Soft Opening Tzu Chi School PIK 2: Bertumbuhnya Pendidikan Humanis Tzu Chi

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Jenny, relawan Komite Tzu Chi mendampingi salah satu orang tua calon siswa Tzu Chi School PIK2 pada sesi merangkai bunga. Para orang tua yang dating ke soft opening Tzu Chi School PIK 2 berkesempatan mengikuti kelas Budaya Humanis Tzu Chi yaitu kelas merangkai bunga dan kelas meracik teh.

Kebahagiaan berpadu dengan rasa syukur mewarnai berlangsungnya soft opening gedung Tzu Chi School yang berada di Tzu Chi Education Center, PIK 2 pada Sabtu, 25 April 2026. Soft opening ini sebagai penanda dimulainya proses belajar mengajar di tahun 2026.  Pembangunan ini mengandung makna yang dalam mengingat pembangunan sekolah bukan sekedar membangun secara fisik, namun juga membangun harapan dan masa depan bagi generasi penerus bangsa.

Soft opening di bagi dalam tiga sesi. Para orang tua calon siswa siswi mengikuti sosialisasi penerimaan siswa baru mulai dari adanya bus sekolah, syarat penjemputan siswa yang menggunakan aplikasi, seragam sekolah, bimbingan orang tua di rumah, seragam sekolah, dan administrasi biaya sekolah. Selain itu para orang tua calon siswa siswi Tzu Chi School PIK2 juga diajak untuk mencoba kelas merangkai bunga dan kelas meracik teh dengan filosofi budaya humanis Tzu Chi.

“Jadi kita ada yang namanya kelas meracik teh dan kelas merangkai bunga, kedua pelajaran yang unik dari sekolah kami,” ucap Miss Iing Felicia Joe Kepala sekolah TK dan Kelompok Bermain dalam sambutannya.

Wakil Kepala Sekolah tingkat SD Tzu Chi School PIK 2, Raymond mempresentasikan penerimaan siswa baru kepada orang tua calon siswa-siswi tentang metode pendidikan menggunakan program International Baccalaureate (IB), Primary dengan menggabungkan Kurikulum National Plus dan Cambridge Framework serta pengantar trilingual: Mandarin, Inggris, dan Indonesia.

Salah satu guru Tzu Chi School mendampingi para orang tua calon siswa Tzu Chi School dalam mengikuti kelas meracik teh dengan Budaya Humanis Tzu Chi.

Salah satu orang tua calon siswa Tzu Chi School PIK 2 mengutarakan kekaguman serta pengalamannya mengikuti kelas merangkai bunga. “Saya baru kali ini datang ke sekolah diajak untuk mengikuti kelas merangkai bunga. Perasaannya suasananya begitu tenang sekali di lingkungan sekolah ini," ujar salah satu Ibu orang tua siswa.

Orang tua lainnya juga mengungkapkan perasaannya ketika baru pertama kali mengikuti acara penyajian teh. “Setelah ikut ini saya baru tau ternyata meracik teh dan merangkai bunga itu di Tzu Chi ini penuh dengan filosofi kehidupan, membuat hati tenang dan nyaman aja,” ucap salah satu orangtua peserta yang tak mau disebutkan namanya.

Master Cheng Yen Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi senantiasa mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya untuk membentuk manusia-manusia cerdas saja, tapi juga untuk membentuk manusia yang berkarakter kuat dan memiliki hati nurani serta cinta kasih.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei meninjau beberapa fasilitas pendukung di Gedung Tzu Chi School PIK 2. Diantaranya gedung olahraga, kolam renang berstandar olimpiade, perpustakaan, laboratorium, hingga pusat penelitian ilmiah.

Pimpinan Proyek Pembangunan Tzu Chi Indonesia, Eka Tjandranegara meninjau salah satu kelas yang telah siap digunakan. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 ini dirancang sebagai sekolah internasional berbasis budaya humanis Tzu Chi.

Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto mengungkapkan alasan mengapa Yayasan Tzu Chi membangun Kembali Gedung sekolah dalam naungan Yayasan Tzu Chi pada saat acara peletakan batu pembangunan Tzu Chi School PIK 2.  

“Karena memang animonya banyak, sehingga kami memutuskan (pembangunan Tzu Chi School PIK 2). Tadinya tidak mau lagi membangun sekolah SD-SMA, karena animo untuk Tzu Chi School yang sudah berdiri di sana (Tzu Chi Center), tiap tahun kita cuma ada 50, murid yang jatahnya bisa diterima dari TK, tapi yang daftar itu 500. Banyak sekali permintaan yang masuk,” ungkap Sugianto Kusuma. “Karena itu dibangunlah Tzu Chi School PIK 2 untuk memberi kesempatan yang luas lagi bagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sini (Tzu Ch School),” tambahnya.

Perjalanan pembangunan Tzu Chi School PIK 2 sendiri dimulai sejak peletakan batu pertama pada 26 September 2024. Setahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2025, pembangunan mencapai tahap topping off di kawasan Tzu Chi Education Center. Dalam waktu relatif singkat, proses ini menunjukkan sinergi dan komitmen yang kuat dari Pimpinan Proyek Pembangunan Tzu Chi Indonesia, Eka Tjandranegara dan berbagai pihak yang terlibat.

Para orang tua calon murid Tzu Chi School PIK 2 mengikuti kelas budaya humanis yaitu kelas meracik teh dan kelas merangkai bunga yang dalam pelaksanaannya banyak mengandung makna filosofi kehidupan.

Salah satu orang tua calon murid Tzu Chi School PIK 2 sedang mendapat penjelasan dari seorang guru Tzu Chi School tentang metode pembelajaran pendidikan formal yang berlandaskan Budaya Humanis Tzu Chi. 

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 ini dirancang sebagai sekolah internasional berbasis budaya humanis. Tzu Chi School PIK 2 menyediakan jenjang pendidikan mulai dari Early Childhood, Secondary menggunakan program International Baccalaureate (IB), Primary dengan menggabungkan Kurikulum National Plus dan Cambridge Framework serta pengantar trilingual: Mandarin, Inggris, dan Indonesia.

Namun yang membedakan Tzu Chi School dari sekolah lainnya bukan hanya pada kurikulum akademiknya, melainkan pada penekanan nilai-nilai budi pekerti dan kemanusiaan. Salah satu ciri khasnya adalah kelas budaya humanis, di mana siswa diajak menumbuhkan budi pekerti, welas asih, serta rasa hormat terhadap sesama.

Melalui perpaduan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan ajaran humanisme, Tzu Chi berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan penuh kasih.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Menghargai Perbedaan Sejak Dini

Menghargai Perbedaan Sejak Dini

04 November 2019

TK Tzu Chi mengundang TK Nurul Islam, TK Stella Maris, dan TK Pelangi Kasih untuk mewakili agama Islam, Katolik, dan Kristen dalam upaya mengajarkan anak-anak akan Kerukunan dalam Keberagaman.

Tzu Chi School Peduli, Tzu Chi School Berbagi

Tzu Chi School Peduli, Tzu Chi School Berbagi

25 Mei 2022

Tzu Chi School membagikan 250 paket meal box vegetaris untuk SDN 06 dan 250 paket meal box vegetaris untuk SDN 03 Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Hari Pertama di Sekolah Tzu Chi

Hari Pertama di Sekolah Tzu Chi

13 Juli 2011
Aktivitas ini mungkin terasa berat bagi Nicholas yang di sekolah TK sebelumnya hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di TK-nya yang juga berada di wilayah Kelapa Gading.
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -