Teratai Cup 2026: Kuat Bersama, Anak-Anak Teratai Maju Berkarya

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Ketua Misi Amal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Wie Sioeng (kiri) bersama Kepala Departemen Bakti Amal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Yully Kusnadi (kanan), memberikan sertifikat kepada Kalbe Nutritionals sebagai bentuk apresiasi dari kolaborasi yang terjalin.

Suara sorak dan tawa anak-anak memenuhi lapangan bola Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Minggu, 12 Juli 2026. Dengan penuh semangat, mereka menyusun gelas, memindahkan bola, hingga bekerja sama menyusun kata. Bukan sekadar mengejar kemenangan, setiap permainan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar saling mengenal, berkomunikasi, dan bekerja sama.

Hari itu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkolaborasi dengan Kalbe Nutritionals mengadakan Teratai Cup 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 233 Anak Teratai yang berasal dari 11 komunitas relawan Tzu Chi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Beragam perlombaan disiapkan untuk melatih kekompakan dan membangun keakraban di antara para peserta. Anak-anak mengikuti lomba menyusun gelas menjadi bentuk piramida secara estafet, memindahkan bola dari keranjang dengan menggunakan sebuah gagang kecil, serta menyusun kata secara berkelompok.

Setiap kelompok tidak hanya diisi oleh anak-anak dari satu komunitas. Para peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, digabungkan menjadi satu tim. Melalui pembagian kelompok tersebut, mereka diajak untuk beradaptasi, saling membantu, dan menyelesaikan tantangan bersama.

Ketua Misi Amal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Wie Sioeng, menjelaskan bahwa Teratai Cup menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan keberanian sekaligus mempererat hubungan antar Anak Teratai.

“Ini tahun ketiga diselenggarakannya Teratai Cup, kegiatan ini untuk mendukung anak-anak memiliki keberanian, kedua juga mereka bisa melihat bahwa banyak saudara-saudaranya dari berbagai komunitas di Tzu Chi Jakarta yang sama-sama bisa berkiprah sesuai dengan tema kita hari ini ‘Kuat Bersama, Maju Berkarya’,” jelas Wie Sioeng.

Relawan Tzu Chi, Tzu Ching, dan staf DAAI TV Indonesia turut mendukung acara dan mendampingi para Anak Teratai dalam setiap lomba yang diikuti.

Dalam lomba memindahkan gelas secara estafet dengan menggunakan sedotan, para anak-anak dilatih untuk bisa saling bekerja sama.

Teratai Cup telah diselenggarakan sejak tahun 2024. Setiap tahunnya, kegiatan ini mengangkat konsep dan pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak-anak.

Kepala Departemen Bakti Amal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Yully Kusnadi, menerangkan bahwa pada setiap penyelenggaraaan Teratai Cup setiap tahunnya memiliki konsep yang berbeda untuk memacu perkembangan anak.

“Kita itu memulainya di 2024, di tahun itu kita lebih ke arah kemampuan mereka untuk berpidato, untuk nyanyi, performance art, dan drama. Lalu pada 2025 kita merasa ada kebutuhan untuk mereka belajar mengenai dunia digital. Nah tahun ini, kita angkat tema memang ‘Kuat Bersama, Maju Berkarya’, kita mau mengajarkan mereka untuk berkolaborasi,” tutur Yully Kusnadi.

Tema “Kuat Bersama, Maju Berkarya” diwujudkan melalui perlombaan yang membutuhkan kerja sama. Anak-anak tidak dapat menyelesaikan permainan hanya dengan mengandalkan kemampuan pribadi. Mereka perlu mendengarkan arahan, membagi tugas, serta memberikan dukungan kepada anggota kelompok lainnya.

Setelah menyelesaikan berbagai perlombaan di lapangan, kegiatan dilanjutkan di ruang Xi She Ting. Di ruangan tersebut, Anak-Anak Teratai dari berbagai komunitas menampilkan perlombaan Shou Yu atau isyarat tangan.

Dengan gerakan yang selaras dan penuh makna, para peserta tampil di atas panggung bersama teman-temannya. Hal ini bisa menjadi menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri.

“Pada dasarnya kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiri di panggung yang wah (mewah). Jadi mereka punya boost, confidence, dan mereka merasa bahwa saya ini mungkin berasal dari sekolah yang tidak mempunyai aula atau auditorium, tapi di Tzu Chi saya belajar untuk tampil dan percaya diri bersama teman-teman saya,” tambahnya.

Salah satu lomba mengambil huruf dan disusun menjadi kata serta kalimat, para anak dilatih untuk berkomunikasi dengan rekan setim dengan baik, karena rekan yang mengambil huruf harus menggunakan penutup mata.

Bagi sebagian anak, berdiri di atas panggung besar mungkin menjadi pengalaman yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Melalui Teratai Cup, mereka memperoleh ruang yang sama untuk menunjukkan kemampuan tanpa memandang latar belakang sekolah maupun komunitas asalnya.

Perubahan sikap anak-anak juga terlihat dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. Anak-anak yang dahulu masih merasa ragu kini mulai berani berinteraksi dan tampil bersama.

“Tahun kemarin mereka masih agak canggung, ragu, dan minder, tapi hari ini kita lihat mereka penuh ceria, penuh semangat, dan percaya dirinya tinggi. Bahwa mereka adalah sama dan mereka bisa bekarya bersama,” ujar Wie Sioeng.

Kegiatan Teratai Cup 2026 turut didukung oleh relawan Tzu Chi dari berbagai komunitas, Tzu Ching, serta staf DAAI TV Indonesia. Kehadiran para pendamping membantu memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib.

Pada akhirnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam Teratai Cup. Lebih dari itu, kebersamaan yang terjalin selama permainan dan penampilan menjadi pengalaman yang akan dibawa pulang oleh anak-anak. Mereka belajar bahwa perbedaan usia dan komunitas bukanlah penghalang untuk saling mendukung.

Semangat dalam Mengejar Pendidikan dan Masa Depan

Bantuan pendidikan yang diberikan Tzu Chi tidak hanya membantu anak-anak melanjutkan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman, kebersamaan, serta motivasi untuk terus mengejar cita-cita. Hal tersebut dirasakan oleh Louis Amadio dan Bianca Cleopatra Frederica, dua Anak Teratai yang mengikuti berbagai kegiatan bersama relawan Tzu Chi.

Louis Amadio, tampak bersemangat dan bahagia ketika mengikuti salah satu lomba di Teratai Cup 2026.

Louis Amadio (18), siswa kelas 12 jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), telah bergabung menjadi bagian dari Anak Teratai Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang selama tiga tahun. Selain mendapatkan bantuan biaya pendidikan, Louis juga memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran melalui berbagai kegiatan yang diadakan bersama relawan Tzu Chi Tangerang.

Kebersamaan yang terjalin selama mengikuti kegiatan membuat Louis merasa bersyukur. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang telah diterimanya selama tiga tahun terakhir.

“Saya ingin berterima kasih, Gan En kepada Tzu Chi yang telah membantu sekolah saya selama tiga tahun ini. Tentunya sangat membantu untuk mengejar pendidikan dan masa depan saya. terima kasih kepada para relawan yang sudah mensupport saya,” tambahnya.

Bianca Cleopatra Frederica (kedua kanan) bersama teman-temannya saat mengkuti lomba Shou Yu di Teratai Cup 2026.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Bianca Cleopatra Frederica (17), Anak Teratai Tzu Chi komunitas He Qi Cikarang. Bianca merupakan siswa kelas 11 SMK jurusan akuntansi. Ia telah menjadi bagian dari Anak Teratai sejak duduk di kelas 5 Sekolah Dasar.

Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi Bianca adalah Teratai Cup yang diadakan setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Anak Teratai untuk berkumpul, bermain, dan membangun kebersamaan.

“Di Tzu Chi tuh ada Teratai Cup dan itu bikin kita happy, karena kita bisa senang-senang di Teratai Cup,” ungkapnya.

Dalam Teratai Cup, Bianca mengikuti berbagai perlombaan bersama Anak Teratai dari komunitas lain. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus memperluas pertemanan. Tidak hanya memberikan kegembiraan, pertemuan dan kegiatan Anak Teratai juga menjadi penyemangat bagi Bianca untuk terus belajar dan mengejar cita-citanya.

“Bikin aku jadi semangat belajar, karena kan kita ada pertemuan dan selalu diingetin untuk kejar mimpi kalian, biar nanti kedepannya enggak ada penyesalan,” ungkap Bianca.

Bagi Louis dan Bianca, menjadi bagian dari Anak Teratai bukan hanya tentang menerima bantuan pendidikan. Mereka juga memperoleh perhatian, persahabatan, motivasi, serta pengalaman yang menjadi bekal dalam melangkah menuju masa depan.

Pada akhirnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam Teratai Cup. Lebih dari itu, kebersamaan yang terjalin selama permainan dan penampilan menjadi pengalaman yang akan dibawa pulang oleh anak-anak.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Teratai Cup 2024: Saling Mengenal dan Menggali Potensi

Teratai Cup 2024: Saling Mengenal dan Menggali Potensi

25 Juni 2024

Tzu Chi Indonesia mengadakan perlombaan Teratai Cup 2024 bagi anak-anak asuh yang dibantu Tzu Chi pada Sabtu, 22 Juni 2024 dengan tajuk “Menggali Potensi Menggapai Masa Depan”.

Teratai Cup 2026: Kuat Bersama, Anak-Anak Teratai Maju Berkarya

Teratai Cup 2026: Kuat Bersama, Anak-Anak Teratai Maju Berkarya

13 Juli 2026

Sebanyak 233 Anak Teratai dari 11 komunitas relawan Tzu Chi mengikuti Teratai Cup 2026 di Tzu Chi Center, Jakarta Utara. Melalui berbagai permainan kelompok, anak-anak belajar beradaptasi, berkomunikasi dan bekerja sama.

Super Meriah, Pengumuman Juara Teratai Cup Diwarnai Keceriaan dan Sukacita

Super Meriah, Pengumuman Juara Teratai Cup Diwarnai Keceriaan dan Sukacita

23 Juli 2024

Rangkaian perlombaan Teratai Cup 2024 akhirnya sudah menemukan juaranya. Tak hanya juara, Teratai Cup ternyata telah menumbuhkan bakat-bakat luar biasa dari Anak Teratai.

Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -