Seuntai Dharma Penyejuk Hati

Jurnalis : Yogie Prasetyo (Tzu Chi Tj. Balai Karimun), Fotografer : Mie Li, Beverly (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)

Relawan yang hadir dengan khidmat mendengarkan Xun Fa Xiang. Perlahan tapi pasti, jumlah relawan yang hadir mulai bertambah.

Harumnya bunga di seluruh penjuru tidak dapat melebihi keharuman Dharma yang dibabarkan Buddha pada kita semua. Namun, seringkali Dharma yang kita dengar tidak meresap ke dalam hati sanubari kita. Hal ini disebabkan setiap orang memiliki tingkat pemahaman yang berbeda terhadap Dharma. Ada yang langsung memahami, ada yang bertahap. Mendengarkan, meresapi, dan mempratikkan Dharma secara terus menerus akan menjadikan kita semakin matang di jalan Bodhisatwa.

Hal ini seperti yang dikatakan Master Cheng Yen, “Setiap orang pasti memiliki benih ke-Budhaan dan benih ini bersifat hakiki. Bilamana segala perbuatan, ucapan, dan pikiran terkendali dan terkondisikan selalu melakukan perbuatan yang bajik dan melakukan setiap ajaran Buddha di kemudian hari, maka benih ke-Buddhaan itu akan muncul dan berkembang dengan sendirinya. Setiap orang harus melangkah di jalan Bodhisatwa agar bisa menjadi Buddha.”

Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas, para relawan Tzu Chi di Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun tetap semangat mendengarkan Dharma di pagi hari. Berawal dari 3 relawan yang hadir, lambat laun jumlah relawan mulai bertambah menjadi 17 relawan. Meskipun sering mengalami kendala teknis yang menghalangi seperti koneksi internet yang buruk dan putus listrik, hal itu tidak menghalangi semangat relawan untuk mendengar Dharma. Salah satunya adalah Pui Huat Shixiong. Jarak rumah yang cukup jauh tidak menghalanginya mengayuh sepeda onthel menuju kantor penghubung setiap pagi-pagi buta untuk mendengarkan Dharma.

Jarak tidak menghalangi Pui Huat Shixiong untuk mendengarkan Dharma. Sepeda onthelnya selalu menjadi modal utama menuju ke kantor penghubung setiap pagi.


Ruxin Shijie membagikan pengalamannya mengenai Xun Fa Xiang kepada relawan lain sekaligus memberikan semangat dan motivasi agar relawan lebih giat mendalami ajaran Buddha.

Melangkah Menuju Jalan Dharma
“Saya mulai mendengarkan Dharma Master (Cheng Yen) mulai tanggal 15 Maret 2013 di DAAI TV Taiwan pukul 04.30 WIB. Walaupun banyak halangan seperti ketiduran, tidak enak badan, mati lampu, dan lain sebagainya, hal ini merupakan hal yang wajar. Namun keinginan dan tekad untuk mendengarkan Dharma dan lebih dekat lagi dengan Master (Cheng Yen) tetap saya perjuangkan,” kata Ruxin Shijie. “Saya merasa begitu dekat dengan Master (Cheng Yen) dan saya ingin menjadi murid Master (Cheng Yen) yang penurut,” tambahnya. Ruxin Shijie menceritakan bagaimana jodohnya dengan Tzu Chi terjalin saat Xun Fa Xiang. Ke depannya, Ruxin Shijie ingin meresapi Dharma yang disampaikan Master Cheng Yen dan dipraktikkan dalam kehidupannya sehari-hari.


Artikel Terkait

Seuntai Dharma Penyejuk Hati

Seuntai Dharma Penyejuk Hati

21 Agustus 2014 Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas, para relawan Tzu Chi di Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun tetap semangat mendengarkan Dharma di pagi hari. Berawal dari 3 relawan yang hadir, lambat laun jumlah relawan mulai bertambah menjadi 17 relawan.
Seulas senyuman mampu menenteramkan hati yang cemas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -