Siap Melangkah ke Tzu Chi University Taiwan, Peserta Beasiswa S2 Selesaikan Pelatihan

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni
Ketua Yayasan Tzu Chi Humanis sekaligus Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, Mansjur Tandiono, memberikan sharing dan pesan cinta kasih kepada peserta beasiswa.

Misi Pendidikan merupakan salah satu bidang misi yang dijalankan Yayasan Buddha Tzu Chi dengan menerapkan budaya humanis, terbentuk dari sebuah lingkungan yang penuh rasa syukur, saling menghormati, dan menyayangi satu sama lain. Akhlak yang mulia akan mewariskan generasi muda yang berlapang dada dan peduli pada orang lain. Untuk terus mewujudkan itu semua, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membuka program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Tzu Chi University Taiwan.

Pada Jumat, 6 Februari 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan kegiatan “Closing Report Pre-Departure Training Tzu Chi University Master Degree Scholarship” di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pelatihan dan pembelajaran yang dijalani oleh 10 peserta beasiswa S2 jurusan Religious Studies di Tzu Chi University Taiwan. Nantinya, para peserta akan dijadwalkan berangkat untuk menempuh pendidikan ke Taiwan pada 24 Februari 2026.

Dengan suasana bahagia, para jajaran pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, staf pengajar, dan para peserta beasiswa foto bersama setelah penyerahan sertifikat pelatihan beasiswa.

Ketua Yayasan Tzu Chi Humanis sekaligus Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia, Mansjur Tandiono, memberikan sharing dan pesan cinta kasih kepada para peserta beasiswa. Ia berbagi pengalamannya menyelesaikan program doktoral (S3) diusia 77 tahun saat itu. Dengan meneladani ajaran Master Cheng Yen, bagi Mansjur Tandiono menimba ilmu sangatlah penting untuk menabur kebaikan.

“Menimba ilmu juga merupakan salah satu jenis pelatihan diri, karenanya prinsip pengendalian diri dan menabur kebaikan juga harus diterapkan dalam studi,” tutur Mansjur Tandiono mengutip ajaran Master Cheng Yen.

Sebelum berangkat ke Tzu Chi Unversity Taiwan pada 24 Februari 2026 nanti, para peserta beasiswa berpamitan kepada Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma.

Dalam pesan cinta kasihnya, Mansjur Tandiono memberikan pesan kepada para peserta untuk selalu membulatkan tekad awal untuk berada di jalan Bodhisatwa. “Jangan lupakan niat awal, untuk membersihkan hati manusia dan menciptakan masyarakat yang harmonis, kita harus bersatu hati dan membulatkan tekad, mendedikasikan diri untuk membimbing orang mendekati sifat batin bawaan, dengan melihat kebenaran dan mempraktikkan jalan Bodhisatwa,” tambahnya.

Tongkat Estafet Misi Pendidikan Tzu Chi

Ada sembilan komponen pelatihan yang ditempa untuk peserta beasiswa, saat menjalani pelatihan sebelum menimba ilmu di Tzu Chi University Taiwan:

  1. Humanistic Values & Teaching
  2. Tzu Chi Mission & Ecosystem
  3. Language & Academic Readiness
  4. Humanistic Leadership & Ethics
  5. Mindful Living & Culture
  6. Empathic Communication & Teamwork
  7. Personal Formation & Reflection
  8. Pre-departure Readiness
  9. Volunteer Service Practice

Dengan bekal yang dibawa, diharapkan para peserta beasiswa dapat menempuh pendikan di Tzu Chi Unversity Taiwan dengan baik dan tanpa kendala. Seperti yang disampaikan Freddy Ong, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, ia berharap nantinya dari sepuluh peserta beasiswa S2 ini, dapat memberikan kontribusi positif untuk Misi Pendidikan Tzu Chi ke depannya.

Direktur Cinta Kasih Tzu Chi, Freddy Ong menyampaikan laporan pelatihan yang telah dijalani oleh para peserta beasiswa.

“Semoga sepuluh orang yang akan berangkat ini, bisa menjadi pemimpin di masa depan dengan baik, dan bisa berkontribusi positif terhadap pendidikan di Tzu Chi Indonesia,” tutur freddy Ong.

Farah Firgia Lutfi, peserta beasiswa Tzu Chi University, turut memberikan sharing pengalamanya menjalani pelatihan dan pembelajaran selama dua bulan sebelum keberangkatan ke Taiwan. Ia juga mengucapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan program beasiswa Tzu Chi.

Farah Firgia Lutfi, peserta beasiswa Tzu Chi University sharing dan bercerita pengalaman selama menjalani pelatihan.

“Kami merasa bersyukur, sangat Gan En, jodoh baik kami kebetulan di Tzu Chi. Kami bisa mempelajari humanistik lebih dalam kedepannya di jurusan Religious Studies, Tzu Chi University, Taiwan. Kami ucapkan terima kasih banyak karena selama dua bulan ini kami banyak berkembang,” ucap Farah Firgia Lutfi.

Peserta beasiswa Tzu Chi University lainnya, Grace Kolin atau yang akrab disapa Grace menuturkan pelatihan yang ia dijalani sangat bermanfaat, terutama pelatihan bahasa Mandarin. “Terutama pelatihan yang paling banyak itu bahasa Mandarin ya, terus juga seputar Tzu Chi, badan misi, ada 37 faktor pencerahan, dan banyaknya tentang misi pendidikan,” ungkap Grace.

Sekretaris Umum Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin memberikan sertifikat pelatihan beasiswa kepada Grace Kolin, salah satu peserta beasiswa Tzu Chi Unversity.

Grace yang sebelumnya merupakan karyawan DAAI TV Indonesia yang berprofesi sebagai reporter, berharap setelah menyelesaikan pendidikan di Tzu Chi University nanti, ia bisa berkontribusi pada Misi Pendidikan Tzu Chi. “Jadi nanti sebenarnya dikasih pilihan, kita pilih dulu mau di bidang misi apa, tapi nanti setelahnya kembali kepada kebijakan yayasan. Harapannya sih mudah-mudahan kita bisa mengabdi di misi pendidikan, antara menjadi pengajar atau staf,” tambahnya.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Suara Kasih: Mengemban Misi Pendidikan

Suara Kasih: Mengemban Misi Pendidikan

05 Agustus 2011
Para anggota Tzu Ching dan Tzu Shao memberikan pelajaran tentang tata karma dan menjadi teladan bagi mereka. Mereka juga membimbing para peserta kamp agar setelah melihat penderitaan orang lain, mereka dapat mensyukuri berkahnya.
Mengasah Kemampuan Bersama Kreativitas

Mengasah Kemampuan Bersama Kreativitas

09 September 2014 Sekolah Tzu Chi Indonesia sebagai penyelenggara dari Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2014 dalam perlombaan tersebut sebanyak 300 peserta ikut serta. Peserta yang mendaftar berasal dari sabang sampai merauke.
Ladang Berkah di Desa Nanga Seberuang

Ladang Berkah di Desa Nanga Seberuang

07 September 2016

Pada tanggal 27 Agustus 2016, sebanyak 35 orang  insan Tzu Chi Cabang Sinar Mas mengunjungi Desa Nanga Seberuang sebagai ladang untuk melakukan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan pemberian buku untuk sekolah di desa tersebut.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -