Tzu Chi University Perkenalkan Program Beasiswa ke Pesantren Syubbanul Wathon

Jurnalis : Fahira Azzahra (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Dok. Tzu Chi, Dok. Pesantren Syubannul Waton

Fahira Azzahra, alumni Tzu Chi University of Science and Technology yang kini bergabung dengan Tzu Chi Sinar Mas, membagikan ilmu juga pengalaman menariknya selama berkuliah di Taiwan kepada para santri.

Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebajikan, perwakilan dari Tzu Chi University dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkunjung ke Pesantren Syubbanul Wathon pada Sabtu, 7 Juni 2025. Kunjungan ini disambut dengan antusias oleh pesantren, karena menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat pendidikan lintas budaya dan bangsa.

Dalam kunjungan ini, hadir Hendra Lo selaku Chief Representative of Indonesia dan Andry, Manajer Hubungan Eksternal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mereka didampingi oleh Fahira Azzahra, alumni Tzu Chi University of Science and Technology. Ketiganya memaparkan tentang profil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Tzu Chi University, serta kisah-kisah inspiratif para penerima beasiswa dan lulusan dari perguruan tinggi humanistik di Taiwan tersebut.

Dalam sesi pemaparan, tim Tzu Chi memperkenalkan Tzu Chi University sebagai institusi pendidikan tinggi yang menggabungkan keunggulan akademik dengan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka juga menyampaikan informasi mengenai program beasiswa yang membuka peluang bagi para santri dan pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan, dengan dukungan penuh dari Tzu Chi yang konsisten dalam misi pendidikan, kemanusiaan, dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai luhur.

Pimpinan Pesantren Syubbanul Wathon, KH. Yusuf Chudlori, mendampingi perwakilan Tzu Chi dan memberikan semangat kepada para santri untuk terus bermimpi besar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Kehangatan dan dukungan juga disampaikan oleh Pimpinan Pesantren Syubbanul Wathon, KH. Yusuf Chudlori. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran tim Tzu Chi University dan mendorong para santri untuk terus bermimpi besar serta menuntut ilmu setinggi-tingginya. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengutip pesan Nabi Muhammad SAW berbunyi: اطلبوا العلم ولو في الصين (Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China).

Ungkapan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Tzu Chi, bahwa pendidikan adalah bentuk pengabdian, dan menuntut ilmu merupakan perjalanan tanpa batas. Semangat ini pun terasa dalam keseluruhan suasana kunjungan, yang mencerminkan niat baik lintas bangsa untuk membangun masa depan generasi muda yang lebih cerah.

Para santri berfoto bersama tim Tzu Chi dengan penuh antusiasme sebagai momen kebersamaan dan harapan baru dalam dunia pendidikan.

Antusiasme para santri pun menjadi penutup yang mengesankan, saat mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat besar untuk meraih kesempatan belajar di luar negeri. Kunjungan ini bukan hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga menyemai harapan serta menjembatani budaya dengan kasih dan kebijaksanaan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Semangat, Doa, dan Dukungan

Semangat, Doa, dan Dukungan

06 Agustus 2014 Selasa pagi (5/8), suasana haru terlihat antara orang tua dan anak. Sebanyak 21 anak-anak penerima beasiswa berkumpul di Bandara Lewoleba, Lembata, NTT. Hari itu adalah hari “perpisahan”, hari dimana orang tua melepas anak-anaknya untuk terbang menggapai harapan dan masa depan yang lebih baik.
Siap Melangkah ke Tzu Chi University Taiwan, Peserta Beasiswa S2 Selesaikan Pelatihan

Siap Melangkah ke Tzu Chi University Taiwan, Peserta Beasiswa S2 Selesaikan Pelatihan

09 Februari 2026

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan kegiatan Closing Report Pre-Departure Training Tzu Chi University Master Degree Scholarship di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara.

Buah Manis dari Kerja Keras dan Doa

Buah Manis dari Kerja Keras dan Doa

16 November 2017

Ada pelangi sehabis hujan. Itulah gambaran kisah hidup Maria Paulina (22), salah satu penerima beasiswa karir Tzu Chi yang kini menjadi perawat di Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi Cengkareng. Pernah jatuh di titik terendah, Paulina yang asal Larantuka Flores, Nusa Tenggara Timur ini lalu bangkit bekerja keras meraih mimpinya.

Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -