Tangan yang Indah Mewujudkan Bumi yang Indah

Jurnalis : Yosephine (Tzu Ching Jakarta), Fotografer : Stepen Wijaya (Tzu Ching Jakarta)
 

foto
Pada tanggal 5 Oktober 2013, muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah BINUS University, Jakarta.

 

“Tangan yang paling indah adalah tangan yang melakukan pelestarian lingkungan”
Kata perenungan Master ChengYen

 

 

Setelah vakum selama 3 bulan dikarenakan libur perkuliahan, akhirnya para Tzu Ching BINUS University kembali mengadakan WAVES (We Are Vegetarians and Earth Saviors) pada tanggal 5 Oktober 2013, hari Sabtu lalu. Seperti biasa, WAVES kali ini juga terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu pelestarian lingkungan dengan membersihkan jalan di sekitar BINUS dan pemilahan sampah-sampah bekas di kos City Home.

Pada pukul 06.00 pagi, Tzu Ching BINUS dan para relawan sudah mulai berkumpul, melakukan briefing dan sosialisasi singkat, serta melakukan senam bersama  sebelum melakukan kegiatan pelestarian lingkungan. Ketika melakukan pembersihan lingkungan sekitar BINUS, beberapa Tzu Ching juga bersosialisasi mengenai WAVES dengan warga dan tukang ojek di sekitar. Warga sekali lagi menunjukkan dukungannya terhadap kegiatan ini dan berharap dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa/I serta warga sekitar dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Bahkan ada seorang tukang ojek yang langsung memungut sampah-sampah di sekitar tempat dia duduk dengan tangannya sendiri.

foto   foto

Keterangan :

  • WAVES kali ini juga terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu pelestarian lingkungan dengan membersihkan jalan di sekitar BINUS dan pemilahan sampah-sampah bekas di sebuah kos (kiri).
  • Total peserta WAVES BINUS kali ini sebanyak 24 orang, 6 di antaranya merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar (kanan).

Tidak hanya menarik perhatian warga sekitar, ternyata WAVES juga menarik perhatian pejalan kaki sekitar BINUS. Seorang Bapak karena penasaran dengan apa yang dilakukan Tzu Ching dan para relawan, dia kemudian menghentikan langkahnya dan bertanya kepada salah satu relawan yang tengah menyapu. Setelah bersosialisasi baru diketahui bahwa bapak tersebut bekerja di Dinas Kehutanan dan mereka juga melakukan proses pelestarian lingkungan dengan menanam pohon. Bapak tersebut juga memberikan tanggapan positif atas apa yang kami lakukan dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap WAVES.

WAVES “Gelombang Cinta Kasih” ini tidak hanya menggerakkan hati warga sekitar, tetapi juga mendatangkan beberapa pemilik tangan yang indah dari Tangerang, yaitu Eko Pratama, Aldi Manchini, dan Tintus. Walaupun ketiganya termasuk Tzu Ching baru, tetapi mereka sangat bersemangat melakukan pelestarian lingkungan dan pemilahan. “Saya ingin lebih mengenal dan mengerti mengenai WAVES, harapan saya semoga dengan adanya WAVES, kami semua akan selangkah lebih dekat menuju dunia yang indah damai sentosa”, jawab Eko ketika ditanyakan mengenai harapannya ikut WAVES.

Total peserta WAVES BINUS kali ini sebanyak 24 orang, 6 di antaranya merupakan para pahlawan cilik yang telah bergabung dengan kami dalam beberapa kali kegiatan. Semoga melalui gelombang cinta kasih ini kami dapat terus menerus menggerakkan hati sesama untuk melestarikan lingkungan dan melakukan tindakan nyata pelestarian lingkungan. Bumi ini adalah tempat tinggal kita bersama, jadikanlah dia sebagai tempat tinggal paling indah yang pernah ada dengan sepasang tangan anda yang paling indah. 

  
 

Artikel Terkait

Bersama Melatih Diri dan Bersumbangsih

Bersama Melatih Diri dan Bersumbangsih

30 Agustus 2016

Kerja sama terus dilakukan Ehipassiko School dan Yayasan Buddha Tzu Chi sesuai dengan visi dan misi keduanya. Guru-guru dan staf sekolah Ehipassiko pun mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih untuk mendalami visi misi dan budaya humanis Tzu Chi.

Menjadi Anak Mandiri dan Bertanggung Jawab

Menjadi Anak Mandiri dan Bertanggung Jawab

24 Mei 2018
Di akhir tahun ajaran, murid kelas K2 yang nantinya akan naik ke P1, mengadakan acara Handover. Handover adalah semacam kegiatan memperkenalkan sekaligus mewariskan tanggung jawab yang telah mereka emban ke adik-adik kelas mereka di K1. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengasah tanggung jawab dan kemandirian murid-murid TK ini.
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -