Tzu Chi Medan Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani, Julin (Tzu Chi Medan)

Susanto Mukshin, Wakil Korbid Tanggap Darurat Tzu Chi Medan menjelaskan bantuan yang diberikan kepada warga masing paket berupa 10 kg beras, 20 bungkus mi instan, dan dua buah sabun. Ia berharap bantuan ini dapat bermanfaat di masa darurat para warga.

Erupsi Gunung Sinabung kembali membawa duka bagi masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pada 31 Agustus 2026, Gunung Sinabung mencatatkan erupsi dengan ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 3.500 meter dari puncak. Menurut penjelasan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut accompanied oleh aktivitas kegempaan vulkanik yang masih terus terjadi di dalam tubuh gunung.

​Merespons kondisi darurat tersebut, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan bergerak cepat untuk meringankan beban warga terdampak. Pada 10 September 2026, Tzu Chi Medan menyalurkan sebanyak 1.000 paket bantuan logistik yang tersebar di tiga titik lokasi, yaitu:

  • ​Desa Kuta Tengah: 208 sak beras (@10 kg), 104 kotak mi instan, dan 208 buah sabun cuci.
  • Kantor Kepala Desa Payung: 654 sak beras (@10 kg), 327 kotak mie instan, dan 654 buah sabun cuci.
  • Balai Desa Sukatepu: 138 sak beras (@10 kg), 69 kotak mie instan, dan 138 buah sabun cuci.

Relawan bersama dengan Kades serta pengurus menyerahkan bantuan secara simbolis untuk warga terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Relawan dan warga lainnya berkumpul di Posko Pengungsian Jambur Desa Sitepu. Pada momen itu, mereka mendengarkan kata sambutan dari Kades sebelum bantuan disalurkan.

​"Kami memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat yang membutuhkan suplai bantuan untuk meringankan beban mereka, sekaligus memberikan perhatian agar masyarakat merasa terhibur secara batin. Dalam perjalanan, kendati diguyur hujan, tidak ada hambatan yang menyulitkan dan semangat lima orang relawan yang turun tidak berkurang sedikit pun untuk berbagi hingga malam hari," ujar Susanto Mukshin, Wakil Koordinator Bagian Tanggap Darurat Komunitas Hu Ai Perintis, “kami bergerak secepat mungkin agar penderitaan masyarakat terdampak dapat berkurang.”

​Gotong Royong dan Secercah Harapan di Pengungsian
​Di Desa Kuta Tengah, kedatangan relawan disambut langsung oleh Kepala Desa Kuta Tengah, Edison Ginting. Bersama warga setempat, relawan bahu-membahu melansir paket bantuan ke lokasi penampungan di Posko Pengungsian Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Karo.

​"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, khususnya atas nama masyarakat. Bapak dan Ibu relawan telah membantu kami yang sedang berada di pengungsian. Semoga Bapak dan seluruh relawan murah rezeki serta diberikan kesehatan. Semoga bencana ini cepat berlalu sehingga warga kami dapat beraktivitas kembali," ungkap Edison Ginting.

Wija Br Sitepu (jaket merah) mendapat perhatian dari relawan. Ia dan warga lainnya berkumpul di posko untuk menerima bantuan dari Tzu Chi.

​Bagi para petani di kaki Gunung Sinabung, erupsi bukan hanya ancaman keselamatan, melainkan juga kehancuran mata pencaharian. Abu vulkanik tebal yang menyelimuti perkebunan membuat tanaman warga rusak dan gagal panen. ​Kisah pilu itu dialami Farida (60), seorang janda warga Desa Kuta Tengah yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berkebun bersama anak dan cucunya.

​"Erupsi akhir-akhir ini merusak tanaman cabai, kentang, dan kopi saya. Abu vulkanik membuat lahan kami hangus gosong hingga tidak bisa panen sama sekali. Kami rugi besar. Hari ini mendapat bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sungguh sangat membantu. Terima kasih sudah peduli pada kami," tutur Farida dengan raut wajah haru. Relawan pun berpesan agar Farida senantiasa menjaga kesehatan agar dapat kembali beraktivitas dengan baik.

Dua truk yang berisi paket bantuan Tzu Chi bersiap-siap berangkat ke Kabupaten Karo untuk menyalurkan bantuan.

Relawan bersama warga melansir bantuan yang siap disalurkan di posko pengungsian.

​Kondisi serupa dirasakan oleh Wija Br Sitepu (52), seorang petani cabai dan kentang yang berkebun bersama suami dan anaknya. ​"Cuaca ekstrem dan erupsi membuat tanaman kami kosong tanpa hasil. Pada erupsi besar tahun 2010 lalu, kami sempat direlokasi ke Berastagi. Saat erupsi terjadi, anak-anak tidak bisa sekolah dan kami kebingungan untuk makan. Bantuan hari ini sangat bermanfaat bagi kondisi kami saat ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi," kata Wija.

​Bantuan bahan pangan dan kebutuhan harian mungkin akan habis seiring berjalannya waktu, namun hangatnya aliran cinta kasih dan kepedulian yang ditebarkan para relawan akan terus membekas di hati warga. Semoga bencana erupsi Gunung Sinabung segera berlalu, sehingga masyarakat dapat kembali menata kehidupan yang lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Uluran Tangan Untuk Korban Erupsi Gunung Kelud

Uluran Tangan Untuk Korban Erupsi Gunung Kelud

21 Maret 2014 Para relawan menyebar di beberapa tempat di mall dengan senyum yang ramah dan menghilangkan rasa ego dalam diri, bersama-sama mengetuk hati para pengunjung untuk ikut peduli dengan menyisihkan uang mereka.
Peduli Korban Erupsi Semeru, Tzu Chi Bersama MaKo Armada 1 Bagikan 3 Ribu Paket Beras

Peduli Korban Erupsi Semeru, Tzu Chi Bersama MaKo Armada 1 Bagikan 3 Ribu Paket Beras

23 Desember 2021

Tim Tanggap Darurat Tzu Chi Indonesia hadir dan secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada prajurit Satgas penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.

Tzu Chi Medan Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Tzu Chi Medan Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung

17 September 2026

Relawan Tzu Chi Medan bergerak cepat meringankan beban warga terdampak erupsi Gunung Sinabung dengan menyalurkan paket bantuan logistik di tiga titik lokasi.

Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -