Waisak 2555: Kesempatan Melatih Diri
Jurnalis : Eddy Rizal (He Qi Timur), Fotografer : Thomas Ng (He Qi Timur)|
|
| ||
| Ketika memasuki pintu utama, kita akan melihat pameran poster-poster yang sudah disiapkan oleh staf dan relawan 3 in 1. Poster-poster itu mengisahkan kegiatan yang dilakukan oleh Master Cheng Yen pada awal berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi hingga kemudian beliau memantapkan langkah ke dalam misi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, dan pelestarian lingkungan. Dalam pameran itu, terdapat juga poster-poster Kata Perenungan Master Cheng Yen, info singkat mengenai Kantor Tzu Chi se-Indonesia, dan kegiatan yang berkaitan dengan misi-misi Tzu Chi. Pusat perayaaan hari Waisak, hari Tzu Chi, dan hari Ibu Internasional tahun ini dilaksanakan di Aula Jing Si. Walaupun pembangunan belum selesai secara keseluruhan akan tetapi ruangan Aula Jing SI yang begitu besar itu dapat memuat ribuan orang. Sebelum acara dimulai, para relawan dari He Qi Timur yang bertanggung jawab mengurus barisan terlebih dahulu mengatur para relawan yang berada dalam barisan agar tetap mengikuti tata tertib dalam susunan baris-berbaris. Satu demi satu, para tamu undangan, donatur, masyarakat, dan simpatisan memenuhi ruangan Aula Jing Si. Sementara itu, para relawan juga sudah menempati pos mereka masing-masing. Sekitar pukul 09.00 WIB acara perayaaan Hari Waisak, Hari Tzu Chi, dan Hari Ibu Internasional dimulai. Di tengah-tengah aula ditempatkan sebuah meja besar bulat yang merupakan altar persembahan di acara Waisak tersebut. Di sisi timur dan barat yang menghadap ke altar, tampak barisan para peserta acara yang begitu rapi. Para relawan komite Tzu Chi dan para relawan Tzu Chi mengawali acara dengan melakukan prosesi pemandian rupang Buddha. Sungguh suatu pemandangan yang indah dan suasana yang begitu khidmat terasa di upacara pagi itu. Di luar aula, panitia penyelenggara juga telah menyiapkan sebuah altar memanjang berbentuk segi empat untuk masyarakat yang diperkirakan datang membludak. Sebuah perkiraan tepat karena ternyata masyarakat yang datang memang membludak.
Keterangan :
Masyarakat Ingin Mengenal Tzu Chi Dua remaja putri dari Jatinegara, Lili dan Nely juga mengungkapkan ketertarikan mereka untuk bergabung dengan Tzu Chi. Lily bertutur bahwa ia ingin bergabung dengan Tzu Chi karena tertarik dengan ajaran Master Cheng Yen yang penuh dengan welas asih. Apalagi ia juga pernah bekerja di Taiwan sebagai part time di sebuah food court Vegetarian di dalam lingkungan Rumah Sakit Tzu Chi di Xin Dian. Setelah kembali ke Indonesia, ia bertemu dengan Nely sahabat satu almamaternya di Universitas Maranatha pada saat Vegetarian Food Festival di Kelapa Gading beberapa waktu yang lalu. Saat itu dengan mimik yang bersemangat Lily mengatakan akan bergabung mengikuti langkah Nely yang sudah mengikuti sosialisasi relawan baru dan tinggal menunggu pelatihan saja.
Keterangan :
Pelajaran dari Sumbangsih Sementara itu Phei Se Shijie dan Elvy Shijie juga menyampaikan bahwa peran relawan sangat besar dan cukup aktif membantu dan kompak. ”Mereka mempunyai banyak kesempatan belajar di dalam mengatur tamu-tamu yang hadir, seperti belajar kesabaran untuk menunggu tamu-tamu berusia lanjut yang mendapat giliran lebih dahulu berbaris maju ke depan altar, dan tamu-tamu yang lebih muda bersabar menunggu giliran berikutnya,” kata mereka. Inilah kesempatan untuk melatih diri yang merupakan suatu budaya humanis Tzu Chi yang sudah mulai dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari. Upacara hari itu kemudian ditutup dengan pradaksina yang dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB. Semoga apa yang sudah kita peroleh dapat kita tularkan kepada masyarakat, sehingga makin banyak tangan-tangan yang terlibat dalam bela-rasa kemanusiaan ini. Sampai jumpa pada perayaaan Hari Waisak, Hari Tzu Chi, dan Hari Ibu Internasional di tahun yang akan datang. | |||
Artikel Terkait
Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Pademangan Barat
13 Agustus 2020Meski rumah bagian atas terbakar, sebagai relawan Tzu Chi, Yusni tetap ikut mensurvei dan memberi bantuan kepada warga bersama relawan Tzu Chi lainnya. Kebakaran di Pademangan pada Minggu, 9 Agustus 2020 menghanguskan 14 rumah dan 8 rumah mengalami rusak ringan.
Menyambut Kepulangan Abidzar dengan Kehangatan dan Sukacita
02 Desember 2024Abidzar yang telah menjalani operasi pemasangan Distraktor untuk mengatasi hipoplasia mandibula, akhirnya kembali ke Medan setelah dua bulan perawatan di Tzu Chi Hospital Jakarta. Kehadirannya membawa sukacita banyak orang.
Bersukacita Merayakan Imlek Bersama Penerima Bantuan
06 Februari 2025Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat bersukacita merayakan Imlek bersama para Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) pada Minggu, 2 Februari 2025 di Depo Pelestarian Lingkungan Pangeran Jayakarta.










Sitemap