Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini Untuk Melindungi Ginjal Anak

Jurnalis : Lestin Trisiati, Rini (He Qi Jakarta Utara 3), Fotografer : Lestin Trisiati, Rini (He Qi Jakarta Utara 3)
dr. Eric Ferdinand menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal anak sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat kepada Gan En Hu.

Pada Minggu, 5 Juli 2026, Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 menggelar kegiatan Gathering Gan En Hu (GEH) di Basement Gedung DAAI TV, Tzu Center PIK, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti sejumlah 20 relawan Tzu Chi dengan tema Penyakit Ginjal Anak Akibat Gaya Hidup sebagai upaya meningkatkan pemahaman para orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal anak melalui penerapan pola hidup sehat sejak usia dini.

Belakangan ini, penyakit ginjal pada anak semakin menjadi perhatian masyarakat. Akibat dari kebiasaan pola makan yang kurang sehat, konsumsi makanan tinggi gula dan garam, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan mengonsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang pada akhirnya memengaruhi fungsi ginjal. Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak memahami bahwa menjaga kesehatan ginjal dimulai dari kebiasaan sederhana yang diterapkan setiap hari di lingkungan keluarga.

Merry Tiaras, selaku PIC kegiatan, mengatakan bahwa tema tersebut diangkat dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak, agar semakin banyak orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal anak sejak dini. "Harapan kami, melalui kegiatan ini para orang tua mendapatkan pengetahuan untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga aaaagar kesehatan ginjal anak dapat terjaga. Kami juga berterima kasih kepada dr. Eric Ferdinand yang telah meluangkan waktunya untuk mengambil ladang berkah bersama kami serta berbagi ilmu kepada para penerima bantuan," ujar Merry.

Para peserta tampak antusias saat sesi edukasi dengan aktif berdiskusi mengenai pola hidup sehat di dampingi relawan Tzu Chi.

Dalam kegiatan ini, sesi materi disampaikan oleh dr. Eric Ferdinand, seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Kelapa Gading dan RSUD Cilincing. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah. Selain itu, ia juga menjelaskah bahwa jumlah nefron atau unit penyaring ginjal tidak dapat bertambah ketika mengalami kerusakan. Oleh karena itu, penting menjaga kesehatan ginjal sejak usia dini untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal di kemudian hari.

Selain mengenalkan fungsi ginjal, dr. Eric juga mengajak peserta mengenali gejala awal gangguan ginjal pada anak, seperti urine berbusa yang tidak hilang dalam satu hingga dua menit, urine berwarna merah atau cokelat, bengkak pada kelopak mata terutama saat pagi hari, bengkak pada kaki, serta tekanan darah tinggi. Ia mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila menemukannya.

Siti Ngaenah, salah satu peserta yang tampak aktif memberikan pertanyaan.

Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu peserta, Ibu Siti Ngaenah, menceritakan pengalamannya menghadapi anak berkebutuhan khusus yang terbiasa mengonsumsi nasi dalam jumlah banyak pada malam hari. "Kalau malam anak saya selalu minta makan nasi, kalau tidak dituruti, dia bisa tantrum. Saya jadi bingung bagaimana mengatur pola makannya supaya lebih sehat," ungkap Ibu Siti.

Menanggapi hal tersebut, dr. Eric menjelaskan bahwa perubahan pola makan, terutama pada anak berkebutuhan khusus, perlu dilakukan secara bertahap agar anak dapat beradaptasi tanpa merasa dipaksa. Pola makan sehat harus dibangun sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar aturan untuk melakukan pengurangan nasi ke dalam porsi makan anak, hal itu dilakukan secara perlahan agar anak dapat menyesuaikan diri."Yang terpenting bukan langsung menghilangkan nasi, tetapi mengatur porsinya, dengan menambahkan sumber protein seperti telur, ikan, atau ayam, serta perbanyak sayur dan buah,” ucap dr. Eric.

