Menjalin Jodoh Baik Dengan Donor Darah

Jurnalis : Tcering Zoma Chen (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Tcering Zoma Chen, Arisman (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Sebelum memulai kegiatan donor darah, relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melakukan doa bersama.

"Kita tidak mampu mengendalikan panjangnya sebuah kehidupan, namun kita mampu membangun dan mengembangkan potensi dalam kehidupan agar bermanfaat bagi banyak orang." (Kata Perenungan Master Cheng Yen).

Donor darah merupakan proses pengambilan darah seseorang secara sukarela untuk disimpan sebagai stok darah dan kemudian digunakan untuk ditransfusikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Donor darah dapat dilakukan di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) di setiap kota dan kabupaten. Dengan mendonorkan darah, kita bisa membantu PMI dalam meningkatkan stok darah dan membantu orang yang membutuhkan darah di saat situasi-situasi darurat.

Untuk membantu penyediaan stok darah, Minggu, 30 Juni 2019, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun bekerja sama dengan PMI Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini rutin dilakukakan setiap 3 bulan sekali. Ada 47 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan kali ini.


Jessica Paliandry yang baru pertama kali mendonorkan darah sempat merasa takut ketika akan mendonorkan darah. Rasa kemanusiaannya mengalahkan rasa takutnya sehingga ia berani mendonorkan darah.


“Hari ini saya sangat bahagia karena sebelumnya saya sudah sering datang, tapi tidak lolos (pemeriksaan kesehatan),” kata Arpina (38), salah satu donor.

Untuk mendapatkan darah yang berkualitas baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya yang terpenting adalah mengecek kondisi kesehatan calon donor.  Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb) yang dilakukan oleh petugas PMI. Dari hasil pemeriksaan, dari 47 orang calon donor, yang berhasil lolos pemeriksaan ada 26 orang.

Bagi calon donor yang lolos dalam pemeriksaan kesehatan dan dapat mendonorkan darah tampak sangat bahagia. Salah satunya Arpina (38), “Hari ini saya sangat bahagia karena sebelumnya saya sudah sering datang, tapi saya tidak lolos dan saya merasa sedih. Kecewa karena pengennya darahnya bisa didonorkan. Terus hari ini bisa donor jadi saya merasa senang bisa (ikut membantu) menyelamatkan orang lain," kata Arpina.


Nova Harsita, petugas PMI Tanjung Balai Karimun yang merasa terkesan dengan keramahan dan kepedulian relawan Tzu Chi kepada sesama. 

Seperti yang diketahui, donor darah mempunyai banyak manfaat antara lain menurunkan resiko terkena penyakit jantung, kanker, menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius dan memicu pertumbuhan sel darah baru. Karena itu, kegiatan ini juga baik bagi para donor.

Beberapa kali bekerja sama dengan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun membawa kesan mendalam bagi para petugas PMI. Salah satunya Nova Harsita (26) yang merasa terkesan dengan sikap relawan Tzu Chi yang ramah dan bersahabat. “Bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi selalu memberikan kesan, karena relawannya ramah dan mempunyai nilai kemanusiaan yang tinggi. Stok darah di PMI (saat ini sedang) berkurang, jadi  kegiatan ini membantu meningkatkan stok darah," kata Nova.

Editor: Hadi Pranoto


Artikel Terkait

Menahan 'Gigitan Semut' untuk Selamatkan Sesama

Menahan 'Gigitan Semut' untuk Selamatkan Sesama

30 Maret 2017

Pada kegiatan donor darah kali itu, banyak sekali siswa-siswi SMA yang mendonorkan darah untuk pertama kalinya. Ada yang takut, ada yang gugup, namun ada juga yang percaya diri.

Saatnya untuk Kembali Donor Darah

Saatnya untuk Kembali Donor Darah

25 Mei 2021

Menggalang Donor Darah New Normal sesuai protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan sabun, menyemprotkan disinfektan ke seluruh tempat ruangan dan peralatan yang dipakai bertempat di Ehipassiko School BSD, Tangsel.

Siklus Cinta Kasih di Tanjung Pinang

Siklus Cinta Kasih di Tanjung Pinang

03 Juni 2014
Pada setiap kegiatan donor darah, relawan selalu memperkenalkan Tzu Chi kepada para peserta melalui kisah Master Cheng Yen beserta Celengan Bambu. Setelah mendengarkan kisah awal Tzu Chi dan Master Cheng Yen, mereka juga diajak untuk menanamkan kebiasaan ‘1 hari 1 kebajikan’ melalui celengan bambu.
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -