Training Relawan: Bersungguh Hati Mempraktikkan Dharma

Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Dimin (He Qi Barat), Henry Tando (He Qi Utara)
 
 

foto
Pada sesi kebaktian kali ini dengan melakukan doa penghormatan kepada Sutra Teratai, pradaksina, meditasi, dan doa pertobatan.

Barisan biru putih dan abu putih tampak rapi dan teratur ketika memasuki auditorium pembabaran Sutra, Aula Jing Si lantai 4. Dengan penuh semangat para relawan mengikuti sesi kebaktian yang akan dilakukan hingga siang. Pada sesi kebaktian kali ini dengan melakukan doa penghormatan kepada Sutra Teratai, Pradaksina, meditasi, doa pertobatan.

 

Pradaksina merupakan bentuk sikap penghormatan yang dilakukan dengan cara berjalan dan mengelilingi obyek yang dituju. Terdapat empat syair kata-kata Master Cheng Yen sebagai jiwa semangat 4 in 1. Syair yang pertama: “Bola kristal berpusat pada satu titik yang sama” yang memiliki arti insan di dunia memiliki welas asih atau hati Buddha dalam dirinya. Syair kedua: “Hutan Bodhi berasal dari akar yang sama” bahwa setiap manusia berasal dari sumber yang sama. Syair ketiga: “Insan Tzu Chi bersatu hati menggarap ladang berkah.” Dengan jiwa welas asih bersama-sama melakukan benih kebajikan dengan membantu sesama yang membutuhkan. Syair keempat: “Akar kebijaksanaan tertanam di jalan Bodhisatwa.” Mengembangkan benih cinta kasih dalam hati dengan turut bersumbangsih menolong orang lain yang mengalami penderitaan maka akan muncul kebijaksanaan dalam diri dan menjadi Bodhisatwa dunia. Empat syair yang merupakan kata-kata Master Cheng Yen memberikan semangat dalam menciptakan berkah kebajikan dan menjadi kata untuk semangat 4 in 1.

Kebaktian yang dipimpin oleh Shi fu dari Taiwan berlangsung dengan hening dan khidmat. Kebaktian menjadi salah satu sesi pada acara Training 4 in 1. Menurut De Ning Shifu, dengan mengikuti kebaktian dapat membersihkan batin bersama-sama dan menenangkan batin. “Dengan mempelajari tata cara beribadah juga dapat mempelajari dan mengembangkan semangat Bodhisatwa,” ungkap De Ning Shifu. Saat kebaktian, setiap orang memberikan penghormatan dengan hati yag tulus kepada Buddha. “Disamping itu kita juga dapat mengintrospeksi diri dan belajar untuk menjadi lebih rendah hati, serta melakukan pertobatan dari dalam lubuk kita,” tambah De Ning Shi fu.

foto  foto

Keterangan :

  • Doa pertobatan yang merupakan satu rangkaian dalam kebaktian pada training 4 in 1 juga berlansung dengan hening. Dengan melantunkan syair pertobatan, berkali-kali bersujud secara bergantian (kiri).
  • Kebaktian yang dipimpin oleh Shifu dari Taiwan berlangsung dengan hening dan kidmat. Menurut De Ning Shifu dengan mengikuti kebaktian dapat membersihkan batin bersama-sama dan menengkan batin (kanan) .

Doa pertobatan yang merupakan satu rangkaian dalam kebaktian pada training 4 in 1 juga berlangsung dengan hening. Dengan melantunkan syair pertobatan, berkali-kali bersujud secara bergantian. Menurut Endang Supriatna, salah satu relawan Tzu Chi dari Hu Ai Kelapa Gading yang non Buddha mengikuti sesi ini hingga akhir. Ia merasa mendapat sesuatu dari doa pertobatan ini. “Saya minta pertobatan kepada Tuhan bahwa kami ini manusia tidak sempurna penuh dengan dosa. Di sini, saya mengecilkan diri sendiri bahwa saya tidak ada apa-apa karena banyak dosa, kami melampiaskan diri untuk merendahkan hati karena kami tidak ada apa-apa sebagai manusia,” ungkap Endang Shixiong yang sudah tidak mampu menahan luapan air mata. Endang Shixiong merasa bersyukur memiliki kesempatan untuk mengikuti training ini. “Hari ini saya sangat bersyukur dapat mengikuti setiap sesi pada training ini. Saya akan ikuti semua sesi karena saya ingin mendapatkan sesuatu dari training ini. Saya ingin di Tzu Chi selama-lamanya,” tekadnya.

foto  foto

Keterangan :

  • Endang Shixiong merasa bersyukur memiliki kesempatan untuk mengikuti training ini. “Hari ini saya sangat bersyukur dapat mengikuti setiap sesi pada training ini. Saya akan ikuti semua sesi karena saya ingin mendapatkan sesuatu dari training ini. Saya ingin di Tzu Chi selama-lamanya,” tekadnya (kiri) .
  • “Saya ikut training 4 in 1 ini karena pengen membimbing ke relawan-relawan baru  Tzu Chi di Bandung,” harap Hendra (kanan) .

Demikian juga Hendra Adiutama, salah satu relawan Tzu Chi Bandung yang aktif di misi amal Tzu Chi ini. “Saya ikut training 4 in 1 ini karena pengen membimbing ke relawan-relawan baru  Tzu Chi di Bandung,” harap Hendra. Meskipun Hendra merupakan salah satu relawan yang bukan beragama Buddha, namun ia merasa tidak canggung dalam melakukan setiap langkah dan gerak pada kebaktian ini. “Dengan acara ini menjadi lebih paham,” ungkap Hendra. Seperti yang disampaikan Master Cheng Yen dalam ceramahnya bahwa menyelami Dharma hendaknya dengan bersungguh hati, sehingga Dharma bisa diserap ke dalam hati untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

  
 

Artikel Terkait

Memberkahi Diri di Jalan Tzu Chi

Memberkahi Diri di Jalan Tzu Chi

03 November 2016

Kegiatan pelestarian lingkungan Tzu Chi diadakan di halaman salah satu relawan Tzu Chi yang terletak di komplek Griya Riatur. Sebanyak 32 relawan bersama-sama melakukan pemilahan sampah daur ulang pada tanggal 30 Oktober 2016. Kegiatan pelestarian lingkungan ini pun mendapat apresiasidari berbagai pihak, tak terkecuali petugas keamanan kompleks.

Pekan Amal Tzu Chi 2018: Saatnya Berbuat Kebajikan

Pekan Amal Tzu Chi 2018: Saatnya Berbuat Kebajikan

23 April 2018
Salah satu keluarga penerima bantuan Tzu Chi turut hadir dalam Pekan Amal Tzu Chi 2018. Hari itu, 22 April 2018, Replan Manik menempuh perjalanan selama empat jam, untuk bisa sampai ke Tzu Chi Center. Replan bertekad, walaupun belum bisa bersumbangsih dalam bentuk dana, tetapi ia bersyukur masih bisa bersumbangsih waktu dan tenaga sebagai wujud terima kasihnya kepada Tzu Chi.
Pemberkahan Akhir Tahun 2017 untuk Gan En Hu

Pemberkahan Akhir Tahun 2017 untuk Gan En Hu

18 Januari 2018
Pagi itu,  Minggu 7 Januari 2018, jarum pendek jam dinding baru mengarah ke angka 7. Namun para relawan di Depo Titikuning Medan tengah bersiap menyambut kedatangan para Gan En Hu atau penerima bantuan Tzu Chi.
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -