Wujudkan Kepedulian, 571 Paket Cinta Kasih Menyapa Warga Penjaringan
Jurnalis : Vincent Salimputra, Triana Putri (He Qi Jakarta Utara 3), Fotografer : Agus Hartono, Triana Putri, Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Di tengah suasana tenang Kantor Sekretariat RW 05 Penjaringan, para relawan dengan saksama menuliskan informasi pada kupon, memastikan setiap paket cinta kasih tepat sasaran.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, nuansa hangat menyelimuti wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Di tengah hiruk-pikuk warga yang mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan, terselip derap langkah penuh dedikasi dari para relawan komunitas He Qi Jakarta Utara 3. Mereka hadir untuk merajut jalinan kasih melalui penyaluran 571 paket cinta kasih bagi warga pra sejahtera, lansia, anak yatim, dan penyandang disabilitas di RW 04 dan RW 05.
Di balik setiap paket yang berpindah tangan, tersimpan cerita tentang ketulusan relawan yang memastikan bantuan tepat sasaran, meski harus menembus sisa banjir dan rintik hujan yang tak kunjung reda. Salah satu dari mereka adalah Dewi Sartika (44) yang tampak begitu antusias. Perjalanannya mengenal dunia Tzu Chi bermula dari rasa penasaran sederhana saat melihat unggahan seorang kawan di media sosial. "Saya merasa, saya beragama Buddha tetapi kenapa tidak tahu tentang organisasi Tzu Chi? Akhirnya saya mencari tahu sendiri," kenang Dewi. Sejak bergabung dengan Tzu Chi Bandung pada Februari 2025, tekad untuk menebar kebajikan itu terus ia rawat, bahkan setelah menetap di Jakarta mengikuti suami sejak Juni tahun lalu.
Meski disibukkan dengan rutinitas harian, Dewi selalu berupaya menyisipkan waktu untuk bersumbangsih karena merasa telah menemukan wadah yang selaras dengan jiwanya. "Dijalani saja, dan memang di sini saya merasa cocok karena satu misi dalam berbuat kebaikan," ungkapnya. Keselarasan batin itu pun ia pupuk setiap hari melalui pesan-pesan kebijaksanaan, "Setiap pagi saya selalu menantikan renungan kata-kata dari Master (Cheng Yen) yang membuat hati lebih tenang sebelum memulai hari."
Ketulusan Dewi benar-benar teruji sejak hari pertama pendistribusian kupon di RW 013 Penjaringan pada 28 Februari 2026. Kala itu, ia harus menembus lorong berliku dan melewati deretan kandang unggas warga demi menemui para penerima bantuan. Di sana, ia dipertemukan dengan seorang kakek yang sedang terbaring lemah. Sebuah momen yang membuka matanya akan realita kehidupan sekaligus menyentuh sudut terdalam hatinya.

Dengan senyum hangat, Dewi Sartika menyapa warga di depan pintu rumah mereka, menyerahkan kupon cinta kasih sebagai simbol persaudaraan menjelang hari raya.
"Kakek itu sedang makan saat kami datang didampingi Ibu RT. Beliau tampak begitu bahagia mendapat perhatian dari lingkungannya dan berulang kali mengucap 'terima kasih' dengan sangat tulus," cerita Dewi.
Pengalaman emosional itulah yang menjadi bekal batin bagi Dewi saat kembali turun ke lapangan pada 7 Maret 2026. Kali ini, langkahnya didampingi oleh Melvin (20), mahasiswa semester dua Universitas Bina Nusantara yang juga mendedikasikan diri sebagai relawan Tzu Ching.
Bagi Melvin, terjun langsung ke lapangan memberikan perspektif baru yang melampaui teori di bangku kuliah. "Berpartisipasi dalam kegiatan ini membuat saya belajar tentang empati yang nyata. Melihat bagaimana warga menyambut kami di tengah keterbatasan mereka adalah pelajaran hidup yang berharga," ungkapnya.
Kehadiran Melvin tidak hanya memperlancar koordinasi tim, tetapi juga menjadi cerminan semangat estafet kebaikan yang kini mulai bersemi di generasi muda. Semangat yang sama pula yang ditularkan Dewi kepada putrinya, Indira Margarita, yang aktif sebagai relawan Tzu Ching di Bandung. Meski terpisah jarak, ikatan ibu dan anak ini dipersatukan oleh visi kemanusiaan yang selaras.
Nuansa kehangatan serupa terpancar dari Henny Purnamasari Agung (37), seorang tunas relawan yang tengah merajut jodoh baik dengan Tzu Chi. Sebagai ibu rumah tangga, Henny harus jeli menyelaraskan jadwal kegiatan sosial dengan kesibukan mengurus rumah serta kebutuhan sekolah anak-anak. Namun, tantangan tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk menyalurkan energi ke arah positif.

Rasa lelah setelah berjibaku menembus hujan seolah sirna saat Henny menyerahkan paket cinta kasih, melihat langsung senyum tulus yang merekah di wajah warga.
"Ikut kegiatan seperti ini, walau lelah tapi saya merasa senang karena bisa menyalurkan tenaga ke arah positif. Selesainya justru berasa mendapat energi positif juga, ada rasa puas tersendiri," tutur Henny.
Dedikasi Henny diuji pada hari pembagian paket, 8 Maret 2026, ketika hujan deras mengguyur sejak pagi. Sempat merasa pesimis karena sulitnya mendapatkan transportasi, ia bersyukur karma baik tetap mendukungnya hingga tiba tepat waktu di Penjaringan. Sesampainya di lokasi, ia takjub melihat warga yang tetap tertib mengantre di bawah tenda meski cuaca kurang bersahabat. Ia juga sangat mengapresiasi kesigapan relawan dan pengurus wilayah.
"Pihak RW 04 sangat gercep membuatkan tambahan tenda karena masih gerimis. Kerja samanya hebat sekali, sehingga acara bisa berjalan sesuai jadwal," kenang wanita kelahiran Medan yang tumbuh besar di Jakarta ini.
Bagi Henny, Tzu Chi adalah tempat belajar kerendahan hati. Ia terkesan dengan budaya relawan yang mudah untuk meminta maaf dan memaafkan. "Jika ada salah paham hari itu, semuanya selesai hari itu juga," tambahnya. Hal inilah yang membuatnya merasa nyaman meski bergabung seorang diri tanpa mengenal siapa pun sebelumnya.
Menutup kisahnya, Henny mengajak siapa pun untuk tidak ragu melangkah dalam kebaikan. "Jangan takut memulai sendiri, karena di sini kita akan menemukan banyak hati yang sama-sama ingin bersumbangsih," pungkasnya.
Sinergi Kasih di Jantung Penjaringan
Kehangatan misi kemanusiaan ini tidak lepas dari dukungan penuh para pengurus wilayah yang menjadi jembatan antara relawan dan warga. Di RW 05 Penjaringan, Indar Pujianti selaku Ketua RW, turun langsung mendampingi para relawan untuk berkoordinasi dengan pengurus RT dan kader Dasawisma menyusuri gang demi gang. Kehadirannya di lapangan bukan sekadar sebagai penunjuk jalan, melainkan wujud apresiasi mendalam atas ketulusan yang dibawa Tzu Chi ke wilayahnya.

Dengan penuh dedikasi, Ketua RW 05, Indar Pujianti bersinergi bersama jajaran pengurusnya mendampingi relawan menyusuri gang-gang sempit, memastikan setiap kupon sampai ke tangan warga di wilayahnya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Sebanyak 290 paket untuk RW 05 ini tentu sangat membantu warga dalam menyambut hari raya dengan sukacita," ungkap Indar. Harapan senada juga dirasakan oleh Saniroh, kader Dasawisma di RT 01/05 yang menjadi pendamping setia relawan saat melakukan survei langsung.
Bagi Saniroh, terjun ke lapangan bersama relawan memberikan pengalaman batin tersendiri. Ia melihat sendiri bagaimana ketelitian survei dari pintu ke pintu menjadi kunci agar bantuan jatuh ke tangan yang tepat. "Kegiatan survei ini sangat penting agar paket cinta kasih benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan dan tepat sasaran," ujarnya. Selama berkeliling di tengah pemukiman yang padat, ia menyaksikan respons warga yang begitu antusias. "Melihat senyum mereka saat didatangi relawan adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan warga," tambah Saniroh.
Ketelitian dalam pendataan ini ternyata menjadi napas yang sama di wilayah tetangga. Di RW 04 Penjaringan, Esti, istri dari Ketua RW, Eka Putra, juga menerapkan sistem verifikasi berlapis demi memastikan keadilan bagi warga di 10 RT wilayahnya. Ia tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga melibatkan kader Dasawisma dan Jumantik yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu sekali dalam menyambut Lebaran 1447 Hijriah, terutama bagi para lansia, anak yatim, dan penyandang disabilitas," jelas Esti.
Namun, di balik urusan data tersebut, Esti justru merasa tersentuh oleh dedikasi para relawan. "Melihat relawan yang begitu ramah dan tulus mengetuk pintu warga, rasanya hati kami pun ikut tergerak. Koordinasi di lapangan menjadi sangat mudah karena kita semua bekerja dengan satu hati," tambahnya. Bagi Esti, ketulusan relawan yang rela meluangkan waktu dan tenaga adalah pemandangan yang menginspirasi lingkungan sekitar, sebuah silaturahmi yang ia harap dapat terus terjaga untuk merangkul lebih banyak orang.

Di bawah tenda Museum Bahari, Esti (ketiga dari kanan) bersama kader Dasawisma, Jumantik, dan relawan komunitas Jakarta Utara 3 mematangkan koordinasi teknis saat pembagian kupon.
Pendampingan dari Indar, Saniroh, dan Esti di tengah kondisi akses yang sempat tergenang banjir menjadi bukti nyata bahwa rintangan apa pun bisa dilalui dengan senyuman ketika niat baik bertemu dengan dukungan yang tulus. Sinergi ini terlihat sangat nyata saat hari pembagian paket tiba. Ketika cuaca mulai tak bersahabat, pihak RW 04 segera berkoordinasi menambah tenda di tengah gerimis tanpa perlu banyak komando. Kerja sama sigap ini memastikan warga tetap merasa nyaman saat mengantre, sekaligus membuktikan bahwa ketika aparatur wilayah dan komunitas kemanusiaan bersatu, tantangan teknis sebesar apa pun, termasuk cuaca dan akses, bisa teratasi dengan kehangatan persaudaraan.
Menjemput Berkah di Sudut Bahari
Di depan Kantor Sekretariat RW 05 Penjaringan dan area terbuka di sekitar Museum Bahari, keriuhan penuh syukur menyelimuti suasana saat ratusan warga mulai mengantre dengan tertib. Di bawah tenda-tenda yang didirikan dengan sigap oleh pengurus wilayah, paket cinta kasih Lebaran berpindah tangan, membawa secercah kebahagiaan bagi keluarga yang membutuhkan di RW 04 dan RW 05 Penjaringan.
Bagi Sanah, warga RW 05, bantuan ini adalah jawaban atas kekhawatirannya menjelang hari raya. "Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Paket ini sangat membantu untuk dapur kami di rumah saat Lebaran nanti. Terima kasih kepada relawan Tzu Chi yang sudah peduli dan mau datang langsung ke wilayah kami," ungkapnya.

Wajah-wajah penuh binar syukur terpancar saat warga RW 04 Penjaringan menunjukkan kupon mereka, siap menukarkannya dengan paket cinta kasih dalam suasana penuh sukacita.
Hal senada dirasakan oleh Maman, seorang lansia dari RW 04 yang hadir di titik pembagian dekat Museum Bahari. Baginya, perhatian yang diberikan relawan memiliki makna lebih dari sekadar bantuan materi. "Bukan cuma isinya yang buat kami bersyukur, tapi cara relawan menyambut kami dengan ramah dan penuh hormat. Kami merasa sangat dihargai. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Yang Maha Kuasa dan para relawan selalu diberikan kesehatan," ujarnya tulus.
Momen penyerahan paket ini pun menjadi refleksi mendalam bagi para relawan yang bertugas. Melihat senyum tulus dari Sanah dan Maman, rasa lelah akibat hujan dan banjir seolah menguap begitu saja, berganti dengan sukacita batin yang mendalam.
Pada akhirnya, 571 paket yang dibagikan mungkin akan habis dikonsumsi, namun benih kasih yang ditanamkan hari itu akan terus tumbuh di hati setiap orang yang terlibat. Pertemuan di Penjaringan ini membuktikan bahwa perbedaan latar belakang, usia, maupun wilayah bukanlah penghalang untuk saling menguatkan.

Meski rintik hujan turun, warga RW 04 tetap antre tertib di bawah naungan tenda dan payung, menantikan momen penukaran paket dalam suasana kekeluargaan.
Ketika tangan-tangan yang tulus saling bertautan, jarak yang jauh terasa dekat, dan beban yang berat terasa ringan. Inilah esensi sejati dari kemanusiaan: bukan tentang seberapa banyak yang kita beri, melainkan seberapa besar cinta yang kita sertakan dalam pemberian tersebut. Di balik genangan air dan gang sempit Penjaringan, cahaya kasih itu akan tetap menyala, menerangi jalan menuju hari kemenangan yang penuh berkah, dan mengingatkan kita bahwa dalam berbagi, kita justru sedang meluaskan hati untuk menampung lebih banyak kebahagiaan.
Editor: Metta Wulandari
Artikel Terkait
Paket Lebaran 2019: Terus Menjalin Keakraban Antar Umat Beragama
21 Mei 2019Untuk kedua kalinya,
Relawan Tzu Chi mengadakan Pembagian Paket Lebaran untuk petugas kebersihan,
petugas keamanan, dan warga kurang mampu di Perumahan Budi Indah. Sebanyak 40
paket yang terdiri dari beras, minyak, biskuit,
sabun mandi dan deterjen diberikan dengan
harapan dapat membantu petugas yang sedang menjalani bulan ramadan.
Paket Cinta Kasih di Hari Imlek
13 Februari 2024Menyambut hari Raya Imlek 2024 Tzu Chi Singkawang menyiapkan sejumlah paket Imlek dan angpau untuk para Lansia di Yayasan Panti Werdha Sinar Abadi dan penerima bantuan Tzu Chi Singkawang.
Pembagian Kupon Paket Lebaran di Kapuk Muara Jakarta
15 Juni 2017Menyambut Lebaran,
Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia kembali
membagikan kupon bingkisan kepada para lansia dan anak
yatim yang kurang mampu, termasuk di wilayah Kapuk Muara Jakarta. Bingkisan sendiri akan
dibagikan pada Minggu, 18 Juni 2017.







Sitemap