Shifu dari Griya Jing Si Taiwan Kunjungi Lokasi Program Bebenah Kampung Tzu Chi di Kamal Muara

Jurnalis : Fikhri Fathoni, Fotografer : Fikhri Fathoni

Kedatangan para Shifu dari Griya Jing Si Taiwan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Kamal Muara, mendapatkan sambutan hangat dari Kepala Sekolah dan guru.

Suasana hangat menyambut kedatangan empat Shifu dari Griya Jing Si Taiwan di Kamal Muara, Jakarta Utara, pada Rabu, 30 September 2026. De Ju Shifu, De Kan Shifu, De Fa Shifu, dan De Wei Shifu, bersama relawan Tzu Chi mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Masjid Nurul Bahar, serta rumah warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung Tzu Chi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan para Shifu Griya Jing Si Taiwan selama berada di Indonesia. Di Kamal Muara, para Shifu melihat secara langsung bagaimana jalinan jodoh baik yang telah dibangun Tzu Chi bersama masyarakat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga.

Hubungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan masyarakat Kamal Muara telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satu jejak nyata dari jalinan tersebut terlihat pada Oktober 2024, ketika Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia meresmikan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Masjid Nurul Bahar, serta rumah warga yang telah direnovasi melalui Program Bebenah Kampung Tzu Chi.

Murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1 tampak bahagia bisa berkumpul dan mendapatkan perhatian dari Shifu serta relawan Tzu Chi.

Dalam kunjungan kali ini, perhatian juga diberikan kepada anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1. Para Shifu bersama relawan Tzu Chi membagikan 330 paket yang berisi buku tulis, pulpen, biskuit, dan susu kepada para murid. Selain itu, dua paket sembako berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, biskuit, teh, dan susu diberikan kepada warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung.

Melihat langsung kondisi masyarakat serta hasil pendampingan yang telah dilakukan relawan, De Ju Shifu mengapresiasi semangat insan Tzu Chi Indonesia yang terus menjangkau masyarakat dengan cinta kasih dan kepedulian.

“Kamal Muara adalah tempat yang membutuhkan perhatian dari Tzu Chi. Tidak disangka di dalam Kota Jakarta masih ada tempat yang warganya tidak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kehidupan mereka. Saya sangat berterima kasih ada insan Tzu Chi yang memasuki daerah ini sehingga mereka ada kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Dengan merenovasi rumah mereka, kita memperbaiki kehidupan mereka sehingga mereka mempunyai kekuatan untuk mengubah kehidupan,” tutur De Ju Shifu.

Para Shifu bersama relawan Tzu Chi membagikan 330 paket yang berisi buku tulis, pulpen, biskuit, dan susu kepada para murid.

Kehadiran empat Shifu dari Taiwan juga membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1. Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Wardatul Akifah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut serta perhatian yang kembali diberikan Tzu Chi kepada para murid.

“Alhamdulillah (bersyukur) hari ini saya sangat berbahagia sekali, kita kehadiran tamu yang sangat terhormat Shifu dari Tzu Chi Taiwan. Terima kasih banyak atas kunjungannya ke sekolah kami dan pemberian paket berupa alat tulis dari Tzu Chi. Masyaallah (kagum), itu betul-betul sangat berarti dan berharga bagi murid-murid,” ungkap syukur Wardatul Akifah.

Ia juga mengenang berbagai bentuk perhatian Tzu Chi yang selama ini telah mendukung perkembangan sekolah.

“Saya berterima kasih sekali dari awal Tzu Chi telah membantu banyak untuk sekolah kami, contohnya seperti renovasi gedung. Semua fasilitas dan sarana dibantu oleh Tzu Chi,” tambahnya.

Ketika Penerima Bantuan Ikut Menebarkan Kebaikan
Kebaikan yang diberikan ternyata tidak berhenti ketika sebuah rumah selesai direnovasi. Di balik rumah yang kini lebih layak dan nyaman, tumbuh rasa syukur serta keinginan untuk ikut membantu orang lain. Perubahan inilah yang menjadi salah satu makna penting dari sebuah bantuan, yaitu penerima manfaat perlahan turut menjadi bagian dari mata rantai kebaikan.

Hal tersebut dirasakan De Ju Shifu ketika mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan Program Bebenah Kampung. Kondisi rumah yang tetap terawat dan kesediaan penghuninya untuk ikut bersumbangsih memberikan kesan mendalam.

