Alat berat dikerahkan untuk merapikan puing-puing sisa kebakaran guna memudahkan proses pemulihan pascakejadian.
“Bersatu hati berbuat baik, bersumbangsih dengan ramah, saling mengasihi dan mengagumi, mengulurkan tangan saling membantu.”
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Suasana bahagia yang seharusnya masih menyelimuti Hari Raya Idul Fitri seketika sirna, berganti dengan kepulan asap hitam dan jerit pilu di tengah suasana lebaran. Tepat di hari ke enam perayaan Idul Fitri pada Kamis (26/03/2026), saat sanak saudara masih berkumpul untuk saling bermaafan, musibah kebakaran justru meluluhlantahkan harapan dan harta benda milik warga Desa Batu Timbau, Kecamatan Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Sabtu, (28/3/26), relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang bersama Kasub Sektor Kecamatan Batu Ampar Ipda Adiansyah, didampingi Camat Kecamatan Batu Ampar Akhmadsyah, S.Pd.I., M.Si, dan Kepala Desa Batu Timbau Muhammad Djais, secara bersama-sama meninjau lokasi pasca kebakaran hebat yang menimpa 82 unit rumah semi permanen milik warga. Relawan membagikan bantuan berupa 750 kg beras, 38 dus mi instan, 75 liter minyak goreng, dan 75 dus air mineral.
Relawan bersama warga bergotong royong menurunkan barang bantuan dari kendaraan sebagai bentuk kebersamaan dalam menghadapi musibah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.38 WITA ini mengejutkan warga setempat yang tengah beristirahat. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik (korsleting).
Menurut keterangan warga yang disampaikan oleh Kepala Desa Batu Timbau, asap hitam mulai terlihat membumbung tinggi. Karena kondisi bangunan yang berdekatan dan tiupan angin yang cukup kencang, api dengan cepat merembet ke rumah-rumah milik warga terdampak.
“Saya kemarin mendapat laporan bahwa ada kebakaran dan segera bergegas ke lokasi. Api sudah cukup besar, sebelum petugas pemadam kebakaran datang warga desa sudah bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya dan menyelamatkan barang-barang yang mereka miliki. Berhubung cuaca juga sedang panas terik karena memasuki musim kemarau, jarak antar rumah warga sangat dekat dengan bangunan semi permanen, sehingga api cukup cepat menyebar menghabiskan 82 rumah milik 109 kepala keluarga,” terang Muhammad Djais.
Sebelumnya, Ganda Mori Silalahi dan beberapa relawan dari Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan warga setempat untuk mendapat informasi terkait kebutuhan warga yang terdampak kebakaran.
“Setelah mendapat informasi kebakaran dari Whatsapp Group, relawan kami langsung berkoordinasi dengan perangkat desa untuk meminta data warga terdampak. Kami sangat prihatin dan ikut merasakan kesedihan. Karena setahun yang lalu (Januari 2025) desa ini juga mengalami musibah kebakaran yang cukup besar skalanya,” ungkap Ganda Mori Silalahi.
Relawan melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Akhmadsyah, S.Pd.I., M.Si selaku Camat Batu Ampar sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh relawan. “Saya mewakili warga desa mengucapkan terima kasih banyak kepada Tzu Chi Sinar Mas karena dengan sigap membantu kami, memberikan bahan pokok yang sangat kami butuhkan saat ini untuk bertahan beberapa hari ke depan”.
Bagi para korban, lebaran tahun ini akan selalu dikenang sebagai momen kelabu yang menyisakan trauma mendalam di tengah kemeriahan yang seharusnya penuh syukur. Relawan dan seluruh warga Desa Batu Timbau berharap ini adalah musibah kebakaran yang terakhir dan tidak ada lagi musibah-musibah yang merenggut senyum mereka.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap waspada terhadap potensi bahaya di rumah, terutama saat rumah ditinggalkan untuk berkunjung ke rumah kerabat atau sedang lengah karena sibuk mempersiapkan jamuan lebaran.
Editor: Metta Wulandari