Sosialisasi dan Pelestarian Lingkungan
Jurnalis : Septiani Sofijan (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Jony Yusuf dan Pani (Tzu Chi Palembang)|
|
| ||
Setelah kurang lebih dua jam melakukan kegiatan pemilahan sampah botol plastik, yaitu memisahkan antara tutup botol dan botol plastiknya, kita melakukannya dengan cepat karena semua relawan saling bekerja sama. Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.00 WIB, setelah semua sampah selesai dipilah, kami melanjutkan aktivitas makan siang bersama. Semua relawan telah siap dengan peralatan makanannya sendiri. Hal ini dilakukan karena merupakan tradisi yang sangat baik dan semoga dapat menjadi contoh teladan yang baik untuk para relawan baru. Memasuki pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan training relawan baru. Materi pertama mengenai sejarah Tzu Chi dibawakan oleh Subianto Shixiong. Materi sejarah Tzu Chi disampaikan kurang lebih selama setengah jam. Kemudian dilanjutkan materi kedua yaitu materi sikap dan tata krama. Materi ini berkaitan dengan budaya humanis, yang menjadi salah satu dari misi Tzu Chi. Materi dengan judul “Keindahan Insan Tzu Chi” ini disampaikan baik oleh Herman The Shixiong.
Keterangan :
Selanjutnya adalah materi pelestarian lingkungan, yang dibawakan oleh Erlina Shijie. Pelestarian Lingkungan juga merupakan salah satu misi penting dalam misi Tzu Chi karena kita semua sebagai penghuni bumi yang telah menerima banyak berkah berupa sumber daya alam berterima kasih kepada alam semesta dengan cara merawat bumi kita ini. Menurut Master Cheng Yen, “Mampu melepaskan status diri dan dengan rendah hati melakukan kegiatan daur ulang sumber daya merupakan sikap membuang keakuan dan kemelekatan yang sejati.” Pada sesi ini juga, Erlina Shijie memperkenalkan budaya peralatan makan sendiri yang telah menjadi tradisi insan Tzu Chi. Dan terakhir adalah materi mengenai pemberian bantuan pengobatan, materi ini disampaikan oleh Hellen Shijie. Ada beberapa materi disampaikan diantaranya materi kasus yang ditangani Kantor Penghubung Tzu Chi Palembang seperti seorang pasien bernama Yanti yang menderita kanker otot dan Novriyanti yang menderita leukemia. Kemudian ada salah satu orang tua dari pasien leukemia yaitu Candrika, yang dapat hadir untuk menyampaikan beberapa patah kata mengenai curahan hatinya selama dibantu oleh Tzu Chi. Akhirnya acara ditutup dengan bernyanyi dan melakukan isyarat tangan “Kita Satu Keluarga” dan menyanyikan lagu Qi Dao (Berdoa). | |||
Artikel Terkait
Menghimpun Ketulusan, Meredam Wabah
02 Juni 2020Bagaimana Tzu Chi Indonesia berperan aktif dan menjadi organisasi terdepan dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19, diulas dalam bincang khusus Asosiasi Pengusaha Tzu Chi Singapura, Minggu 31 Mei 2020.
Perhatian untuk Warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng
28 April 2020Tzu Chi memberikan perhatian kepada warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat terkait dampak dari Covid-19. Sebanyak 707 paket sembako dibagikan secara langsung kepada warga.
Menjaga Kesehatan Warga Lansia di Lagadar
27 Mei 2024Dalam baksos kesehatan degeneratif yang ketiga yang diadakan di SDN 01 Lagadar, Bandung, terlihat jika warga lanjut usia yang berobat semakin berkurang. Ini karena kondisi kesehatan mereka yang membaik.








Sitemap