“Setelah merenovasi, hendaknya kita juga mendampingi mereka. Tadi ada salah satu penerima manfaat dari program ini membuat saya terharu. Setelah kita bangunkan rumah, rumah ini dijaga hingga sangat bersih oleh orang tersebut. Beliau juga mengerti untuk bersumbangsih kembali. Inilah yang membuat kita merasa bahagia,” tutur De Ju Shifu.

Salah satu penerima bantuan Program Bebebah Kampung, Fatnawiyah, mendapatkan apresiasi dari De Ju Shifu karena ia bersama keluarganya turut menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama melalui Celengan Bambu Tzu Chi.

Salah satu penerima manfaat tersebut adalah Fatnawiyah (53). Bersama keluarganya, ia turut menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama melalui Celengan Bambu Tzu Chi. Sedikit demi sedikit, dana yang dikumpulkan nantinya akan diteruskan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

“Emang saya mah nyelengin, setiap hari tuh tiga ribu. Kan ada tiga celengan bambu dari lebaran, jadi ini udah nambah satu lagi jadi empat,” tambahnya.

Bagi Fatnawiyah, rumah yang kini ditempatinya menyimpan perjalanan panjang. Sebelum mendapatkan bantuan renovasi dari Program Bebenah Kampung, kondisi rumahnya jauh dari kata layak. Dinding bilik dan genteng yang telah rusak membuat keluarga harus menghadapi kekhawatiran setiap kali hujan, angin kencang, maupun banjir datang.

“Rumahnya bilik genteng-gentengnya udah pada hancur, sering banjir. Kalau orang-orang banjir sedikit, kita mah se-paha. Dulu rumah di bawah jalan, sekarang tingginya sama,” jelas Fatnawiyah.

Para Shifu memberikan sembako berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, biskuit, teh, dan susu kepada salah satu warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung.

Kini, rumah tersebut tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarganya. Bagi Fatnawiyah, rumah itu juga menjadi pengingat akan perhatian yang pernah diterimanya. Kedatangan para Shifu dari Taiwan ke rumahnya pun menjadi pengalaman yang membuatnya semakin bersyukur.

“Alhamdulillah namanya kita masih dikunjungin jauh-jauh dari Taiwan mau ke rumah kita. Kan saya mah emang ngebangun mah enggak kuat. Buat nyekolahin anak aja rasanya mau nangis. Sekarang lebih nyaman enak tidur, kalo dulu mah mikirin kalau ada angin dan hujan,” ucap syukur Fatnawiyah.

Seperti yang dilakukan Fatnawiyah melalui celengan bambunya, kebaikan yang dahulu ia terima kini perlahan diteruskan kepada orang lain. Dari sedikit demi sedikit yang disisihkan setiap hari, cinta kasih kembali menemukan jalannya untuk menjangkau mereka yang membutuhkan.

Selain mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, rumah warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung, para Shifu turut mengunjungi Masjid Nurul Bahar yang telah direnovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

“Hi Guys, Rumah Aku Baru Nih!” - Cerita Bahagia Sholeh di Rumah Barunya

“Hi Guys, Rumah Aku Baru Nih!” - Cerita Bahagia Sholeh di Rumah Barunya

17 Juli 2025

Keceriaan Ahmad dan Sholeh, kakak beradik dari Kamal Muara, menyambut rumah barunya dengan tawa lepas. Rumah baru ini menghapus kesedihan dan memberi harapan bagi keluarga mereka.

Bedah Rumah di Kamal Muara: Membantu Hingga Mandiri

Bedah Rumah di Kamal Muara: Membantu Hingga Mandiri

02 Mei 2024

Program bedah rumah Tzu Chi di Kamal Muara yang dimulai sejak 2017 sudah banyak memberi manfaat bagi warga dalam hal peningkatan kualitas hidup, ekonomi, dan pendidikan. Salah satunya keluarga Sulusia.

Bedah Rumah Tzu Chi Tahap ke-2 di Kamal Muara Sebentar Lagi Rampung

Bedah Rumah Tzu Chi Tahap ke-2 di Kamal Muara Sebentar Lagi Rampung

24 Maret 2022

Membantu mengangkat taraf hidup masyarakat Kamal Muara. Itulah yang selama ini diupayakan Tzu Chi Indonesia, salah satunya melalui program bedah rumah yang dimulai sejak tahun 2019.

Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -