Pelayanan dengan Hati, Menghadirkan Kehangatan bagi Lansia di Kamal Muara

Jurnalis : Pien Ong, Kennardy Salim (He Qi Jakarta Utara 1), Fotografer : Pien Ong, Kennardy Salim, Joelianto J., Era Mentari (He Qi Jakarta Utara 1)

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 1 dan Tzu Chi International Medical Association (TIMA) bersama tim ASG menyelenggarakan bakti sosial pengobatan bagi para lansia di wilayah Kamal Muara.

Sejak pagi, para lansia mulai berdatangan ke SMP Negeri 120 Jakarta, Kamal Muara, Jakarta Utara. Langkah mereka disambut senyum hangat para relawan Tzu Chi yang telah bersiap mendampingi sejak awal kegiatan. Di setiap sudut, tampak relawan menuntun, menyapa, dan memastikan para lansia dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan nyaman.

Pada Minggu, 28 Juni 2026, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 1 dan Tzu Chi International Medical Association (TIMA) bersama tim relawan Agung Sedayu Group (ASG) menyelenggarakan bakti sosial pengobatan bagi para lansia di wilayah Kamal Muara. Sebanyak 174 pasien lansia mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, konsultasi dokter, pemeriksaan gigi, hingga menerima obat sesuai kebutuhan.

Bagi sebagian orang, pemeriksaan sederhana mungkin terasa biasa. Namun bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, perhatian seperti ini menjadi secercah harapan. Bukan hanya karena obat yang diterima, tetapi juga karena ada tangan yang menuntun, sapaan yang menenangkan, dan hati yang hadir dengan ketulusan.

Sebeum kegiatan baksos dimulai, relawan Tzu Chi mengetuk puntu-pintu rumah warga di RW 01 dan RW 04 Kamal Muara, untuk memberikan kupon peserta baksos.

Sebelum hari pelayanan baksos tiba, relawan telah terlebih dahulu mengetuk pintu demi pintu rumah warga di RW 01 dan RW 04 Kamal Muara pada 6 Juni 2026. Menyusuri lorong-lorong sempit di bawah teriknya matahari, relawan membagikan kupon pemeriksaan kesehatan sekaligus menyapa dan mendengarkan kisah warga. Dari setiap rumah yang dikunjungi, relawan melihat langsung kehidupan sederhana yang dijalani warga dan bertemu para lansia yang sedang jatuh sakit.

Kunjungan tersebut bukan sekadar membagikan kupon, tetapi menjadi awal terjalinnya kepedulian dan kasih. Dengan begitu, ketika hari bakti sosial tiba, setiap warga yang hadir benar-benar adalah mereka yang membutuhkan uluran perhatian.

Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan welas asih, setiap tindakan kecil dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang. Para dokter TIMA melayani setiap pasien seperti keluarga sendiri, dengan keramahan, kehangatan, dan senyum tulus yang menenangkan.

Kehangatan pelayanan tersebut dirasakan oleh Uci (67), salah satu warga Kamal Muara yang mengikuti kegiatan bakti sosial. Di usia senja, ia masih aktif berjualan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengaku bersyukur dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis.

"Alhamdulillah saya bersyukur ada pengobatan gratis ini. Kita dikasih obat, pelayanannya juga bagus. Pokoknya jempol,” ungkap Uci.

Salah satu pasien, Abdul Hoir merasa terharu saat diperiksa kesehatannya oleh dr. dr. Andre Prawira. Para pasien lansia ini juga mendapat pendampingan dari relawan dengan penuh cinta kasih.

Di antara para lansia yang hadir pagi itu, ada satu kisah yang meninggalkan kesan mendalam di hati para relawan. Abdul Hoir (71) menjadi salah satu pasien yang paling membekas. Ia tinggal bersama istri dan anak bungsunya, sementara lima anak lainnya telah memiliki keluarga masing-masing. Hari itu, ia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya karena mengalami gula darah tinggi, asam urat, serta gangguan lambung.

Namun, bukan hanya penyakit tersebut yang ia hadapi. Penglihatannya yang semakin terbatas juga menjadi beban yang telah dirasakan selama bertahun-tahun. Mata kanannya tidak lagi dapat melihat setelah menjalani operasi katarak tiga tahun lalu di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sementara itu, mata kirinya juga mengalami katarak. Pengalaman tersebut membuatnya merasa khawatir untuk kembali menjalani operasi, sehingga hingga kini ia memilih bertahan dengan kondisi penglihatannya.

Hari itu, yang diterimanya bukan hanya pelayanan kesehatan. Ada tangan yang menuntun, telinga yang mendengarkan, dan hati yang hadir tanpa menghakimi. Perhatian yang tulus terkadang mampu memberi kekuatan yang tak kalah berarti dibandingkan obat-obatan.

Bagi para relawan, momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pasien yang datang membawa kisah kehidupan yang berbeda. Melayani bukan hanya tentang memeriksa kesehatan atau memberikan obat, tetapi juga menghadirkan rasa tenang, harapan, dan perhatian yang tulus bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaan baksos kesehatan, relawan Tzu Chi turut berkoordinasi dengan lurah setempat untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

Pagi itu, pelayanan kesehatan memang telah selesai. Namun perhatian yang diterima Abdul Hoir meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para relawan yang mendampinginya.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh dr. Andre Prawira P., Sp.Onk.Rad., M.P.H., dokter TIMA yang turut melayani dalam kegiatan tersebut. Baginya, perjalanan bersama Tzu Chi dan TIMA senantiasa menghadirkan pembelajaran serta makna yang terus bertumbuh.

Ia mengungkapkan bahwa apa yang dirintis oleh Master Cheng Yen sejak tahun 1966 dengan tekad, keyakinan, dan langkah-langkah sederhana, kini telah berkembang menjadi gerakan cinta kasih yang menjangkau begitu banyak orang, termasuk di Indonesia.

"Saya bersyukur dapat terus berjalan bersama Tzu Chi selama 14 tahun dan TIMA selama 13 tahun. Setiap kesempatan mengikuti bakti sosial selalu mengingatkan saya bahwa pelayanan cinta kasih tidak pernah berhenti bertumbuh. Kali ini, kami dapat hadir di wilayah yang sebelumnya belum pernah menerima pelayanan bakti sosial Tzu Chi. Bagi saya, ini bukan sekadar menjangkau tempat yang baru, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat cinta kasih Tzu Chi terus meluas, menghadirkan harapan dan manfaat bagi semakin banyak masyarakat yang membutuhkan," ungkap dr. Andre Prawira.

Semangat pelayanan tersebut sejalan dengan Kata Perenungan Master Cheng Yen tentang Misi Kesehatan Tzu Chi. "Menjalankan Misi dengan Cinta Kasih: Penderitaan terbesar di dunia berasal dari penyakit. Praktik medis bukan sekadar mengobati, melainkan melindungi kehidupan dan kesehatan dengan ketulusan, serta memandang setiap pasien layaknya keluarga sendiri," dikutip dari Kata Perenungan Master Cheng Yen.

Berlandaskan semangat tersebut, para relawan Tzu Chi senantiasa bersyukur atas kesempatan untuk turun langsung memberikan perhatian dan menjadi perpanjangan tangan Master Cheng Yen dalam melayani masyarakat.

Dokter gigi dari TIMA memeriksa kesehatan gigi pasien dalam baksos kesehatan umum untuk lansia di Kamal Muara.

Olivia, selaku Ketua He Qi Jakarta Utara 1, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, khususnya para pendamping dan koordinator, yaitu Agus Mirna, Mimi Mandara, dan Willin sebagai korrdinator utama, lalu ada Mery Kasim, Lie Lie , serta koordinator di setiap pos yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang saling mendukung sehingga bakti sosial dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pesannya, Olivia mengingatkan bahwa setiap kegiatan Tzu Chi bukan semata-mata untuk menyelesaikan sebuah acara dengan baik, tetapi juga merupakan wadah pelatihan diri. Melalui proses melayani dan bekerja sama, setiap relawan memiliki kesempatan untuk menumbuhkan kebijaksanaan, mempererat kebersamaan, serta mengembangkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Kebahagiaan bukan hanya hadir saat kita menerima, tetapi juga ketika kita dapat menjadi bagian dari senyum orang lain. Diharapkan setiap langkah kecil yang dilakukan dalam kegiatan ini menjadi benih cinta kasih yang terus bertumbuh, menginspirasi semakin banyak orang untuk peduli, menghargai kehidupan, dan menghadirkan harapan bagi sesama.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Wujud Kepedulian untuk Menjaga Kesehatan dan Kebahagiaan di Usia Senja

Wujud Kepedulian untuk Menjaga Kesehatan dan Kebahagiaan di Usia Senja

26 Juni 2026

He Qi Jakarta Pusat menggelar Baksos Kesehatan Lansia bagi 252 peserta. Kegiatan ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, dan pelayanan medis.

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Tzu Chi dan Polres Metro Bekasi Gelar Baksos Kesehatan Lansia

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Tzu Chi dan Polres Metro Bekasi Gelar Baksos Kesehatan Lansia

19 Juni 2025

Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Yayasan Buddha Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang bersama Polres Metro Bekasi menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan lansia.

Pelayanan dengan Hati, Menghadirkan Kehangatan bagi Lansia di Kamal Muara

Pelayanan dengan Hati, Menghadirkan Kehangatan bagi Lansia di Kamal Muara

03 Juli 2026

Sebagai bentuk perhatian kepada lansia, relawan komunitas He Qi Jakarta Utara 1 dan TIMA Indonesia bersama relawan ASG, mengadakan bakti sosial kesehatan bagi lansia di Kamal Muara.

Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -