TIMA Edukasi Bahaya Narkoba kepada Murid Budi Pekerti Pekanbaru

Jurnalis : Lina Lecin (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru)

dr. Saverin anggota TIMA Pekanbaru dalam penyampaian materinya tentang “Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba” di depan murid kelas budi pekerti Tzu Shao (SMP - SMA) Tzu Chi Pekanbaru. Dalam materinya dr, Saverin mengajak para murid kelas budi pekerti Tzu Shao untuk menjauhi dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya Narkoba.

Pada Minggu, 9 Maret 2025, pukul 13.30 WIB, murid-murid kelas Budi Pekerti Tzu Shao (SMP - SMA) Tzu Chi Pekanbaru mengadakan pertemuan kedelapan. Ada 73 murid Huoban Men (partner/mitra) dan 11 Dui Fu Mama (pendamping) hadir dalam acara tersebut.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba,” yang disampaikan oleh dr. Saverin, anggota TIMA Pekanbaru. Dalam pemaparannya, dr. Saverin menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenisnya, karakteristiknya, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba. dr. Saverin juga memberikan informasi tentang langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghindari bahaya narkoba.

Para murid kelas budi pekerti memperagakan bahasa isyarat tangan  yang berjudul "Yang Guang Xi Wang Ai" (Mentari, Harapan dan Cinta)”. Pertemuan kelas budi pekerti ini dihadiri 73 murid Huoban men (partner/mitra) dan didampingi 11 dui fu mama (guru pendamping).

dr. Saverin juga memberi kesempatan kepada siswa budi pekerti dalam sesi tanya jawab dan diskusi tentang masalah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.

“Harapan saya, semoga pengetahuan para Huoban Men semakin meningkat pengetahuannya setelah mengikuti penyuluhan ini, dan mereka semua dapat terhindar dari bahaya narkoba,” ujar dr. Saverin.

Materi yang dibawakan oleh dr. Saverin disampaikan dengan gaya penyampaian yang mudah di pahami oleh murid kelas budi pekerti sehingga para murid sangat antusias mengikuti penjelasan materi tentang bahaya narkoba. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan memberikan tanggapan, membuat sesi diskusi tanya jawab menjadi sangat menarik dan interaktif.

Theon Hubert, salah satu murid kelas budi pekerti memberikan tanggapannya tentang bahaya narkoba dan menghindari lingkungan yang tidak baik. Tanggapan yang sama diberikan oleh Rayvan yang dengan tegas untuk tidak mencoba-coba dan menhindari lingkungan yang tidak baik.

Relawan pelayanan atau sering disebut sheng huo zhu yang bertugas bekerja sama menyiapkan bahan masakan di dapur relawan di Tzu Chi dengan suka cita.  Pertemuan pun ditutupi dengan doa makan bersama seluruh peserta menikmati nasi kari vegetarian yang telah disiapkan tim konsumsi dengan penuh sukacita.

Beberapa peserta murid kelas budi pekerti pun mengungkapkan pendapat mereka. Theon Hubert, salah satu Huoban Men, berkata, “Kita harus menghindari lingkungan yang buruk dan jangan sampai terjerumus ke dalam situasi negatif, karena kita bisa saja terjebak.” Rayvan, Huoban Men lainnya, juga menambahkan, “Kita harus berani untuk berkata tidak pada narkoba.” Sementara itu, Grace, peserta lainnya, menyatakan, “Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan kita.”

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan makan siang, di mana seluruh peserta menikmati hidangan nasi kari vegetarian yang telah disiapkan oleh tim konsumsi (Sheng Huo Zhu) dengan penuh sukacita.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Cintai Lingkungan, Selamatkan Bumi

Cintai Lingkungan, Selamatkan Bumi

21 Maret 2017

Agar setiap orang dapat menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan bumi, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun memberikan pembelajaran kepada siswa kelas budi pekerti Xiao Tai Yang tentang cara mencintai bumi. Kegiatan kelas budi pekerti diadakan pada tanggal 19 Maret 2017.

Belajar Lapang Dada, Toleransi, Pengertian, dan Bersyukur

Belajar Lapang Dada, Toleransi, Pengertian, dan Bersyukur

17 April 2023
Kelas Budi Pekerti di He Qi Pusat kali ini mengajarkan tentang sikap-sikap teladan yang harus dipraktikkan semua orang. Salah satunya tentang berlapang dada.
Belajar Toleransi Beragama Sedari Dini

Belajar Toleransi Beragama Sedari Dini

18 April 2023

Kelas Budi Pekerti kali ini mengajarkan para siswa tentang cara membuat ketupat sekaligus makna toleransi antar umat beragama dan saling menghormati seperti makna yang terkandung dari filosofi ketupat.

Gunakanlah waktu dengan baik, karena ia terus berlalu tanpa kita sadari.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -