Internasional : Makan Enak Tanpa Ayam Kalkun

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 
 

fotoTanpa hidangan ayam kalkun, ternyata semeja penuh menu makan Thanksgiving tetap dapat disajikan.

Menurut orang Amerika, Thanksgiving adalah sebuah hari raya berkumpulnya keluarga yang penuh kehangatan, layaknya orang Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek. Setiap keluarga di Amerika biasanya merayakan Thanksgiving dengan makan ayam kalkun, tapi apakah ada pilihan yang lain?

Menyebarkan Cinta Kasih pada Thanksgiving
Tanggal 21 November 2010, saat menjelang hari raya Thanksgiving, Kantor Perwakilan Tzu Chi California Utara, Mountain View menyelenggarakan acara makan bersama dengan penuh cinta kasih dan syukur di pusat kegiatan di Kota Los Altos. Selain berterima kasih pada relawan komunitas atas sumbangsihnya yang tulus, insan Tzu Chi juga menggalakkan paspor negeri vegetarian, serta memperkenalkan kepada teman-teman di sekitar bagaimana membuat menu vegetarian yang sehat dan nikmat, menyiapkan makanan Thanksgiving yang mewah meski tanpa ayam kalkun.

Satu persatu komite Tzu Chi Mountain View menyuguhkan menu Thanksgiving yang lezat kepada semuanya. Dalam piring terdapat bakpao kacang, labu merah Jepang panggang, abon vegetarian dipadu dengan nasi beras merah yang menyehatkan, juga ada sup sayur yang memulihkan kekuatan. Makanan manis setelah menu utama adalah pangsit kacang merah panggang. Semua orang berseru makanan vegetarian Tzu Chi lezat sekali.

foto  foto

Keterangan :

  • Para relawan menyiapkan menu makan Thanksgiving dengan bahan-bahan sayuran yang segar dan sehat. (kiri)
  • Liao QiongYu Shijie membawa anak-anak dari Sekolah Budaya Humanis Tzu Chi memperagakan isyarat tangan “Wajah yang Bahagia”. (kanan)

Chen Yan Yun yang muda dan cantik berkata bahwa makanan vegetarian menyehatkan, juga lezat, kelak dia ingin lebih banyak makan vegetarian. Wu You Ru adalah koki utama hari ini, dia sangat suka memasak, juga sangat senang memasak untuk semuanya. Dia mengatakan hari ini dia melihat dalam salah satu acara Da Ai TV, seorang dokter dengan sudut pandang seorang ahli mengenalkan pentingnya vegetarian dan kesehatan. Wu You Ru menjadi mengerti perlunya mengembangkan menu vegetarian yang lezat dan sehat.

Saat tengah hari, acara makan bersama yang penuh cinta kasih dan syukur selesai dalam menu vegetarian yang sehat dan lezat, dan juga suasana budaya kemanusiaan Tzu Chi yang hangat. Para relawan saling mengucapkan selamat hari raya Thanksgiving, dan berharap lain kali akan mengikuti acara yang bermakna seperti ini lagi. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Lio Kwong Lin)

  
 

Artikel Terkait

SMAT di Taman Matahari

SMAT di Taman Matahari

24 Juni 2015 “Kagum dengan ketulusan Tzu Chi yang tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan hal lain dalam memberikan bantuannya. Saya dan teman-teman mendukung untuk ngumpulin uang di celengan bambu,” paparnya sambil memegang erat celengan bambu yang diterimanya.
Meningkatkan Kualitas Pengobatan dan Pelayanan Berbudaya Humanis

Meningkatkan Kualitas Pengobatan dan Pelayanan Berbudaya Humanis

20 Januari 2021

Di rumah sakit banyak pasien yang membutuhkan relawan pemerhati dengan hati yang baik, tulus, dan damai untuk menyemangati sehingga, pasien bisa merasa tenang. “Master Cheng Yen ingin setiap relawan selalu membawa cinta kasih, dan mencurahkan perhatian ke setiap ruangan rawat inap pasien. Selain itu, kita juga harus menunjukkan pada pasien sehingga pasien bisa merasakan kesungguhan dan ketulusan dari relawan pemerhati.” pesan Shen Bi Hua.

Budaya Humanis di Segala Aspek Pendidikan

Budaya Humanis di Segala Aspek Pendidikan

14 Agustus 2018
Setelah sebelumnya mengadakan Jing Si Talk bertema Kekuatan dari Pendidikan yang ditujukan untuk masyarakat umum, Tsai Ping Kun, Ketua Misi Pendidikan Tzu Chi Taiwan kembali mengadakan seminar yang sama. Bedanya, seminar yang diadakan pada 10 Agustus 2018 tersebut ditujukan untuk para guru sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -