Relawan Tzu Chi Pati bersama-sama menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Sembatur Agung, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati pada Senin, 19 Oktober 2026.
Cinta kasih tidak akan berkurang saat dibagikan, sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.
(Kata Perenungan master Cheng Yen)
Kemarau panjang membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya dirasakan masyarakat Desa Sembatur Agung, Kecamatan Jakenan. Sejak September 2026, pasokan air dari PDAM yang menjadi andalan warga mulai terbatas. Kondisi ini mendorong relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Pati menyalurkan bantuan air bersih pada Senin (19/10/2026).
Sejak pukul 07.30 WIB, lima relawan mulai berangkat menuju lokasi. Perjalanan dari tempat tinggal relawan di Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal hingga ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Setibanya di desa sekitar pukul 09.00 WIB, relawan menunggu kedatangan truk tangki air bersih yang tiba sekitar satu jam kemudian.
Kedatangan truk tangki disambut warga yang telah menanti. Bersama-sama, relawan dan masyarakat bergotong royong menyalurkan air ke ember dan galon yang telah disiapkan warga. Sebanyak sembilan tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 8.500 liter, didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Desa Sembatur Agung, Kecamatan Jakenan. Bantuan air bersih ini juga dikirimkan ke warga Desa Tanjung Sekar, Kecamatan Pucakwangi yang kesulitan air bersih.
Bagi masyarakat yang tengah menghadapi kekeringan, bantuan ini memiliki arti penting karena air bersih bukan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk minum dan memasak, tetapi juga diperlukan untuk mandi, mencuci, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Pasokan PDAM Terbatas, Warga Kesulitan Memenuhi Kebutuhan
Dwi, salah satu perangkat Desa Sembatur Agung, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi. Menurutnya, sejak September, warga mulai mengalami kesulitan karena pasokan air PDAM hanya mengalir pada akhir pekan.
Tidak banyak warga yang mengambil air, biasanya mereka mengambil air di penampungan pada pagi hari atau sore hari sepulang dari bekerja.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warga Desa Sembatur Agung. Sejak September, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Biasanya kami mengandalkan PDAM, tetapi sekarang air hanya mengalir pada hari Sabtu dan Minggu. Itu pun belum dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari warga,” ungkap Dwi.
Kondisi tersebut membuat warga harus berupaya mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kehadiran bantuan air bersih pun menjadi dukungan yang berarti di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Dwi juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini telah membantu masyarakat Desa Sembatur Agung, baik pemerintah maupun yayasan sosial. Menurutnya, kepedulian dan kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu warga melewati masa sulit akibat kekeringan.
Kolaborasi untuk Meringankan Beban Masyarakat
Penyaluran bantuan air bersih ini juga melibatkan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Buddha Kabupaten Pati. Taat Handoko, selaku Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Pati, turut hadir mendampingi kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara relawan Tzu Chi dan Pokjaluh dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Pati Selatan, relawan Tzu Chi diampingi penyuluh Agama Buddha Kabupaten Pati.
“Saya mewakili Pokjaluh Agama Buddha Kabupaten Pati mengapresiasi dan berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah bekerja sama dengan kami untuk menyalurkan bantuan air bersih ini. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat berkolaborasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa meringankan saudara-saudara kita di Kabupaten Pati, khususnya wilayah bagian selatan,” tutur Taat Handoko.
Kolaborasi ini menjadi wujud bahwa kepedulian dapat tumbuh melalui kebersamaan. Ketika berbagai pihak bersatu dengan tujuan yang sama, bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui penyaluran air bersih ini, relawan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian di tengah kesulitan. Setiap tangki air yang disalurkan membawa harapan agar masyarakat dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih baik.
Editor: Metta Wulandari