Training Relawan Pendidikan: Menjadi Teladan Yang Baik
Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Yuliati|
|
| ||
| Di hari kedua, Minggu 23 Maret 2014, sebanyak 128 relawan pendidikan yang berasal dari Jakarta, Biak, Palembang, Batam, Singkawang, Tangerang, dan Tzu Chi Perwakilan Sinarmas bersama-sama dengan antusias mengikuti kegiatan ini. Dalam pelatihan ini juga ada sharing dari Kepala TK Tzu Chi School, Iing Felicia Joe. Ms. Iing menjelaskan tentang bagaimana membangun simpati dan empati anak-anak sehubungan dengan teman-teman mereka yang terkena bencana. Membangun rasa simpati dan empati memang harus dilakukan sejak anak-anak masih usia dini. Ia juga berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para relawan pendidikan jauh lebih mengetahui perkembangan anak jika akan memberikan pelajaran tertentu. “Jangan sampai dalam memberikan pelajar itu tidak relevan dengan subjek yang akan diberikan berkaitan dengan tumbuh kembangnya anak,”ucap Iing.
Keterangan :
“Kita Ingin Akar dan Batang itu Bagus” Bagi Fang Fang, banyak pengetahuan baru yang diperoleh dalam pelatihan ini. Ia juga bertekad akan bersama-sama timnya untuk mengembangkan kelas budi pekerti di Batam. “Selama empat tahun ini, saya merasa ingin lebih maju lagi (kelas budi pekerti),” ungkapnya. Pendidikan kelas budi pekerti yang diadakan di Batam hanya sekali dalam sebulan. Untuk itu ia berharap orangtua juga turut berpartisipasi aktif dalam mendidik anak. “Kegiatan kita sebulan sekali. Rasanya apa yang kita berikan kurang. Saya berharap orangtua meskipun sibuk tetap memberikan perhatian kepada anaknya. Peran orangtua sangat berpengaruh,” kata Fang Fang. “Kita ingin akar dan batangnya bagus. Paling <em>nggak </em>ranting-rantingnya juga bagus,” tambahnya.
Keterangan :
Menjadi Seorang Pendidik Bukan Pengajar Ridwan bertekad ingin menjadi seorang pendidik yang baik dan bisa dijadikan teladan bagi anak didiknya. “Saya ingin menjadi seorang pendidik, bukan pengajar. Seorang pendidik menanamkan nilai, memiliki hati nurani sangat bijak dan cinta kasih. Seperti yang dikatakan Master Cheng Yen bahwa guru-guru harus menggunakan hati nurani untuk mengajarkan budi pekerti,” ucap Ridwan. Ia juga mengatakan akan berusaha untuk mengubah dirinya menjadi guru yang penuh welas asih. “Saya akan benahi diri saya. dengan mentransfer ilmu yang saya miliki, akan mengubah budi pekerti yang baik bagi murid-murid saya. Dan saya ingin menjadi lebih bijaksana,” tambahnya. Seorang pendidik adalah yang meratakan jalan bagi para anak didik. Apabila ingin anak didik berjalan di jalan yang menuju masa depan yang baik dengan budi pekerti yang baik, tentu harus menjadi teladan bagi mereka. Semua ucapan dan tindakan yang dilakukan merupakan teladan yang paling penting. | |||
Artikel Terkait
Untuk Kali yang Lebih Bersih
08 Maret 2011 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan sosialisasi kepada warga di Kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara pada tanggal 4 Maret 2011. Sosialisasi pertama dilakukan di Kelurahan Pejagalan pada pukul 16.00 – 17.30 WIB dan kemudian di Kelurahan Kapuk Muara pada pukul 20.00 – 22.00 WIB.
Peduli Kesehatan Masyarakat Panipahan
19 Agustus 2025Relawan Tzu Chi mengadakan bakti sosial kesehatan di Vihara BodhiRama, Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada 9 Agustus 2025. Kegiatan ini berkolaborasi dengan relawan medis dan Tzu Chi Pekanbaru.
Zhen Shan Mei Day 2023: Mencatat Sejarah, Menjadi Mata dan Telinga Master Cheng Yen
27 November 2023Zhen Shan Mei Day digelar pada 25-26 November 2023 dengan tema “Mewariskan Jejak Bodhisatwa”. Sebanyak 94 relawan dari seluruh wilayah Indonesia antusias mengikuti kegiatan ini.










Sitemap