Undangan “Kehidupan Bahagia”

Jurnalis : Lisda (He Qi Utara), Fotografer : Feranika Husodo, Lisda (He Qi Utara)

 

 

 
 

foto
Livia Shijie memberikan briefing singkat mengenai cara mengundang kepada relawan yang ikut dalam pembagian undangan ke penghuni Apartemen Teluk Intan.

Orang  yang  paling  berbahagia adalah orang  yang hatinya penuh dengan cinta kasih”. Kata Perenungan Master Cheng Yen ini tertulis dalam kartu undangan Ai Sa Menyebarkan Cinta Kasih dengan tema “Kehidupan Bahagia”.

 

 

 

Undangan ini akan dibagikan kepada seluruh penghuni apartemen Teluk Intan yang berada di Jalan Teluk Gong, Jakarta Utara,  di mana jalinan jodoh baik ini sudah ada ketika pembagian sembako cinta kasih Tzu Chi pada saat banjir Jakarta beberapa waktu lalu.

Acara ini diadakan pada tanggal 21 April 2013, dimana para relawan akan mengadakan ramah tamah dengan para penghuni Apatemen Teluk Intan untuk bersama-sama mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi yang didirikan oleh seorang biksuni asal Taiwan, yaitu Master Cheng Yen yang penuh welas asih. Selain itu kita juga mengajak mereka untuk lebih memahami visi misi Tzu Chi dan semangat kebahagiaan dari relawan dalam menyebarkan cinta kasihnya ke seluruh penjuru dunia.

Hari itu Senin 15 April 2013, sejak pukul 16.00 WIB, Adeline Shijie yang menjadi koordinator kegiatan, sudah pulang lebih awal dari kantor tempatnya bekerja. Di kantor pemasaran Teluk intan, ia sudah mempersiapkan segala keperluan mulai dari form pengisian, daftar nama penghuni, kartu undangan, dan lain-lain yang nantinya akan dibawa para relawan dalam bertugas. Sekitar pukul 19.00 WIB, sebanyak 70 relawan sudah bersiap membentuk kelompok. Sebanyak 18 lantai akan dikunjungi oleh relawan dan akan disebar di setiap lantai. Budaya humanis Tzu Chi pun terpancar dari para relawan yang berbaris rapi sembari tersenyum, membuat para penghuni merasa nyaman dan menyapa kami dengan senang hati.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan bertemu dengan Johan, salah satu pasien kasus Tzu Chi yang merasa bahagia mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara “Kehidupan Bahagia” (kiri).
  • Dengan perasaan bahagia, relawan membungkuk 90 derajat dan mengucapkan Gan En kepada setiap penghuni yang telah menerima undangan (kanan) .

Di lantai 5, tanpa menunggu lama, sekali ketukan pintu seorang ibu dan anaknya menyambut dan membalas senyuman hangat dari kami. Siapa sangka ternyata kami bertemu dengan salah satu pasien kasus Tzu Chi. Apung nama ibu itu mengisahkan kejadian di tahun  2010  lalu, dimana anaknya yang bernama Johan saat beranjak remaja diketahui menderita sebuah benjolan (sejenis tumor) yang bersarang di kepalanya. Pengobatan yang terus menerus dan berkelanjutan membutuhkan biaya yang besar, membuat keluarganya pun merasa putus asa. Jalinan jodoh yang baik pun datang ketika Apung bertemu dengan relawan penanganan kasus Tzu Chi. Dari sinilah ia dan keluarganya mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Perasaan bahagia dan bersyukur terpancar dari mimik seorang Ibu, sambil memandang anaknya Johan yang berdiri tegak di sampingnya.

Setiap bulan sekali Johan harus memeriksakan kesehatannya (rontgen kepalanya) di Rumah Sakit Dharmais Jakarta. Meski belum pulih benar kesehatannya, tetapi Johan sudah bisa bekerja dan membantu perekonomian keluarganya. Mendengar berita baik ini relawan pun turut bahagia dan mengajak keluarganya agar tidak sungkan bergabung dalam barisan Tzu Chi untuk bersama-sama menyebarkan cinta kasih. Undangan dari relawan pun diterima dengan sukacita oleh Apung maupun Johan anaknya yang bersedia datang pada harinya nanti.

Sebanyak 476 undangan telah dibagikan dan tak lupa Adeline Shijie berpesan kepada relawan agar menghubungi dan terus mengingatkan kembali para penghuni apartemen sebelum hari-H acara. Diharapkan pada hari Minggu nanti (21 April 2013), semua penghuni Apartemen Teluk Intan dapat menghadiri acara “Kehidupan Bahagia” ini. Bahagia dalam barisan relawan Tzu Chi, hal itulah yang dirasakan setiap insan Tzu Chi yang ikut dalam pembagian undangan. Dengan penuh kegembiraan mereka pun pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan rencana hari esok.

 

 
 

 


Artikel Terkait

Menghimpun Ketulusan, Meredam Wabah

Menghimpun Ketulusan, Meredam Wabah

02 Juni 2020

Bagaimana Tzu Chi Indonesia berperan aktif dan menjadi organisasi terdepan dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19, diulas dalam bincang khusus Asosiasi Pengusaha Tzu Chi Singapura, Minggu 31 Mei 2020.

Suara Kasih: Pentingnya Berbakti

Suara Kasih: Pentingnya Berbakti

02 November 2012 Kita harus senantiasa memanfaatkan kehidupan kita yang singkat ini untuk bersumbangsih bagi orang lain. Kita juga dapat melihat para relawan di Kompleks Tzu Chi Guandu membantu para lansia memangkas rambut dan mengadakan baksos kesehatan untuk mereka.
Semangat Baru dengan Sepatu Baru

Semangat Baru dengan Sepatu Baru

12 Oktober 2018
Kekurangan pada fisiknya sejak lahir pada bagian kakinya (Congenital Talipes Equinus Varus) telah membuat Beby Ananda Rosaldi bertahun-tahun merasakan tidak bisa berjalan normal. Namun sekarang tidak lagi.
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -