Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Menolong Orang Sekaligus Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

07 Desember 2018 Jurnalis : Ryanto Budiputra (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Darwis Chandra, Hasan Tiopan, Ryanto Budiputra (Tzu Chi Medan)


Calon donor mengisi formulir pendaftaran sebelum mendonorkan darahnya. Pada kesempatan ini, terhimpun sebanyak 221 kantong darah.

Suasana Minggu 2 Desember 2018 yang sejuk seakan mendukung kegiatan donor darah yang diadakan oleh relawan Tzu Chi di Medan Timur. Sejak jam 6.30 pagi para relawan sudah berdatangan ke lokasi diadakannya donor darah, Gedung TK – PG Sekolah Sutomo 1 Medan.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara Tzu Chi Indonesia Medan dan Palang Merah Indonesia Kota Medan. Ada 92 relawan dan 5 orang dokter yang hadir, serta didukung oleh tim dari PMI sebanyak 18 orang.


Anthon (38), sudah merasakan manfaat dari donor darah, karena itu ia ingin rutin mendonorkan darahnya.

Pada kesempatan ini, terhimpun sebanyak 221 kantong darah. “Donor darah adalah wujud dari bersumbangsih tanpa pamrih. Selain bisa menjaga kesehatan diri kita, kita juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan darah,” kata Uman, PIC donor darah. Dirinya juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, mereka sekaligus menggalang relawan komunitas untuk ikut bersumbangsih dan menggalang calon-calon Bodhisatwa (relawan Tzu Chi). Sesuai dengan tujuan tersebut, ada sebanyak 46 orang yang ingin menjadi relawan Tzu Chi.

Satu Aksi Beragam Manfaat

Anthon (38), salah seorang donor yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 6 kali sempat bercerita kepada relawan tentang donor darah yang ia rasakan. “Sakit kepala karena migren, otot leher terasa tertarik atau kaku, sekarang semua rasanya hilang,” katanya. Ia berniat untuk tetap rutin mendonorkan darahnya.


PIC donor darah, Uman (berdasi) dan Kepala Sekolah TK – PG Sekolah Sutomo 1 Medan memegang penghargaan yang diberikan oleh PMI.

Beda halnya dengan Jesslyn (22), seorang Tzu Ching (muda mudi Tzu Chi) yang baru pertama mendonorkan darahnya. Walaupun ia sempat merasa takut, tapi ia ingin membalas jasa karena ia pernah menerima transfusi darah. “Karena dulu saya pernah mendapatkan bantuan darah dari orang, jadi saya pikir sudah saatnya untuk membantu orang yang membutuhkan” Jesslyn menjelaskan.

“Awalnya merasa deg-degan, takut karena mau disuntik, tapi terakhir karena banyak dukungan dari temen-temen relawan dan Mami jadinya sudah tidak takut,” tambahnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 398 kali


Berita Terkait


Setetes Darah Cinta Kasih

12 Desember 2018

Baksos Donor Darah

03 Juni 2013


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat