsi juga terkoordinasi dengan bagus. Tim komsumsi sudah menyiapkan menu nasi kuning dan berbagai macam snack untuk pendonor yang lolos. Suasana hangat dan akrab terpancar di area pemerhati, membuat peserta yang berhasil semakin merasa nyaman.
Relawan yang bertugas setiap pos menyambut pendonor dengan penuh senyum.
Selain memberikan pelayanan yang terbaik, tim donor darah Xie Li Selatan juga mengadakan mini games bagi donor yang lolos. Pemenang games mendapatkan suvenir sederhana. Panitia kali ini menyiapkan games tebak nama kota di Indonesia dari gambar. “Saya baru pertama donor di Tzu Chi dan tahu dari suami. Saya senang karena darah saya bisa bermanfaat, pelayanan disini memuaskan dan gamesnya pun sangat seru,” ungkap Bella Mastika, seorang donor yang lolos.
Cerita lain datang dari Ayu Nurjanah yang awalnya takut donor darah, namun setelah terpaksa berdonor di sekolah anaknya, Ayu merasakan manfaat yakni tubuhnya lebih ringan sehingga ia mau kembali berdonor sekaligus berbuat baik.
Donor darah ini memang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Namun selalu saja ada cerita dan kisah yang dapat dibagikan, bahkan juga bisa menginspirasi pendonor untuk tertarik menjadi relawan. Master Cheng Yen berkata, “Sumbangsih yang dilakukan sendiri merupakan kebahagiaan dalam hidup dan dapat mengembangkan nilai-nilai kehidupan”. Kutipan ini sungguh menjadi inspirasi bagi para relawan untuk mengevaluasi kegiatan donor darah ada sehingga kedepannya dapat menjaring lebih banyak lagi peserta. Dengan demikian, akan lebih banyak cinta kasih yang tersebar dan nyawa yang bisa tertolong melalui kegiatan donor darah.
Editor: Metta Wulandari