Beliau juga menambahkan bahwa menjaga kesehatan ginjal, tidak hanya dilakukan ketika anak sudah sakit. Melalui kebiasaan sederhana seperti membiasakan minum air putih yang cukup, mengurangi makanan tinggi gula dan garam, membatasi konsumsi minuman manis, mengajak anak aktif bergerak, serta membatasi penggunaan gawai merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Menurutnya, orang tua memegang peran penting karena anak akan meniru kebiasaan yang diterapkan di rumah.

Suasana penuh keakraban terjalin saat relawan dan para penerima bantuan bernyanyi serta melakukan gerakan isyarat tangan sebagai ungkapan kebersamaan yang penuh sukacita.

Semangat yang tumbuh melalui kegiatan ini, sejalan dengan ajaran Master Cheng Yen dalam Tiga Resolusi, "Saya tidak akan memohon tubuh yang sehat, hanya berharap memiliki kebijaksanaan dan kecemerlangan," Ajaran tersebut mengingatkan bahwa kesehatan bukan hanya tentang memiliki tubuh yang kuat, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Dengan kebijaksanaan, orang tua dapat membimbing anak membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, mulai dari memilih makanan bergizi, membatasi konsumsi gula dan garam, mencukupi kebutuhan air putih, hingga mengajarkan pentingnya menjaga tubuh sebagai wujud rasa syukur atas kehidupan.

Salah satu relawan kembang, Azizah, ia mengungkapkan rasa harunya pertama kali mengikuti kegiatan gathering GEH ini, "Saya senang dan bersyukur bisa ikut kegiatan ini, karena di sini saya merasa bisa bermanfaat bagi orang lain yang membuat saya semakin sadar bahwa masih banyak orang yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Selain itu, saya juga disambut dengan hangat oleh para relawan," ungkap Azizah.

Dengan rasa bahagia relawan Tzu Chi memberikan bantuan kepada para Gan En Hu sebagai wujud kepedulian serta semangat berbagi kasih kepada sesama.

Dengan menutup kegiatan kali ini, para relawan menjalin kebersamaan dengan melakukan gerakan isyarat tangan dengan bernyanyi penuh suka cita. Tak hanya itu, relawan Tzu Chi, Lo Hok Lay, yang menjadi pemandu acara ini juga mengajak para peserta untuk menjadikan materi yang telah disampaikan sebagai bekal untuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. "Melalui Gathering Gan En Hu ini, kami berharap para orang tua tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat demi menjaga kesehatan anak-anak," ujarnya.

Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, setiap keluarga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anak sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka agar tetap sehat hingga dewasa. Demikian pengetahuan yang diperoleh dalam Gathering Gan En Hu diharapkan tidak berhenti sebagai wawasan, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun keluarga yang lebih sehat dan harmonis.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Berbagi Rasa Syukur dengan Penerima Bantuan

Berbagi Rasa Syukur dengan Penerima Bantuan

12 April 2023

Relawan He Qi Utara 2 menyelenggarakan Gathering Gan En Hu (Penerima bantuan jangka panjang) yang rutin diadakan pada awal bulan di Basement Gedung DAAI TV. 

Mewariskan Dharma melalui Penggalangan Hati dan Donasi

Mewariskan Dharma melalui Penggalangan Hati dan Donasi

19 Mei 2023

Komunitas He Qi Utara 2 pada 7 Mei 2023 mengadakan Gathering Gan En Hu yang dihadiri oleh 47 Gan En Hu yang berkumpul di Basement Tower 2 Gedung DaAi TV. 

Pendampingan yang Tak Pernah Terhenti di Misi Amal Tzu Chi

Pendampingan yang Tak Pernah Terhenti di Misi Amal Tzu Chi

09 Oktober 2025

Kegiatan Kepulangan Gan En Hu di Tzu Chi Medan menjadi wadah pendampingan penuh makna bagi para penerima bantuan, mempererat tali silaturahmi dan menghadirkan semangat kebersamaan.

Kita hendaknya bisa menyadari, menghargai, dan terus menanam berkah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -