Sosialisasi Relawan Kembang di Tanjung Balai Karimun

Jurnalis : Paulina (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Abdul Rahim (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)

Kegiatan Sosialisasi Relawan Kembang Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung dengan penuh kehangatan pada Minggu, 13 April 2025. Momen ini menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Memiliki kantor baru bukan hanya menjadi perkembangan dari sisi fisik bagi Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, tetapi juga menjadi langkah awal bagi tumbuhnya benih-benih Bodhisatwa di wilayah ini. Berbagai kegiatan telah dilakukan di kantor baru tersebut, seperti Sosialisasi Relawan Kembang yang diadakan pada Minggu, 13 April 2025.

Pada hari itu, sejak pukul 09.00 WIB, para relawan mulai berdatangan dan memenuhi ruangan kegiatan dengan wajah antusias. Acara diawali dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen, dilanjutkan dengan pembacaan Sepuluh Sila Tzu Chi. Dalam suasana yang khidmat, para relawan menyimak ceramah Master Cheng Yen yang berjudul “Menjalin Jodoh Baik Secara Luas dengan Welas Asih.” Ceramah ini menjadi pembuka hati untuk lebih mengenal ajaran dan semangat yang diusung oleh Tzu Chi.

Mengutip pepatah lama, “Tak Kenal Maka Tak Sayang,” Paulina Shijie kemudian memperkenalkan sejarah berdirinya Tzu Chi, lengkap dengan visi, misi, serta tiga peristiwa utama yang menjadi tonggak berdirinya organisasi ini. Penjelasan tersebut menjadi bekal awal yang penting bagi relawan baru untuk memahami akar dari setiap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan.

Dengan penuh khidmat, para relawan menyimak ceramah Master Cheng Yen berjudul “Menjalin Jodoh Baik Secara Luas dengan Welas Asih”.

Memasuki sesi berikutnya, Sukmawati selaku Ketua Harian Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, membagikan pengalaman dalam menjalankan Misi Amal Tzu Chi. Dengan penuh semangat ia menyapa, “Bagaimana Kabarnya?” dan dijawab oleh peserta dengan yel-yel penuh semangat, “WOW, selalu ceria.” Suasana langsung menjadi hangat dan penuh keakraban.

Sukmawati kemudian menjelaskan, “Shixiong, Shijie, di amal banyak sekali orang yang datang untuk meminta bantuan, kita seperti tempat mereka untuk mengadu, tetapi kita harus menjadi orang yang bijaksana karena uang bantuan yang kita salurkan merupakan donasi dari masyarakat, jadi kita perlu memberikan bantuan dengan tepat sasaran,” jelasnya. Ia juga menambahkan, “Jika Shixiong, Shijie mengenal orang yang membutuhkan bantuan bisa mengarahkan mereka untuk lapor ke sini ya, sesuai dengan syarat dan ketentuan pengajuan bantuan, dan pemberian bantuan didasarkan pada hasil survei dan SOP yang berlaku,” ungkapnya.

Selain mendalami Misi Amal Tzu Chi, relawan juga diperkenalkan dengan Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Kegiatan daur ulang bukan hanya berdampak baik bagi bumi, tetapi juga membawa manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar.

Sukmawati, Ketua Harian Tzu Chi Tanjung Balai Karimun menjelaskan pentingnya kebijaksanaan dalam menyalurkan bantuan.

Sesi berikutnya adalah sharing dari para relawan baru. Fina, salah satu relawan yang aktif dalam kegiatan daur ulang, menyatakan kesiapannya dengan mantap. Ketika ditanya oleh Sukmawati apakah bersedia menjadi relawan abu putih, ia menjawab, “Bersedia.” Ia lalu bercerita, “Saya mengenal Tzu Chi sudah lama, dari saudara saya yang juga turut menjadi relawan di Tanjung Batu sebagai perawat,” ungkapnya.

Adi, relawan lainnya yang mengenal Tzu Chi dari kegiatan donor darah, juga berbagi pengalamannya. “Saya turut mengajak anak-anak untuk kegiatan di Tzu Chi seperti yang sedang diadakan kelas budi pekerti pada hari ini. Saya ingin anak saya juga bisa belajar melalui kegiatan Tzu Chi, seperti kemarin survei kupon sembako, anak saya menjadi tahu akan kehidupan diluar sana ada yang lebih kesulitan,” ungkapnya.

Adi juga menunjukkan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam kegiatan lapangan. “Shixiong, jika ada kegiatan survei, saya siap bersedia ya, waktu saya flexible, jika ada kerjaan saya bisa geser waktunya, dan tetap mengikuti kegiatan survei,” ucapnya kepada relawan.

Fina (kiri) dan Adi (kanan) saat mendengarkan pemaparan materi dalam kegiatan Sosialisasi Relawan Kembang Tzu Chi Tanjung Balai Karimun.

Setelah sesi sharing, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi relawan baru untuk lebih mengenal Visi dan Misi Tzu Chi, serta memperkuat niat menjadi relawan abu putih yang penuh welas asih dan ketulusan.

Sebagaimana pesan Master Cheng Yen dalam kata perenungannya, “Libatkan saya dalam melakukan perbuatan baik, dalam melakukan hal jahat jangan libatkan saya.” Melalui kegiatan ini, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berharap bisa mengembangkan relawan baru menjadi relawan abu putih yang berkomitmen.

Sebagai tindak lanjut, telah dibentuk grup khusus melalui aplikasi WhatsApp agar informasi kegiatan bisa diterima dengan mudah oleh para relawan baru. Grup ini juga menjadi media untuk berbagi wejangan harian Master Cheng Yen sebagai sumber inspirasi dan peneguh hati.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Semangat Tunas Baru Bodhisatwa Dunia

Semangat Tunas Baru Bodhisatwa Dunia

24 Februari 2023

Hujan rintik mengiringi langkah para relawan Tzu Chi yang hendak menggelar sosialisasi tentang Tzu Chi. Sosialisasi yang digelar di Kantor He Qi Tangerang ini diikuti oleh calon relawan baru di wilayah Xie Li Cipondoh, Cibodas, Lippo Karawaci serta Serang.

Sosialisasi Calon Relawan Baru di Hu Ai  Angke

Sosialisasi Calon Relawan Baru di Hu Ai Angke

14 September 2016
Relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Angke mengadakan sosialisasi calon relawan baru. Bertempat di Galery DAAI TV, Tzu Chi Center pada Minggu 4 September 2016, calon relawan diajak mengenal lebih dekat Yayasan Buddha Tzu Chi.
Kembali ke Tekad Awal

Kembali ke Tekad Awal

25 Juli 2014

Tzu Chi Palembang pun memiliki program bahwa setiap hari kamis diawal bulan akan selalu diadakan sosialisasi dengan tema yang berbeda. Ini dilakukan agar insan Tzu Chi yang baru bergabung dapat mengetahui hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh Tzu Chi Palembang sekaligus membangkitkan rasa cinta kasih dan peduli terhadap sesama, sehingga bisa bersama-sama menjadi barisan Tzu Chi yang solid dalam menyebarkan benih-benih kebajikan.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -