Tzu Ching Camp: Jalinan Jodoh yang Baik
Jurnalis : Widya (Tzu Ching Jakarta), Fotografer : Meilin (Tzu Ching Bandung), Stepen Wijaya, Tan Siu Wei (Tzu Ching Jakarta)|
|
|
||
|
Sejak tanggal 8 hingga 9 Juni 2013, sebanyak 198 peserta ikut menghadiri Tzu Ching Camp VIII yang berlokasi di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kehadiran peserta disambut dengan tepukan tangan hangat dari para panitia Tzu Ching yang berbaris rapi, disertai dengan sikap tulus dan ramah dari Tzu Ching, para peserta pun serasa seperti berada di rumah sendiri. Pada awal pembukaan acara, para peserta duduk sesuai dengan kelompok masing-masing. Disinilah, mereka belajar menjalin jodoh baik antara satu dengan yang lainnya. Ditemani oleh 27 mentor yang merupakan “papa” dan “mama” mereka selama camp, mereka pun memainkan games untuk mencairkan suasana yang awalnya tegang. Suasana tegang dan serius di pagi hari itu pun berubah menjadi suasana yang penuh dengan canda tawa. Melalui Tzu ChingCamp ini, para peserta juga diajarkan budaya humanism Tzu Chi yaitu melalui shou yu (bahasa isyarat tangan) yang berjudul, “Bie Hai Pa Qu Meng Xiang” atau “Jangan Takut Bermimpi.” Dengan antusias dan tanpa malu-malu peserta memperagakan bahasa isyarat tangan tersebut.
Keterangan :
Lintas Agama |
|
||
Artikel Terkait
Mendapat Kebahagiaan Sejati di Tzu Chi
03 Agustus 2020Tzu Chi Talks bertopik “My Tzu Chi Life’s Script” dengan narasumber Liliawati Rahardjo, seorang relawan senior Tzu Chi yang juga Managing Director PT. Summarecon Agung Tbk, berlangsung pada Sabtu 1 Agustus 2020, diikuti oleh 455 partisipan LIVE melalui ZOOM, Youtube, Instagram, dan Facebook Tzu Chi Indonesia.
Suara Kasih: Menghargai Semua Makhluk
20 September 2011 Bertobatlah atas segala niat buruk yang timbul terhadap orang lain. Kita telah tahu akan empat karma yang diciptakan melalui ucapan. Nafsu makan kita juga dapat menciptakan karma buruk.
Mengembangkan Pikiran Positif Melalui Fotografi
17 Maret 2025Relawan Tzu Chi Medan mengadakan kelas fotografi berbudaya humanis menggunakan handphone bagi murid-murid Kelas Budi Pekerti Tzu Shao. Kegiatan ini diikuti 25 murid Tzu Shao dan didukung 15 relawan sebagai panitia.









Sitemap