120 Paket Bantuan Kebakaran untuk Warga Lagoa Kanal

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur memberikan paket bantuan kebakaran kepada Ibu Dari salah satu korban kebakaran Jl. Lagoa Kanal, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Rumah saya gak ada sisa sama sekali tinggal lantainya aja, habis semua. Apinya dari rumah depan, tiga rumah dari tempat saya, lalu merembet ke rumah saya," ujar Ibu Dari (58) salah satu korban kebakaran yang terjadi di RT 009 dan RT 010, RW 02 Jl. Lagoa Kanal, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis pagi, 7 Oktober 2021. Akibat peristiwa ini, Dari pun harus kehilangan seluruh harta benda di rumah peninggalan mertua yang telah ditinggalinya selama 50 tahun.

Saat peristiwa kebakaran, Ibu Dari sedang berjualan di jl. Sembada. Setelah rumah tetangganya terbakar, 15 menit kemudian api mulai membakar rumahnya yang juga dihuni oleh lima keluarga tersebut. Ibu Dari dan keluarganya juga tak sempat menyelamatkan harta benda dalam waktu sesingkat itu. 

Kebakaran ini juga menghanguskan rumah Kasmari (30) dan hanya menyisakan temboknya saja. Kasmari sudah tinggal di Logoa Kanal sejak lahir, rumah yang ditempatinya adalah rumah peninggalan kedua orang tuanya. “Kebakaran sekitar jam 10.45 WIB dan padamnya sekitar jam 13.00 WIB,” ungkap Kasmari yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek.

Kasmari pengemudi ojek pangkalan sangat senang menerima paket bantuan kebakaran dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia karena sangat-sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

Ibu Dari berdiri di atas tanah rumahnya yang hanya menyisakan beberapa lantai dan puing-puing sisa kebakaran. Rumahnya tersebut tadinya huni oleh 5 keluarga.


Musibah kebakaran yang diduga bersumber dari salah satu warung kelontong ini pun menghanguskan 61 rumah. Walaupun lokasi kebakaran berada tepat di pinggir Kali Lagoa Kanal, namun petugas pemadam tidak memiliki akses untuk ke kali tersebut karena sudah terkepung api.

Petugas pemadam kebakaran kemudian mengerahkan 19 unit mobil pemadam. Setelah tiga jam, kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB dan selesai pendinginan sekitar pukul 14.50 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Ketua RT 009, Arif Hidayat.

Peduli dengan musibah kebakaran tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur melakukan survei sekaligus membagikan kupon untuk warga yang sangat terdampak dari peristiwa kebakaran ini pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Dua hari setelah survei, 10 orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur mendatangi posko pengungsian yang berada di Jl. Lagoa Kanal, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 11 Oktober 2021 untuk membagikan 120 paket bantuan kebakaran dan ember bagi keluarga korban kebakaran.

Johan Kohar, koordinator pembagian paket bantuan kebakaran melihat langsung kondisi rumah Ibu Dari yang kini rata dengan tanah.

Para relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur berbaris rapih menuju lokasi kebakaran di Jl. Lagoa Kanal, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk membagikan paket bantuan kebakaran.


Kasmari dan Ibu Dari juga sangat berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia karena peduli dengan memberikan paket bantuan kebakaran. “Bantuan dari Buddha Tzu Chi sangat-sangat dibutuhkan karena, kita barang barang seperti peralatan mandi dan pakaian habis semua. Saya juga berharap ada bantuan dari manapun untuk nge-bangun lagi rumah ini,” ujar Kasmari.

Begitu juga dengan Ibu Dari yang sangat bersukacita karena menerima bantuan dari Tzu Chi. “Alhamdulillah, dalam satu boks ini lengkap, sekomplitnya seperti di toko. Ada selimut, alat mandi, bantuan ini bermanfaat sekali, alhamdulillah selimut kebagian semua, kita tidur yang sangat dibutuhin itu selimut. Terima kasih banyak, biar pada sehat relawannya, saya kirim doa aja buat relawan yang sudah tolongin saya,” ungkap Ibu Dari penuh haru.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur juga meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan 61 rumah tersebut.


Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur, Johan Kohar menegaskan bahwa relawan Tzu Chi sudah berkoordinasi dengan ketua RT dan menemui langsung warga korban kebakaran sehingga, bantuan paket kebakaran tepat sasaran. Johan Kohar juga berharap dengan adanya bantuan paket darurat ini sedikit meringankan beban pederitaan para korban kebakaran.

“Saya berharap para korban menyadari bahwa masih banyak orang yang peduli, terutama kita dari relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sangat peduli khususnya di masa pandemi Covid-19. Kepedulian harus kita utamakan dengan adanya kepedulian ini cinta kasih itu masih tetap ada,” ujar Johan Kohar disela-sela pembagian.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Penyemangat di Tengah Duka

Penyemangat di Tengah Duka

22 Desember 2014 Sedikit harapan muncul ketika Tzu Chi memberikan bantuan. Sebanyak 100 paket kebakaran yang berisi berbagai perlengkapan sehari-hari diberikan kepada para korban kebakaran. Lastri turut berbahagia mendapat bantuan. “Syukur alhamdullilah,” tutur wanita berusia 27 tahun itu.
Bantuan Kebakaran di Pinangsia

Bantuan Kebakaran di Pinangsia

13 Agustus 2012 Luka dan kesedihan warga Gang Burung Dalam, Kelurahan Pinangsia, kecamatan Tamansari, Jakarta Barat sedikit berkurang dengan hadirnya beberapa relawan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Bantuan Kebakaran: Bentuk Cinta Kasih dan Menjalin Tali Silahturahmi

Bantuan Kebakaran: Bentuk Cinta Kasih dan Menjalin Tali Silahturahmi

23 Maret 2016
Relawan Adi Wisastra selaku koordinator kegiatan ini mengungkapkan harapannya yaitu agar para warga yang tertimpa musibah dapat segera bangkit lagi semangatnya.
Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -