Sudahkah Anda Berdonor Darah?
Jurnalis : Amelia Devina (He Qi Utara), Fotografer : Aris Widjaja (He Qi Utara)|
|
| ||
Pada hari Minggu, 29 Mei 2011 lalu, para relawan dan calon donor dengan antusias memenuhi ruangan Paguyuban Warga Binjai di komplek Rukan (rumah kantor) Duta Harapan Indah, Jakarta Utara. Bahkan sebelum petugas PMI tiba di lokasi, sudah terlihat antrian panjang peserta. Dengan sabar dan penuh pengertian, para calon donor menunggu sambil membaca majalah dan buletin Tzu Chi yang telah disediakan. Ada juga beberapa orang yang bertanya apakah buletin dan majalahnya boleh dibawa pulang. “Tentu saja boleh, Pak. Ini memang untuk dibaca dan dibawa pulang,” dengan penuh sukacita para relawan menanggapi. Pada era sekarang, informasi dengan mudahnya diakses dan disebarluaskan. Pengetahuan tentang manfaat donor darah pun semakin mudah didapat setiap orang sehingga para donor yang hadir hari itu kebanyakan sudah mengetahui manfaat baik dari donor darah pada diri mereka. Selain mampu berbuat baik kepada orang lain, donor darah juga merupakan bentuk tindakan baik terhadap diri sendiri. “Justru kalau tidak donor darah, badan saya terasa aneh. Nah sekarang kalau sudah donor, badan rasanya jadi lebih enteng,” tawa Albert, seorang anak muda yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi donor. Bukan hanya Albert, seorang relawan yang bernama Tjauw Tjen Tjen pun begitu antusias mendonorkan darahnya meskipun sudah dilarang oleh dokter PMI yang bertugas. Tjen Tjen, begitu ia kerap disapa, rajin dan rutin mendonorkan darah tiap tiga bulan sekali. Kali ini, tanggal terakhir ia mendonorkan darah baru berselang dua bulan lebih beberapa hari. Otomatis, dokter yang memeriksa melarangnya. Namun Tjen Tjen terus membujuk sang dokter agar diperbolehkan, walaupun tentu saja tetap tidak berhasil. Donor darah kini bukan lagi suatu hal yang menakutkan dan menyakitkan, banyak orang tua dan muda, pria dan wanita yang berlomba-lomba ingin berbagi pada sesama melalui aliran darah. Yang juga membahagiakan adalah pada saat para relawan melihat beberapa donor yang sudah menjadi donor setia. Mulai dari saat pertama Hu Ai Angke melakukan kegiatan donor darah, beberapa donor ini setia datang dan tidak sekali pun mereka absen. Salah satunya Rahmat Hidayat yang berprofesi di bagian petugas keamanan di dalam kompleks Duta Harapan Indah, ia mengaku akan terus datang pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Karena sudah sering bertemu, relawan pun menjadi akrab dengannya.
Keterangan :
Berbagi tugas Selesai acara dan ketika para donor dan petugas dari PMI telah pulang, tim donor darah Hu Ai Angke pun langsung melakukan evaluasi kegiatan dalam sharing. Melalui sharing inilah para relawan saling bertukar pikiran dan memacu diri untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas diri masing-masing dan juga secara bersama-sama sebagai sebuah kesatuan. Dengan ikut bersumbangsih melalui darah dan pekerjaan, para relawan mempraktikkan apa yang Master Cheng Yen katakan “menjadikan tekad Guru sebagai tekad diri sendiri”. Hari itu sejumlah 61 kantong darah terkumpul. Semoga angka 61 tersebut akan terus bertambah di masa-masa yang akan datang dan juga dapat menggambarkan kekuatan cinta kasih yang dimiliki masyarakat yang tinggal di kawasan Hu Ai Angke yang mau berbagi dan mencintai orang lain, juga diri sendiri. Yang paling penting adalah semoga kegiatan ini mengingatkan kita semua untuk bertanya, “kapankah terakhir kalinya kita berdonor darah?” | |||
Artikel Terkait
Kasih Natal untuk Semua
27 Desember 2018Tzu Chi Lampung membagikan 225 bingkisan untuk menyambut hari Natal di Gereja Katolik St. Petrus Punggur, Gereja Katolik St. Stefanus Jatiharjo, dan Gereja Katolik St. Andreas Rasul Margo Agung Jatimulyo.
Bahagia Menanti Hari Operasi Tiba
22 Mei 2023Akhir pekan ini Sabtu, 27 Mei 2023, TIMA Indonesia bersama Tzu Chi Hospital akan mengadakan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-138. Dari screening yang dilakukan Sabtu, 20 Mei 2023, ada 106 pasien katarak dan 7 hernia yang akan menjalani operasi.
Lebih Peduli Kesehatan Berkat Baksos Degeneratif
08 Januari 2019Tzu Chi Bandung kembali mengadakan baksos degeneratif tahap kedua, pada Minggu 6 Januari 2019 di Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Baksos lanjutan ini untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan pasien yang telah mengikuti baksos degeneratif tahap pertama pada 9 Desember 2018 lalu.








Sitemap