Sosialisasi Relawan Tzu Chi Menyatukan Niat Berbuat Kebajikan

Jurnalis : Nur Sugihartati, Bobby (He Qi Jakarta Barat 1), Fotografer : Bobby, Nur Sugihartati, Maria V, Nelly (He Qi Jakarta Barat 1)

Dalam kegiatan sosialisasi relawan Tzu Chi, Christine menyampaikan materi mengenai sejarah, Visi dan Misi Tzu Chi, serta berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari bakti sosial kesehatan, donor darah, hingga pendampingan di Tzu Chi Hospital.

Pada 26 April 2026, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 1 mengadakan kegiatan sosialisasi relawan yang berlangsung di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas Budaya Humanis yang berada di lantai 1. Sejak awal acara, peserta mulai berdatangan dengan antusias. Sosialisasi ini dihadiri oleh 38 peserta dari berbagai latar belakang usia, profesi, dan tingkat pendidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan visi dan misi Yayasan Buddha Tzu Chi, sekaligus mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi relawan. Materi disampaikan oleh Christine dan Junus yang memaparkan tentang empat misi utama Tzu Chi, yaitu Misi Amal, Misi Kesehatan, Misi Pendidikan, dan Misi Budaya Humanis. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan Tzu Chi seperti bantuan bencana internasional, donor sumsum tulang, pelestarian lingkungan, serta aktivitas relawan komunitas.

Christine juga berinteraksi langsung dengan peserta yang ikut sosialisasi relawan Tzu Chi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun tercipta, menumbuhkan semangat untuk berbuat kebajikan.

Ahmad Sohib, S.Pd., M.Hum. (tengah), guru agama Islam di Sekolah Negeri 01 Kapuk, Jakarta, sekaligus Ketua Yayasan Arridho Cengkareng, turut hadir dalam sosialisasi relawan Tzu Chi.

Salah satu peserta, Ahmad Sohib, S.Pd., M.Hum., guru agama Islam di Sekolah Negeri 01 Kapuk, Jakarta Barat, sekaligus Ketua Yayasan Arridho Cengkareng, mengungkapkan kekagumannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan Tzu Chi yang bersifat universal. Ia menilai Tzu Chi tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, maupun golongan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Sebagai guru, saya melihat banyak siswa yang mengalami kesulitan biaya pendidikan. Setelah mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi melalui DAAI TV dan kini bisa terlibat langsung, saya semakin yakin untuk bergabung menjadi relawan,” ujar Ahmad.

Ananda (23) telah mengenal Tzu Chi sejak mengikuti kelas budi pekerti saat kecil. Setelah menyelesaikan studi di Malaysia, ia kembali aktif dalam kegiatan donor darah dan pelestarian lingkungan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan sosialisasi relawan Tzu Chi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat mengenal nilai-nilai kemanusiaan dan tergerak untuk berkontribusi membantu sesama.

Dalam kegiatan ini hadir pula Ananda (23), yang sejak sekolah dasar telah mengikuti kelas budi pekerti Tzu Chi. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Malaysia, Ananda kembali aktif terlibat dalam berbagai kegiatan Tzu Chi di komunitas He Qi Jakarta Barat 1, seperti donor darah dan pelestarian lingkungan.

“Sejak kecil saya sudah mengenal nilai-nilai Tzu Chi dari orang tua. Setelah kembali dari Malaysia, saya ingin lebih aktif berkontribusi dan terus belajar untuk membantu sesama,” ujar Ananda.

Sosialisasi relawan Tzu Chi ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai Tzu Chi serta menumbuhkan keinginan untuk terlibat secara nyata dalam misi kemanusiaan.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Cara Unik untuk Bersumbangsih

Cara Unik untuk Bersumbangsih

17 April 2018
Relawan Tzu Chi Bandung melakukan sosialisasi Tzu Chi di tempat yang tidak biasa, yakni di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Panghegar, Bandung. Di sosialisasi ini, relawan mengajak penggendara kendaraan bermotor untuk beramal dengan cara mengisi bahan bakar di SPBU Panghegar. Karena dengan begitu mereka secara tidak langsung telah bersumbangsih untuk Tzu Chi.
Sosialisasi Tzu Ching Pertama di Bali

Sosialisasi Tzu Ching Pertama di Bali

12 Juni 2014 Untuk mencairkan ketegangan dan mengenal satu sama lain, kami bermain game dan secara bergantian mereka sharing mengenai kesan mereka setelah mengikuti sosialisasi Tzu Ching. Sri Hera Yanti adalah anak asuh Tzu Chi tahun 2010 yang sekarang tengah mengenyam pendidikan di salah satu Universitas di Bali.
Bersama-sama Mewujudkan Kebahagiaan

Bersama-sama Mewujudkan Kebahagiaan

07 Mei 2018
Pada Kamis, 3 Mei 2018, Tzu Chi Bandung berkesempatan untuk menyosialisasikan Misi-misi Tzu Chi pada acara gathering Eka Tjipta Foundation. Kegiatan ini bertujuan untuk mengalang cinta kasih dari para generasi-generasi muda di Kota Kembang.
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -