Waisak 2016 : Menjadi Bodhisatwa Dunia

Jurnalis : Rince Tengku (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Linda Samma (Tzu Chi Makassar)

Prosesi Pradaksina yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi Makasar dan semua tamu yang hadir dalam perayaan Waisak 2016. (7/05/2016).

Rangkaian perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang ke-50 tahun mengajak kita untuk bersyukur sepenuh hati atas hari-hari yang telah kita lalui dengan aman dan tenteram. Pada tanggal 07 Mei 2016, lewat upacara pemandian rupang Buddha, perayaan Waisak ini menunjukkan kekompakan yang ditampilkan oleh shigu dan shibo dari Tzu Chi Makassar dalam barisan yang membawa  lilin, kembang, dan air hingga terarah dan rapi. 

Tamu yang datang ke perayaan Waisak kali ini juga mengikuti ketika para relawan memberikan contoh di barisan pertama. Mereka sangat antusias dalam mengikuti alur kegiatan tersebut dengan seksama. Bukan hanya itu, acara selanjutnya yang juga membuat hati merasakan damai melalui lagu yang dilantunkan bersama-sama.

Para relawan Tzu Chi Makassar memandu para tamu untuk memandikan rupang Buddha dalam perayaan Waisak 2016.

Lewat cara tersebut, kegiatan ini memberikan pesan bagi kita untuk menjalani hidup yang mulia, mempraktikkan kasih sejati, membawa kedamaian dan keharmonisan kepada seluruh umat manusia. Seperti yang kita pahami dari salah satu kata perenungan Master Cheng Yen, “Orang-orang yang berbagi misi yang sama dalam kehidupan ini, harus selalu saling memberi semangat dan inspirasi satu sama lainnya agar niat kebijakan dalam batin tetap terjaga dengan baik.”

Melalui upacara Waisak 2016 ini, sejatinya memberikan pelajaran bahwa ajaran Buddha hendaknya menjadi bagian dari kehidupan. Kita harus mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari, karena setiap orang dapat menjadi Bodhisatwa dunia. Kita harus menerapkan jalan Bodhisatwa dalam tindakan nyata dengan senantiasa berbakti kepada orang tua di ladang berkah Tzu Chi. 


Artikel Terkait

Melatih Ketulusan dalam Bersumbangsih

Melatih Ketulusan dalam Bersumbangsih

25 Juli 2016

Minggu, 24 Juli 2016, Tzu Chi Medan mengadakan pelatihan relawan abu putih ke-2. Kegiatan ini diikuti oleh 83 relawan abu putih dari berbagai wilayah seperti Banda Aceh, Binjai, Langkat, Kuala Simpang dan Medan.

Menggenggam Kesempatan Menjalin Jodoh Baik dengan Semua Makhluk

Menggenggam Kesempatan Menjalin Jodoh Baik dengan Semua Makhluk

26 November 2014 Waktu menunggu itu, dipergunakan oleh orang tua murid untuk ikut bersumbangsih dalam menjalankan visi misi Tzu Chi di Sekolah Tzu Chi Indonesia, sehingga mereka disebut Da Ai Mama.
Sekuntum Bunga dan Secangkir Teh Manis

Sekuntum Bunga dan Secangkir Teh Manis

23 Desember 2014 Tokoh anak yang memerankan peran ini sangat menjiwai karakter dengan menggerakkan tubuh serta didukung oleh ekspresi wajah. Tokoh tersebut adalah Cahyadi, salah satu siswa dari sekolah Dharma Suci. Ia memerankan anak berandal yang setelah ditangkap oleh polisi masih melawan orang tua.
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -