"Ayo Donor Darah"

Jurnalis : Desi Amizir (He Qi Selatan), Fotografer : Desi Amizir, Ansari (He Qi Selatan)

Minggu, 15 Juni 2014, untuk kesembilan kalinya He Qi Selatan mengadakan donor darah di  Jing Si Books & Café Blok M Plaza, bekerja sama dengan Rumah Sakit Fatmawati.

Pada tanggal 15 Juni 2014, untuk kesembilan kalinya He Qi Selatan mengadakan bakti sosial donor darah yang berlokasi di  Jing Si Books & café Blok M Plaza bekerja sama dengan Rumah Sakit Fatmawati yang mana untuk kali ini berhasil mengumpulkan 51 orang donor. Para donor berasal dari kalangan masyarakat umum dan relawan Tzu Chi. Acara yan dimulai dari pukul 14.00 – 17.00 WIB itu berjalan dengan baik dan lancar.

Meski saat itu di luar sedang hujan deras,  tidak mengurangi semangat beberapa donor yang hadir. Bahkan beberapa diantaranya sudah hadir sebelum petugas PMI datang. M. Irwan yang berpartisipasi  untuk kesembilan kalinya dalam kegiatan donor darah di Jing Si Books & Café Blok M kembali hadir pagi itu. “Sejak rutin mendonorkan darah, badannya terasa sangat ringan, dan lebih fresh,” ungkapnya. Belum lagi menjelang bulan suci Ramadan akan segera datang,  ia yakin badannya akan lebih segar.

M. Irwan yang sudah mendonorkan darah  untuk kesembilan kalinya merasa tubuh dan kesehatannya menjadi lebih baik.

Ada pula Ety, yang baru pertama kali mendonorkan darahnya. “Saya sudah menanti  lama untuk bisa berpastisipasi (donor),” tegasnya. Setelah tahu akan ada kegiatan donor darah di Jing Si Books & Café  beberapa bulan sebelumnya, Ety segera berpartisipasi. Menurutnya donor darah sangat baik bagi kesehatan karena darah di dalam tubuh akan terus berganti.

Rita (depan) yang awalnya takut justru tersenyum setelah tahu bahwa donor darah tidak seperti yang dibayangkannya semula.

Berbeda dengan Ety yang sangat tenang dan mengakui tidak pusing atau lemas setelah selesai melakukan transfusi, Rita Kristanti yang juga baru pertama kali ikut donor darah justru merasa sangat gugup. Dengan mata berkaca-kaca ia datang diantar seorang teman yang mendampingi dari sejak mendaftar hingga selesai donor. Pada saat transfusi darah, menurut petugas yang memasangkan jarum di  tangan kanan Rita, jari tangan Rita dingin seperti es,  dan ini  biasanya dikarenakan takut atau panik. “Aduh.., aduh,” ucap Rita sambil menutupi wajahnya dengan selimut ketika petugas menusukkan jarum di lengannya. Namun, tidak berapa lama kemudian ia tertawa gembira sambil berucap, “Tadi saat menunggu terasa pusing, tapi sekarang tidak lagi.” 

Sebanyak 51 orang berhasil mendonorkan darahnya. Mereka juga diajak untuk bersumbangsih.

Setelah donor darah selesai,  para donor diberikan bubur kacang hujau, sebutir telur rebus, dan segelas  teh hangat serta dibekali  mi instan, susu kotak, Buletin Tzu Chi dan pena. Para donor bahkan diberikan kacamata (plus) bagi yang membutuhkan. Kacamata ini merupakan sumbangsih dari Lilis Shijie, salah satu relawan He Qi Selatan. Tersirat jelas rasa bahagia di raut wajah para donor.

Satu hal yang dapat kita pelajari dari kegiatan ini, bahwa untuk melalukan kebaikan, kita harus terlebih dulu menjaga kesehatan tubuh kita. Tidak semua donor dapat mendonorkan darahnya, hanya mereka yang sehat dan memenuhi persyaratan berat badan dan tekanan darahnya saja yang boleh bersumbangsih. Setiap kebaikan yang ingin kita lakukan tidaklah sulit dan sakit seperti yang ada dalam kekhawatiran kita, karena setiap langkah atau tujuan  kebaikan akan mendapat kemudahan. Setiap ada keyakinan dalam diri, kesulitan dan rintangan bukanlah sesuatu yang layak untuk dijadikan penghalang apalagi layak untuk ditakuti.


Artikel Terkait

Aksi Donor Darah di Deli Plaza

Aksi Donor Darah di Deli Plaza

04 Desember 2009
“Walaupun ini yang pertama kali bagi saya dalam mendonorkan darah, saya sangat senang sekali karena dapat menolong orang banyak,” ucap Marno, salah satu prajurit Batalion Arhanud 11/BS, Kodam I/BB, yang turut serta mendonorkan darahnya.
Melangkah dengan Penuh Keberanian

Melangkah dengan Penuh Keberanian

13 Agustus 2019

Minggu, 21 Juli 2019, hari terakhir Bazar Cinta Kasih, Tzu Chi Batam kembali mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan yang rutin diadakan di berbagai mall di Kota Batam ini, kali ini untuk kedua kali diselenggarakan di Aula Jing Si Batam.

Saatnya Peduli

Saatnya Peduli

16 Juni 2014 Sebagian besar pendonor, baru pertama kali melakukan donor darah. Rasa takut tampak terpancar dari wajah masing-masing pendonor. Namun demi rasa berbagi cinta kasih, para pendonor memberanikan diri untuk tetap mendonorkan darahnya.
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -