Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Harapan di Hari Jadi Tzu Chi Tanjung Balai Karimun

10 Juni 2016 Jurnalis : Purwanto (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Beverly, Sunaryo (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)

Sebelum pemotongan kue dan tumpeng para relawan berdoa bersama demi berkembangnya Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun.

Pada Minggu, 05 Juni 2016, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun merayakan ulang tahun yang ke-5. Semenjak  diresmikan pada tanggal 05 Juni 2011, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun tentunya membutuhkan usaha dan perjuangan yang tidak mudah. Sebelum berdirinya Kantor Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun, para relawan Tzu Chi melakukan kegiatan di rumah-rumah relawan. Hal tersebut membutuhkan perjuangan yang luar biasa demi melakukan kegiatan Tzu Chi. Dalam perayaan ini, diputarkan kegiataan-kegiatan yang dilakukan Tzu Chi di belahan dunia supaya menumbuhkan semangat relawan.

Sebelum perayaan ulang tahun dilaksanakan, semua relawan yang hadir pada pukul 08.00 WIB melakukan kebaktian pembacaan sutra bersama. Kebaktian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan keyakinan semua relawan untuk dapat berbuat baik disertai dengan kebijaksanaan. Seperti yang dituturkan Beverly Clara (14), ia merupakan anggota Zhen Shan Mei di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun sem ejak tahun 2006.


Saat memperingati Hari Ulang Tahun Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang ke-5, para relawan memberikan penghormatan dan membacakan 10 sila Tzu Chi sebagai sebuah budaya humanis

Dahulu, Beverly kurang mendapatkan perhatian karena untuk mengurusi kegiatan di Tzu Chi terkadang  kedua orang tuanya pulang larut malam. Tetapi sekarang hal itu bukanlah masalah, ia sudah memahami apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Seiring dengan berjalannya waktu, Beverly sering diajak oleh orang tuanya mengikuti kegiatan Tzu Chi. Sejak itulah muncul kegemarannya untuk foto-foto saat diadakannya kegiatan.

“Saya menganggap Tzu Chi seperti rumah saya sendiri,” ungkap Beverly. Setelah orang tuanya di Yayasan Buddha Tzu Chi, ia merasakan perbedaan pada keluarganya. Dulunya orang tuanya sering bertengkar saat di rumah, sekarang mereka bisa mengerti kewajiban yang harus dilaksanakan. “Saya senang fotografi di Tzu Chi, dengan tujuan mewariskan ke generasi-generasi penerus lewat foto yang saya abadikan,” imbuhnya.


Susi Shijie (dua dari kiri), saat mengucapkan ikrar kepada Master Cheng Yen dalam acara ulang tahun ke-5 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun

Berbeda lagi dengan pengalaman yang dialami oleh Lissa Shijie sebagai koordinator Xiao Tai Yang. “Saya bergabung di Tzu Chi sudah 3 tahun lebih bersama dengan ke tiga anak saya,” ungkapnya. Dulu Lissa adalah orang yang tempramental dan anak-anaknya pun terkadang bandel.  Setelah belajar di Tzu Chi ia sudah bisa mulai mengontrol emosinya ketika menghadapi masalah. Begitu pula dengan ketiga anaknya, mereka sudah menjadi anak yang baik, tidak nakal seperti dulu.

Saat membaca ikrar, terdapat beberapa relawan tidak sanggup membendung air matanya. Salah satu relawan tersebut adalah Susi Shijie. Ia menangis karena menggingat Master Cheng Yen. “Master Cheng Yen sangat mempedulikan murid-muridnya, tetapi kita sebagai muridnya tidak patuh dan tidak mempedulikan nasihat-nasihatnya,” ungkapnya disela-sela acara.


Untuk memeriahkan ulang tahun Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang ke-5, para Tzu Shao memberikan persembahan berupa isyarat tangan kepada para relawan yang hadir

Sukmawati Shijie sebagai ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun merasa bangga dengan relawan di wilayahnya. Berkat dukungan merekalah Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dapat bertahan sampai saat ini. Menurut Sukmawati, kadang perasaan capek dan malas pun menghampirinya, tetapi dengan memegang tekad awal perasaan capek dan malas itu dapat dihilangkan. Ia juga mengungkapkan kendala-kendala yang dialami selama ini, terutama gedung yang dipakai saat ini bukanlah milik sendiri.  “Semoga kedepannya kita memiliki gedung sendiri untuk kegiatan yang akan dilaksanakan,” ungkapnya. Ia juga berharap untuk para relawan di ulang tahun Tzu Chi yang ke-5 agar lebih kompak dan berani memikul tanggung jawab yang telah diberikan.

Artikel dibaca sebanyak : 3472 kali


Berita Terkait


Mendonasikan Buku, Menghantarkan Cinta Kasih

26 Maret 2018

Bervegetaris Untuk Menyayangi Diri Sendiri dan Ibu Pertiwi

13 Januari 2017

Menjadi Media yang Mencerahkan

22 Agustus 2016

Melatih Ketulusan dalam Bersumbangsih

25 Juli 2016

Waisak 2016 : Mewujudkan Keharmonisan dan Ketentraman

23 Mei 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat