Selama dua hari peserta mengikuti kegiatan Tzu Ching Camp 2026 dengan didampingi relawan Tzu Chi. Sebanyak 164 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dilantik dan disematkan langsung kartu relawan Tzu Ching oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei.
Semangat kebersamaan dan cinta kasih mewarnai kegiatan Tzu Ching Camp 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah bagi generasi muda Tzu Chi untuk mempererat persaudaraan, memperdalam nilai-nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan semangat kerelawanan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, sebanyak 164 peserta dilantik dan disematkan langsung kartu relawan Tzu Ching oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei.
Melalui berbagai sesi inspiratif, permainan kelompok, diskusi, Jing Si Tour, hingga malam kebersamaan, para peserta diajak untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memahami makna menjadi bagian dari keluarga besar Tzu Chi. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam meneruskan estafet cinta kasih, yang ditandai dengan prosesi pelantikan Tzu Ching 2026 pada hari kedua.
Dalam pelaksanaan Tzu Ching Camp 2026, relawan Tzu Chi, Andi Wang menyampaikan materi yang berjudul Memikul Bakul Beras Dunia kepada para peserta.
Salah satu materi yang diberikan berjudul Memikul Bakul Beras Dunia yang dibawakan oleh relawan Tzu Chi, Andi Wang. Memikul Bakul Beras Dunia adalah sebuah metafora sekaligus filosofi kemanusiaan yang sangat lekat dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Istilah ini pertama kali digaungkan oleh pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen.
Secara garis besar, istilah ini menggambarkan komitmen untuk mengemban tanggung jawab kemanusiaan global dengan tujuan mengentaskan penderitaan dan kelaparan di seluruh belahan dunia.
Melalui materi ini, Andi Wang mengajak para peserta untuk tidak hanya memahami makna tanggung jawab kemanusiaan, tetapi juga berani mengambil langkah nyata dalam kehidupan. Menurutnya, kesediaan untuk memikul tanggung jawab merupakan bagian dari proses menemukan makna dan tujuan hidup.
“Kadang kita tidak perlu menunda, tetapi yang paling penting adalah kita berani mengambil tanggung jawab dan kita bersedia. Master Cheng Yen memberikan arahan pada kita, bahwa kita selangkah lebih maju lagi (aktualisasi diri), bagaimana kita menentukan makna dan tujuan hidup kita,” tutur Andi Wang.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei turut hadir memberikan pesan cinta kasih serta menyematkan kartu relawan Tzu Ching kepada para peserta yang di lantik.
Keberlanjutan Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) sebagai wadah pembinaan generasi muda menjadi harapan besar bagi Liu Su Mei, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Ia berharap semangat cinta kasih dan kerelawanan yang telah tumbuh dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga kelak para Tzu Ching siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan misi kemanusiaan Tzu Chi.
“Saya berharap Tzu Ching bisa terus dilanjutkan dan diteruskan dari angkatan ke angkatan. Tentu Tzu Ching yang lebih senior atau Tzu Ching angkatan yang dulu banyak juga yang sekarang sudah menjadi pengurus penting di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Saya juga berharap suatu hari melihat kalian dilantik menjadi insan Tzu Chi dan bisa memikul misi Tzu Chi di Indonesia,” tutur Liu Su Mei.
Belajar, Bersahabat, dan Bertumbuh Bersama Tzu Ching
Keceriaan dan antusiasme terpancar dari Alvino Vincentius (17), Tzu Ching asal Palembang, saat menceritakan pengalamannya mengikuti Tzu Ching Camp 2026. Baginya, ini adalah kesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman dari berbagai daerah, dan menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.
“Wahh, Tzu Ching Camp di Jakarta ini seru, seru abis. Di sini saya mendapatkan teman-teman baru, terus saya mendapatkan ilmu-ilmu yang belum saya dapatkan daerah asal saya,” ujar Alvino.
Senyum bahagia Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, setelah menyematkan kartu relawan Tzu Ching kepada Alvino Vincentius.
Ketertarikan Alvino untuk bergabung dengan Tzu Ching bermula dari keinginannya mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Berawal dari ajakan seorang teman, ia akhirnya menemukan wadah untuk menyalurkan semangat berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama.
“Mengisi waktu dan mau berbuat amal kebaikan. Awalnya saya mau mencari kegiatan organisasi-organisasi gitu, cuma saya belum tahu mau bergeraknya kemana, terus ada teman yang menawarkan saya organisasi Tzu Chi. Wahh, seru juga ternyata, saya tertarik dan minat,” tambahnya.
Melalui berbagai sesi pembelajaran dan pendampingan mentor selama kegiatan berlangsung, Alvino semakin memahami pentingnya kerja sama, kekompakan, dan kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal berharga yang ingin terus ia terapkan dalam kesehariannya.
“Kalau dari mentor mengajarkan kepada saya tentang kekompakan tim dan peduli sama yang lain. Dari materi-materi ini saya mendapatkan ajaran-ajaran kebaikan terhadap sesama. Harapan saya untuk Tzu Ching ini semoga terus berkembang dan maju,” ungkap Alvino.
Penampilan Shou Yu (isyarat tangan) dari relawan Tzu Ching memeriahkan kegiatan serta menyampaikan pesan tentang cinta kasih kepada para peserta.
Pengalaman mengikuti Tzu Ching Camp 2026 juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi Vimala Pramudita (16), Tzu Ching komunitas Xie Li Pati. Meski awalnya sempat merasa khawatir karena baru pertama kali mengunjungi Tzu Chi Center Jakarta, keraguannya perlahan menghilang setelah bertemu dengan banyak teman baru yang membuat suasana kegiatan semakin menyenangkan.
“Perasaanya seneng banget, jujur aku pertama kali juga ke Jakarta. Pas ke sini, gimana ya dapet temen enggak ya? Ternyata temennya banyak dan seru banget,” ungkap Virmala.
Semangat untuk terus belajar dan memperluas pengalaman juga dirasakan oleh Vimala. Setelah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di Pati, ditambah dengan keikutsertaannya dalam Tzu Ching Camp 2026 menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus memperkuat semangatnya dalam menebarkan kepedulian kepada sesama.
“Aku biasanya di Tzu Ching ikut bantu pembagian sembako, terus juga bantu-bantu baksos kesehatan. Aku ingin tambah pengalaman baru di Tzu Ching, pastinya tambah semangat setelah ikut Tzu Ching Camp,” ungkap Vimala.
Vimala Pramudita (kedua kanan), Tzu Ching komunitas Xie Li Pati, dengan perasaan bahagia menunggu giliran penyematan kartu relawan Tzu Ching bersama teman-temannya.
Melalui Tzu Ching Camp 2026, semangat kebersamaan dan nilai-nilai cinta kasih yang ditanamkan diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap peserta. Pengalaman dan pembelajaran selama dua hari ini menjadi bekal bagi generasi muda Tzu Chi untuk semakin aktif berkontribusi bagi sesama, sekaligus meneruskan estafet cinta kasih melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Arimami Suryo A