Ada Niat Pasti Ada Kekuatan

Jurnalis : Beby Suriaty, Leo Samuel Salim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Lukman (Tzu Chi Medan)
 
 

fotoPada kesempatan itu, relawan Tzu Chi Medan juga ikut mendonorkan darahnya. Tak hanya mengimbau, relawan pun menjadi contoh terdepan dalam kegiatan kemanusiaan.

Minggu, 24 Juli 2011, bertempat di Aula Sekolah WR. Supartman 1, Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Medan melaksanakan kegiatan donor darah yang berkerjasama dengan Yayasan Perguruan WR. Supratman 1 dan Unit Transfusi Darah RSUP Adam Malik. Dalam melaksanakan kegiatan donor darah ini bukanlah berapa kantong darah yang didapat, tetapi berapa cinta kasih yang didapat. Darah yang kita sumbangkan akan dapat digunakan untuk menyelamatkan dan membantu sesama.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, “Tubuh ini bukanlah hak milik kita, tetapi hanyalah hak pakai buat kita.” Semua yang ada pada diri kita bukanlah hak milik kita sepenuhnya, bila kita telah meninggalkan dunia ini, yang dibawa hanyalah buah karma masing-masing.

Pada saat kegiatan berlangsung, semua relawan termasuk murid-murid SMA dari Perguruan WR. Supratman 1 mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan bersukacita. Kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan. Di acara sharing, murid-murid mengatakan bahwa mereka merasakan apa yang dinamakan cinta kasih universal yang diwujudkan dalam kenyataan dan arti dari sebuah senyuman. Senyuman itu sendiri adalah sebuah hadiah yang dapat diberikan kepada semua orang dan membuat orang tersebut merasa bahagia. Dalam kesempatan yang sama dilakukan juga sosialisasi mengenai fungsi dari mendonorkan darah, ini dikarenakan masih adanya tanggapan yang salah di masyarakat mengenai donor darah tersebut.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan tengah menghibur para donor serta menjelaskan tentang Tzu Chi. (kiri)
  • Tujuan dari kegiatan donor darah ini adalah untuk membangkitkan cinta kasih di hati setiap orang. (kanan)

Salah satu pendonor, Nanan Abdillah salah tokoh masyarakat Kota Medan, dengan wajah penuh senyum beranggapan bahwa ada sebentuk kebahagiaan yang tak terkira setelah  mendonorkan darah karena dengan ini dirinya dapat menolong orang lain. Nanan Abdillah sendiri sudah sering mengadakan kegiatan yang sama di beberapa kesempatan, tetapi selalu saja tidak memiliki kesempatan untuk mendonorkan darahnya. Jadi di kesempatan yang satu ini, untuk kali pertama Nanan Abdillah mendonorkan darahnya. Melihat semua relawan bersatu padu memberikan pelayanan penuh dengan cinta kasih membuat dirinya tersentuh dan berniat akan bergabung dengan Tzu Chi dalam melakukan kegiatan sosial.

Di setiap kegiatan Tzu Chi ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni kebersamaan. “Laksana sebuah keluarga,” ungkap salah satu relawan dari SMA WR. Supratman 1. Yang membuat tersentuh adalah banyak dari relawan akhirnya sadar akan pentingnya memegang kuat kesempatan yang ada untuk menanam kebajikan. Sebuah jodoh baik tidak akan terwujud jika semuanya membiarkan segala sesuatunya berlalu dengan begitu saja. Semoga cinta kasih ini bukanlah hanya pada hari itu saja, tetapi untuk selamanya. Seperti kata Master Cheng Yen “Genggam dan pertahankan niat baik yang timbul dalam waktu sesaat. Karena itu, yang terpenting adalah kita dapat mengenali niat baik yang timbul di dalam hati.”

Dalam kegiatan donor darah ini terkumpul 285 kantong darah. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Medan mengucapkan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Medan. Semoga jalinan kasih sayang ini dapat terus berlanjut.

  
 

Artikel Terkait

Bekerja Atas Nama Kepedulian

Bekerja Atas Nama Kepedulian

10 Juni 2016
Kamis 9 Juni 2016, relawan Tzu Chi mengunjungi Yayasan Galuh, sebuah Pusat Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan di daerah Bekasi, Jawa Barat. Hari itu, tiga relawan Tzu Chi melakukan kegiatan rutin di Yayasan Galuh berupa pembagian makan siang yang diperuntukkan bagi 400-an penghuni panti ini, termasuk pasien, pengurus, dan care keeper.
Metta Wulandari
Pertemuan Pertama Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Pekanbaru

Pertemuan Pertama Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Pekanbaru

19 Agustus 2016

Kelas budi pekerti Tzu Chi Pekanbaru kembali dimulai seiring dengan proses belajar mengajar semester baru anak-anak di sekolah. Jumlah murid Kelas Teratai ini sebanyak 39 anak.

Peletakan Batu Pertama Rumah Cinta Kasih Tzu Chi di Manado

Peletakan Batu Pertama Rumah Cinta Kasih Tzu Chi di Manado

28 Januari 2015 Bantuan rumah cinta kasih ini diberikan setelah melalui beberapa kali survei. Survei yang berulang-ulang dilakukan relawan agar bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dari keluarga tersebut.
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -