Untuk Hidup yang Lebih Baik

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya
 
foto

* Para relawan dan warga Desa Jagabita sedang mempersiapkan acara peresmian MCK di mata air Rahong. Di tempat ini dibangun satu sumur dan dua kamar mandi.

Minggu pagi jalan protokol Jakarta terasa lengang, masyarakat pun dengan bebas berjogging di ruas jalan. Bukan hanya jalan protokol, jalan-jalan lain pun lebih sepi. Karenanya Minggu pagi itu, 15 Februari 2009, sebanyak 10 relawan Tzu Chi Perwakilan Sinarmas yang berangkat menuju Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor dapat dengan lancar menempuh perjalanan. Rencananya hari itu ada peresmian pembangunan bendungan air dan mandi cuci kakus (MCK) di Jagabita yang terdapat di dua titik mata air. Pembangunan MCK ini berkat kepedulian salah satu warga Jagabita yang sangat peduli akan kebersihan lingkungan.

Saat relawan Tzu Chi menapakkan kaki di Jagabita, rombongan dari IPB Bogor bersama warga sekitar menyambut dengan penuh sukacita. Ada juga warga yang tengah menyiapkan beberapa batang bambu untuk bendera Tzu Chi yang akan digunakan di tempat peresmian MCK Sekecong dan MCK Rahong. Suasana Jagabita sangat asri apalagi sepanjang perjalanan, anak-anak berlari-lari kecil mengiringi langkah para relawan menuju mata air Sekecong. Sepanjang pejalanan relawan melewati kebun dan pematang sawah diiringi canda tawa anak-anak.

foto  foto

Ket : - Anak-anak Desa Jagabita bersama relawan Tzu Chi lainnya saat melintasi pematang sawah untuk menuju
           sumber mata air Sekecong. (kiri)
         - Seorang warga sedang memperhatikan foto-foto pembangunan MCK Sekecong yang dipajang di area
           peresmian. (kanan)

Lokasi tempat sumber mata air Sekecong berada dipenuhi oleh bambu yang rindang. Di sana telah berdiri bangunan kamar mandi yang terdiri dari 4 pintu 1 sumur, 1 kakus, dan 1 bak penampungan sumber mata air. Warga telah menunggu kedatangan para relawan Tzu Chi. Mereka sudah sangat akrab dengan relawan Tzu Chi yang sering datang berkunjung selama pembangunan MCK ini berlangsung. Menurut Rudi Suryana, para relawan Tzu Chi Perwakilan Sinarmas memang sangat aktif datang berkunjung ke Jagabita, terlebih saat pembangunan MCK ini warga dengan sukacita membantu proses pembangunannya. Emen, ketua RW 03 Jagabita mengungkapkan, "Saya atas nama warga Jagabita dari RT1, 2, 3 sangat beribu-ribu terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Sinarmas yang telah memperhatikan desa kami dalam masalah kesehatan." Ia menambahkan, "Sebelum MCK ini ada sebagian warga yang tidak mempunyai MCK di rumahnya biasa membuang hajat di kebun-kebun yang ada di sekitar rumah mereka atau pergi ke sungai terdekat."

foto  foto

Ket : - Di tengah rimbunnya pohon bambu yang teduh dan sejuk ini, MCK Sekecong sudah dapat dinikmati warga
           Jagabita untuk meningkatkan kesehatan warga. (kiri)
        - Empat kamar mandi dan satu pintu kakus ini dibuat agar warga tidak lagi membuang hajat di sembarang
           tempat dan agar mereka mandi di dalam kamar mandi, bukan di ruang terbuka seperti sebelumnya. (kanan)

Tepat pukul sepuluh, acara peresmian MCK Sekecong berlangsung. Cerah Iskradono, relawan Tzu Chi, mengatakan, "Saya berharap mohon dijaga tempat pemandian Sekecong ini dengan baik. Kebersihannya harus selalu dijaga. Mau Ibu-ibu, Bapak-bapak?" Dengan lantangnya warga menjawab, "Iyaaaaaa!" Cerah juga berpesan, "Hati-hati Ibu-ibu, Bapak-bapak, tolong awasi betul anak-anak kita yang mandi di sekitar sini jangan sampai tercebur ke bak ini."

Sedangkan Camat Parung Panjang, Rumambi, berjanji akan memasang fasilitas lampu penerangan jalan umum di MCK Sekecong. Rumambi juga berpesan kepada lurah, ketua RW dan semua warga Jagabita agar jangan hanya mengandalkan bantuan dari Tzu Chi terus karena tidak akan ada habisnya, melainkan perangkat desa bersama warga harus bertanggung jawab untuk menjaga MCK ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi yang menciptakan masyarakat Jagabita tidak kekurangan air dan mencegah penyakit kulit karena air sudah tertampung dengan baik.

foto  foto

Ket : - Acara peresmian MCK Sekecong ditandai dengan menarik tirai papan nama bersama aparat desa, relawan
           Tzu Chi, dan warga Jagabita. (kiri)
         - Anak-anak Desa Jagabita bernyanyi 'Di Sini Senang di Sana Senang' yang dipandu oleh relawan Tzu Chi
           Perwakilan Sinarmas dengan penuh kegembiraan. (kanan)

Tzu Chi masuk ke Desa Jagabita berawal dari seorang warga pendatang yang telah lama tinggal di desa tersebut, Ibu Tri namanya. Ia berempati dengan masyarakat Jagabita saat melihat warga yang mandi dan mencuci di satu tempat mata air yang kondisinya sangat memprihatinkan. Saat menonton DAAI TV, Tri memberanikan diri untuk mengajukan permohonan bantuan ke Tzu Chi. Setelah diproses, relawan Tzu Chi Perwakilan Sinarmas mendapat tugas untuk menanganinya hingga sampai terlaksananya pembangunan MCK ini dan diresmikan pada Minggu yang cerah itu.

 

Artikel Terkait

Sampah Botol yang Menjadi Bernilai

Sampah Botol yang Menjadi Bernilai

12 September 2018
Tepat di hari Senin, 6 Agustus 2018 para relawan dengan riang gembira mengumpulkan botol plastik dan kardus bekas dan menyerahkannya kepada pengumpul barang botol plastik dan barang bekas. Ditemani debu dan terik matahari, para relawan kemudian mengangkut barang–barang tersebut ke truk pengangkutan.
Suara Kasih: Kembali Pada Kondisi Batin yang Damai

Suara Kasih: Kembali Pada Kondisi Batin yang Damai

15 Maret 2013 Anak-anak setempat sangat menghargai sepatu mereka. Melihat cara insan Tzu Chi memerhatikan sekelompok anak-anak itu, itulah cinta kasih. Meski hidup di tengah penderitaan, tetapi curahan cinta kasih dari insan Tzu Chi membuat mereka bagai merasakan kehangatan mentari di musim dingin.
Bantuan Tzu Chi untuk Gempa Lombok, NTB

Bantuan Tzu Chi untuk Gempa Lombok, NTB

03 Agustus 2018 Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 29 Juli 2018 menimbulkan korban jiwa, ratusan orang luka-luka, serta merusak ribuan rumah di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. Atas kejadian tersebut, Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan langsung kepada para korban luka berat gempa Lombok berupa santunan biaya hidup.
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -