Rabu, 22 November 2017
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Lima Agregat Bagaikan Pencuri


Sanubari Teduh: Lima Agregat Bagaikan Pencuri
15 November 2017

Kita semua tahu bahwa lima Agregat meliputi rupa, perasaan, persepsi, dorongan karma dan kesadaran. Lima Agregat ini bagaikan pencuri dalam hidup kita. Contohnya rupa. Adakalanya kita terbuai oleh rupa di luar. Selain godaan rupa, adakalanya tubuh kita juga terbuai oleh kenikmatan duniawi dan perhiasan lainnya.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Menyadarkan Diri Sendiri dan Orang Lain


Sanubari Teduh: Menyadarkan Diri Sendiri dan Orang Lain
10 November 2017

Dalam seluruh usia kehidupan kita, apakah kita akan sehat selalu? Kita tidak tahu. Setiap orang tidak luput dari ketidakkekalan. Waktu dan hari terus berlalu. Ketidakkekalan bagai tengah menelan semuanya. Jika kita menyia-nyiakan satu hari, berarti ketidakkekalan telah menelan waktu kita sehari.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Melenyapkan Kesombongan dan Nafsu Keinginan


Sanubari Teduh: Melenyapkan Kesombongan dan Nafsu Keinginan
25 Oktober 2017

Mulai hari ini, kita harus sangat tulus. Setiap hari saya berkata bahwa kita harus mawas diri dan berhati tulus. Kita harus menjaga hati dengan baik. Kita harus sangat berhati-hati.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Empat Landasan Noda Batin


Sanubari Teduh: Empat Landasan Noda Batin
10 Agustus 2017

Berhubung noda batin ini adalah hasil akumulasi,  maka ia pasti dapat dilenyapkan. dan berhubung noda batin ini adalah hasil akumulasi pasti dapat dikikis.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Tidak Belajar Berakibat Kesesatan


Sanubari Teduh: Tidak Belajar Berakibat Kesesatan
27 Juli 2017

Segala hal yang kita lihat dan segala prinsip harus kita cerna dengan jelas. Kita harus bisa membedakan benar dan salah dengan jelas.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Perbuataan Baik dan Buruk Nyata Berbeda


Sanubari Teduh: Perbuataan Baik dan Buruk Nyata Berbeda
20 Juli 2017

Kini kita terlahir sebagai manusia dan memiliki tubuh yang sehat. Bagaimana boleh kita tidak segera berbuat baik? Kita harus menggenggam waktu yang ada dan memanfaatkan tubuh yang sehat ini.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Buah Karma Ditanggung Sendiri - Bagian 1/2


Sanubari Teduh: Buah Karma Ditanggung Sendiri - Bagian 1/2
06 Juli 2017

Perbuatan apa yang kita lakukan, maka kita sendiri yang akan menerima akibatnya. Sedikitpun kita tidak bisa menghindar. Karena itu kita harus bersungguh hati.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Membuka Mata Hati


Sanubari Teduh: Membuka Mata Hati
07 Juni 2017

Di dalam hati kita juga harus ada rasa malu. Dengan begitu baru kita dapat memiliki mata hati yang terang  dan mampu membedakan yang benar dan salah. Yang sepatutnya dilakukan hendaknya kita lakukan.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Menyucikan Noda Batin, Bebas Dari Keluh Kesah Dan Kerisauan


Sanubari Teduh: Menyucikan Noda Batin, Bebas Dari Keluh Kesah Dan Kerisauan
31 Mei 2017

Kita juga harus berhati-hati dalam berbicara. Janganlah kita berbicara sembarangan. Sungguh, ucapan sangatlah penting. Sepatah kata dapat menjalin jodoh baik dengan orang lain dan juga dapat membimbing sesama untuk berjalan ke arah yang benar.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa


Sanubari Teduh: Ketulusan Hati Terdengar Oleh Para Buddha dan Dewa
24 Mei 2017

Dengan hati yang tulus, maka tiada hal yang tak dapat kita capai. Kita harus percaya pada ungkapan, “Tiga inchi di atas kepala ada Dewa” Orang-orang mungkin bertanya “Apa benar ada? Kami tidak melihatnya.”

[Baca Lebih Lanjut]


Prev 1 2 3 4 5 6Next
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat