â€Ingin Bertemu Kembaliâ€
Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan & Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)|
|
| ||
| Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00-10.00 WIB di Jl. Makam Caringin No. 43, Bandung. Sebanyak 55 orang relawan Tzu Chi turut berpartisipasi dalam membagikan beras cinta kasih Tzu Chi. Terpilihnya Kecamatan Babakan Ciparay pada bakti sosial pembagian beras kali ini adalah karena masih banyaknya warga yang kurang mampu dan sebagian besar warga berprofesi sebagai buruh lepas dan pengangguran. "Ini merupakan ketiga kalinya kami (Tzu Chi Bandung) melakukan pembagian beras dalam tahun 2011 ini. Kita membagikan beras di daerah Bandung selatan yang berada di tepi daerah bandung karena memang sudah lama kita tidak jangkau dalam kegiatan-kegiatan baksos. Maka kali ini kita prioritaskan dari sisi survei awal dan memang tempat ini termasuk wilayah yang tepat sasaran untuk dibantu,” kata Ketua Tzu Chi Bandung Herman Widjaja.
Keterangan :
Kegiatan bakti sosial ini mendapat tanggapan yang positif dari Kompol (Komisaris Polisi) Wardi S.H selaku Kapolsek Babakan Ciparay. Menurutnya kegiatan bakti sosial ini benar-benar sangat membantu warga Kecamatan Babakan Ciparay, dimana sebagian masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. "Kami menyambut dengan baik kegiatan sosial ini, yang mana ditujukan kepada warga kami yang tidak mampu sehingga bantuan sosial ini bisa langsung ke tangan yang berhak. Harapan kami tentunya mudah-mudahan masih ada kesempatan lagi bagi warga kami, sehingga warga kami yang betul-betul kurang mampu dapat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Budddha Tzu Chi," harapnya. Adanya Jalinan Jodoh
Keterangan :
Seperti yang dirasakan oleh salah satu warga penerima bantuan beras cinta kasih Tzu Chi yaitu, Atang (73) yang menyambut baik kegiatan baksos ini. Atang merupakan warga Margahayu Utara yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan terpaksa harus menjadi buruh lepas. Apapun Ia kerjakan, seperti menjadi kuli bangunan, pesuruh dan terkadang Ia pun memungut sampah yang berbahan plastik untuk dijualnya kembali. Hal tersebut Ia lakukan demi kelangsungan hidup keluarganya. "Saya sebagai masyarakat kecil, banyak terima kasih mudah-mudahan kebaikan dari Yayasan Buddha Tzu Chi dapat balasan yang berlimpah. Beras ini saya akan pergunakan untuk menafkahi anak cucu saya, Harapan saya kalau saya masih ada, mudah-mudahan bisa berjumpa kembali dengan relawan Tzu Chi," ungkap Atang. Menurut Herman Widjaja, dengan adanya kegiatan pembagian beras ini, relawan Tzu Chi memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan misi dan visi Tzu Chi kepada warga penerima bantuan. "Harapan saya sama seperti apa yang dikatakan oleh Master Cheng Yen, beras ini hanya 20 kg dan pada saatnya akan habis, namun dengan adanya silaturahmi dengan penerima bantuan, mudah-mudahan cinta kasih ini akan selamanya mereka kenang dan mereka sebarkan kepada sesama lainnya," ungkap Herman.
| |||
Artikel Terkait
Sampah Botol yang Menjadi Bernilai
12 September 2018
Dukungan Kesehatan di Desa Giling
13 Februari 2026Hujan deras mengiringi bakti sosial kesehatan umum di SDN Giling 03, Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini berhasil melayani 375 orang pasien dengan antusiasme tinggi masyarakat setempat.
Setiap Orang Adalah Teladan Pelestarian Lingkungan
21 Desember 2023Demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan yang berkesinambungan, relawan Tzu Chi di komunitas Hu Ai Titi Kuning mengadakan sosialisasi kepada 792 siswa-siswi Sekolah Santo Yoseph Medan.









Sitemap