Survei di RSU Bethesda Serukam

Jurnalis : Eko Candra (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang)
 
 

foto
Relawan Tzu Chi Singkawang mengadakan diskusi dengan pihak RSU Bethesda tentang kerjasama yang mungkin dijalin di masa mendatang.

Pada tanggal 27 Juli 2012, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Singkawang melakukan kunjungan ke RSU Bethesda Serukam dalam rangka meningkatkan kerja sama pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk pelaksanaan misi kesehatan Tzu Chi di SIngkawang. Kunjungan silaturahmi kali ini dipimpin oleh Ketua Tzu Chi Kantor Penghubung Singkawang yang diikuti sejumlah relawan dan Tzu Ching. Perjalanan dari Singkawang ke RSU Bethesda yang termasuk dalam Wilayah Kabupaten Bengkayang ditempuh dalam waktu hampir satu jam.

Para relawan disambut hangat oleh pihak RS yaitu Bapak Leo Rooroh (Bagian Keuangan) dan dr. Finish Pernando sebagai dokter umum. Selanjutnya terlibat dalam diskusi mengenai kondisi kesehatan masyarakat saat ini dan harapan Yayasan dan RS dalam memberi pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Setelah diskusi yang bersahabat tersebut, dr. Finish mengajak para relawan untuk berkeliling rumah sakit, dan dr. Finish memperkenalkan unit-unit yang tersedia dalam rumah sakit tersebut dan bagaimana penanganan pasien-pasien. Kunjungan pengenalan ruangan antara lain ke: IGD (Instalasi Gawat Darurat), poli mata, kamar operasi besar, ruang ICU, ruang radiologi, laboratorium, dan beberapa ruang lainnya. Setelah keliling, diketahui bahwa Kamar Rawat Inap yang tesedia di Rumah Sakit tersebut berjumlah 101 tempat tidur, yang mana terbagi dalam kelas yang berbeda, seperti kelas VIP, kelas 1, kelas 2, kelas 3, sampai dengan post operasi.

Pihak RS sangat mendukung Misi Kesehatan Tzu Chi karena sebelumnya sudah ada beberapa pasien Tzu Chi yang dirawat di rumah sakit ini. Pada kunjungan kali ini, para relawanpun menyempatkan diri untuk menjenguk sejumlah pasien yang dibantu oleh Tzu Chi Singkawang.

foto   foto

Keterangan :

  • Rombongan Tzu Chi Singkawang mengunjungi ruang-ruang rumah sakit dipandu dokter  Finish Pernando dan Leo Rooroh (kiri).
  • Dalam kesempatan ini, relawan juga mengunjungi pasien penerima bantuan yang dirawat di Rumah Sakit ini (kanan).

Sekilas tentang RSU Bethesda Serukam
Pelayanan RSU Bethesda Serukam telah dimulai sejak tahun 1956 oleh Pendeta John G. Bremen, seorang misionaris independen di antara suku Dayak. Beliau membuka sebuah klinik kesehatan kecil di Gereja Rehobot Sungai Betung yang diberi nama “Bethesda”. Selanjutnya pada tahun 1965, keluarga Dr. Wendell G. Geary dari Misi World Venture – Amerika datang ke Indonesia untuk selanjutnya mengembangkan klinik ini menjadi Rumah Sakit Pembantu Bethesda di Sungai Betung. Mengingat kebutuhan pelayanan jangka panjang maka secara bertahap RS dipindahkan ke Serukam melalui pertolongan Ir. John Seaders dan Alm. Pdt. UT. Simatupang.

Tahun 1971-1981, sebuah mimpi menjadi suatu kenyataan. Berdirilah sebuah Rumah Sakit pedalaman yang terletak di Serukam, Kabupaten Bengkayang yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Kadarusno pada tanggal 23 Febuari 1974.

Sejak tahun 1982 mulai berdatangan dokter-dokter Indonesia antara lain : dr.Sri Sjamsudewi, Sp.Rad. dr.D.Fransisca Badudu,SP,B(K) Onk. Dr.Rosita Siregar, dr.Husin Basir, dr.D.J.William Ken dan menyusul beberapa lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis sejak tahun 1984 secara konsisten RSU Bethesda Serukam mengirim dokter untuk mengambil program pendidikan dokter spesialis di berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Sekarang jumlah dokter di rumah sakit ini sebanyak 24 orang, 6 spesialis dan 18 orang dokter umum.

 

 
 

Artikel Terkait

Suara Kasih : Tekad di Jalan Bodhisatwa

Suara Kasih : Tekad di Jalan Bodhisatwa

18 Januari 2011 Kalian mungkin berpikir, “Apakah semudah itu menjadi Bodhisatwa? Jika tidak melatih diri pada banyak kehidupan lampau, bagaimana mungkin menjadi Bodhisatwa?” Tetapi, ketahuilah, mereka yang telah melatih diri di banyak kehidupan lampau juga pernah membuat langkah pertama seperti kita.
Beras Cinta Kasih Terus Disalurkan Kepada Warga Karimun

Beras Cinta Kasih Terus Disalurkan Kepada Warga Karimun

09 Juli 2020

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun terus bergerak menyalurkan beras cinta kasih kepada warga yang merasakan dampak ekonomi akibat pandemi global virus Corona. Kali ini, Rabu 8 Juli 2020, beras yang dibagikan sebanyak 160 karung.

Sebuah Kisah Hidup

Sebuah Kisah Hidup

20 Juli 2012 Relawan 3 in 1 disebut-sebut sebagai “batu karang pelindung jiwa kebijaksanaan” oleh Master Cheng Yen dengan tujuan orang-orang yang melihat akan terinspirasi. “Setiap saat, dunia mengajarkan Dharma kepada kita. Dharma semacam ini, tanpa suara. Kadang, bahkan lebih mendalam daripada suara”
Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -