Sabtu, 10 April 2021
Indonesia | English

Sanubari Teduh: Aktif Mengembangkan Jiwa Kebijaksanaan


Sanubari Teduh: Aktif Mengembangkan Jiwa Kebijaksanaan
08 Februari 2017

Kita harus menggangap setiap orang sebagai guru. Kita juga harus meneladani para orang bijak dan berintropeksi saat melihat sesuatu yang tidak benar.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Mengakhiri Celah dan Noda Batin


Sanubari Teduh: Mengakhiri Celah dan Noda Batin
06 Februari 2017

Waktu berlalu dengan cepat. Kini dunia telah memasuki era kalpa kerusakan. Dharma juga telah memasuki era kemunduran. Kita telah berada di penghujung era kemunduran Dharma.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Sembilan Puluh Delapan Kecenderungan - Bagian 2/2


Sanubari Teduh: Sembilan Puluh Delapan Kecenderungan - Bagian 2/2
06 Februari 2017
Tanpa ketamakan dan nafsu keinginan, manusia tidak akan memiliki pamrih. Tanpa adanya pamrih dia tidak akan punya kebencian, Tanpa kebencian, tidak akan ada kebodohan. Tanpa kebodohan tidak akan ada kesombongan. Tanpa kesombongan, batin akan sangat jernih. Adakah keraguan dalam batin yang jernih?

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Sembilan Puluh Delapan Kecenderungan - Bagian 1/2


Sanubari Teduh: Sembilan Puluh Delapan Kecenderungan - Bagian 1/2
06 Februari 2017
Kecenderungan adalah sesuatu yang mendorong kita. Semua ini mendorong kita pada kerumitan. Mulanya suatu masalah sangat sederhana. Bagaimana bisa menjadi sangat rumit? ini akibat pandangan kita.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Batin yang Murni Melihat Kebenaran


Sanubari Teduh: Batin yang Murni Melihat Kebenaran
01 Februari 2017

Yang seharusnya kita lakukan, harus kita lakukan dengan giat. Yang tidak seharusnya dilakukan, harus kita waspadai.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh : Enam Puluh Dua Pandangan


Sanubari Teduh : Enam Puluh Dua Pandangan
31 Januari 2017
Ajaran Buddha bertujuan untuk membuat kita mampu melepaskan kerisauan dalam  batin dan tidak terpengaruh oleh segala kondisi luar yang menganggu. Harap kita semua menggunakan kesungguhan hati dalam menjalani keseharian agar merasakan prinsip kebenaran yang terkandung di dalam segala sesuatu.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Dua Puluh Lima Aku


Sanubari Teduh: Dua Puluh Lima Aku
30 Januari 2017
Kita hendaknya bisa mengubah “aku” yang egois menjadi “aku” yang universal. Dari sikap mementingkan diri sendiri  menjadi sikap penuh empati.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Dharma Meresap di Kala Bathin Jernih


Sanubari Teduh: Dharma Meresap di Kala Bathin Jernih
26 Januari 2017
Langkah pertama dalam melatih diri adalah bertobat. Dengan bertobat, barulah noda batin dapat dilenyapkan. Saat noda batin lenyap, batin akan menjadi murni dan kebenaran ajaran Buddha barulah dapat meresap ke dalam hati.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Virus Penyakit Bathin


Sanubari Teduh: Virus Penyakit Bathin
26 Januari 2017
Sesuatu yang tak perlu kita lakukan, harus segera kita lenyapkan dari dalam hati. Inilah yang disebut benih dalam hati. Benih yang baik kita tanam sungguh-sungguh, benih yang buruk harus kita buang. Jadi hati bagaikan sepetak sawah. Hati bagaikan sebuah dunia.

[Baca Lebih Lanjut]


Sanubari Teduh: Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban


Sanubari Teduh: Berbuat Baik, Melatih Moralitas dan Menjalankan Kewajiban
25 Januari 2017

Ingat jangan melakukan kejahatan walaupun kecil. Jangan hanya karena kejahatan itu kecil, maka tak ada yang perlu ditakutkan. Janganlah berpikir demikian, karena kejahatan kecil yang terus terakumulasi juga akan menjadi kejahatan besar.

[Baca Lebih Lanjut]


Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat