TIMA Edukasi Bahaya Narkoba kepada Murid Budi Pekerti Pekanbaru
Jurnalis : Lina Lecin (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru)
dr. Saverin anggota TIMA Pekanbaru dalam penyampaian materinya tentang “Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba” di depan murid kelas budi pekerti Tzu Shao (SMP - SMA) Tzu Chi Pekanbaru. Dalam materinya dr, Saverin mengajak para murid kelas budi pekerti Tzu Shao untuk menjauhi dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya Narkoba.

Para murid kelas budi pekerti memperagakan bahasa isyarat tangan yang berjudul "Yang Guang Xi Wang Ai" (Mentari, Harapan dan Cinta)”. Pertemuan kelas budi pekerti ini dihadiri 73 murid Huoban men (partner/mitra) dan didampingi 11 dui fu mama (guru pendamping).

dr. Saverin juga memberi kesempatan kepada siswa budi pekerti dalam sesi tanya jawab dan diskusi tentang masalah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.

Theon Hubert, salah satu murid kelas budi pekerti memberikan tanggapannya tentang bahaya narkoba dan menghindari lingkungan yang tidak baik. Tanggapan yang sama diberikan oleh Rayvan yang dengan tegas untuk tidak mencoba-coba dan menhindari lingkungan yang tidak baik.

Relawan pelayanan atau sering disebut sheng huo zhu yang bertugas bekerja sama menyiapkan bahan masakan di dapur relawan di Tzu Chi dengan suka cita. Pertemuan pun ditutupi dengan doa makan bersama seluruh peserta menikmati nasi kari vegetarian yang telah disiapkan tim konsumsi dengan penuh sukacita.
Artikel Terkait
Menggapai Masa Depan yang Cemerlang
29 November 2016Menanamkan Budi Pekerti Sejak Dini
28 November 2018Menyadari pentingnya penerapan budi pekerti, para orang tua mengikutsertakan anak-anak mereka di Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen atau biasa disebut Kelas Budi Pekerti. Di kelas ini anak-anak mendapatkan bimbingan dari para guru untuk bersikap humanis dan melaksanakan budi pekerti yang baik.
Bersyukur Atas Budi Orang Tua
11 Mei 2018Tim pendidikan komunitas Tzu Chi He Qi Utara 1 mengadakan kelas budi pekerti bertema “Bulan Bakti”. Sebanyak 79 anak melakukan prosesi basuh kaki dan persembahan teh kepada orang tua, serta memberikan ungkapan kasih sayang melalui bunga, kartu, dan surat.







Sitemap