Senin, 16 Desember 2019
Indonesia | English

Galang Dana Pembangunan Tiga Ribu Rumah di Palu dan Lombok

25 Oktober 2018 Jurnalis : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat)
Fotografer : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat)


Tikwanto Lim (seragam  Abu) saat penggalangan dana 3.000 rumah untuk Palu dan Lombok, pada Minggu,21 Oktober 2018.

Gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat, juga di Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah meninggalkan duka bagi para korban maupun keluarganya. Mereka kehilangan sanak keluarga, harta dan tempat tinggal. Insan Tzu Chi pun segera bergerak menyalurkan bantuan maupun penghiburan. Kabar baiknya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pembangunan 3.000 unit rumah di Lombok dan Palu.

Kesatuan hati terlihat pada turut bersumbangsihnya semua insan Tzu Chi dalam penggalangan dana 3.000 rumah untuk Palu dan Lombok. Salah satunya di He Qi Pusat. Relawan yang berasal dari komunitas Sunter, JP1&2, Jembatan Lima (JB1) berkumpul bersama di Pasar Sunter Podomoro pada Sabtu, Minggu (20-21 Oktober 2018). Terdata sebanyak 15 orang (Sabtu) dan 21 orang (Minggu) insan Tzu Chi yang hadir menggalang titik titik cinta kasih dari setiap orang yang belanja di pasar. Mereka turut peduli dan menyisihkan uang belanja mereka dengan memasukkannya dalam kotak dana yang di pegang oleh relawan. 


Widya (relawan kembang) menerima donasi dari Marsiah pada saat penggalangan dana Minggu, 21 Oktober 2018.

Kebahagiaan dirasakan Widya (38), relawan kembang yang turut bersama dalam menggalang dana pada Minggu, 21 Oktober 2018. “Saya senang bisa menggunakan hari ini untuk kebaikan,” ujarnya.

Sepuluh kotak dana beserta flayer digunakan relawan selama dua hari menggalang dana 3.000 rumah untuk Lombok dan Palu. Penggalangan dana ini berlangsung dari pukul 7 Pagi hingga pukul 11 Siang.

Bu sudah selesai belanja? Cinta Kasihnya ya bu..untuk Palu, Lombok..” sapa relawan dengan ramah. Demikian yang diutarakan oleh Tikwanto Lim, bersama Eric Velly Salim, Lie Fie Lan ketika menghampiri ibu rumah tangga yang ikut serta menyisihkan uang belanjanya  saat penggalangan dana di Lobby dasar Pasar Sunter Podomoro.


Aliong turut memberikan cinta kasihnya dengan berdonasi.

Marsiah (40) melewati turunan persimpangan tangga tengah dan berhenti  di depan dua relawan sembari mengeluarkan uang dari dompetnya untuk disumbangkan. “Saya merasa kasihan, coba kalau menimpa di sini bagaimana rasanya. Semoga warga di sana diberikan panjang umur, murah rejeki, tabah menghadapi ujian hidup ini,” ujarnya. 
Ada juga Aliong (42). “Yang penting bantu orang adalah yang paling bagus. Saya diberikan kesempatan menyumbang sudah senang, meskipun hanya bisa menyumbang sedikit,” ujar Aliong.

Demi membangkitkan cinta kasih semua orang agar dapat turut berbuat kebaikan dengan menyisihkan sedikit uang belanja mereka untuk para korban gempa,  para insan Tzu Chi, tidak menghiraukan perasaaan malu, sedih pada saat diabaikan. Relawan tetap menebarkan senyuman tulus. Dengan turun bersumbangsih selama dua hari ini, relawan juag belajar mengalahkan ego dan memahami hakikat kebenaran akan praktik mengikis kesombongan, ke-Akuan dan mewujudkan welas asih demi meringankan  penderitaan mahkluk hidup. Semoga lingkaran kebaikan dapat menjauhkan bencana.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 567 kali


Berita Terkait


Saling Bersinergi Membangun Kembali Kota Palu

06 Desember 2018

Atlet Bulu Tangkis Kenamaan Indonesia Lelang Bersama Tzu Chi

26 November 2018

Gempa Palu: Membantu Wilayah Terisolir di Sigi

09 November 2018

Gempa Palu: Mengapa Harus Datang Langsung ke Palu?

25 Oktober 2018

Gempa Palu: Menghimpun Kebaikan dalam Kotak Dana Cinta Kasih

25 Oktober 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat