Anak-anak dan Pelestarian Lingkungan

Jurnalis : Rudi Santoso (He Qi Utara), Fotografer : Rudi Santoso (He Qi Utara)
 
 

fotoSosialisasi pelestarian lingkungan di Sekolah Amitayus mengajak anak-anak melakukan praktik langsung untuk melestarikan lingkungan dengan memilah sampah..

Minggu, 29 Mei 2011, pukul 08.30 WIB, relawan Tzu Chi mengadakan kegiatan Sosialisasi Pelestarian Lingkungan kepada para pelajar Sekolah Amitayus. Pada kesempatan itu juga Ketua Hu Ai Jelambar, Usman Shixiong menyerahkan satu set tempat sampah yang terdiri dari 3 buah tong untuk sekolah tersebut. “Saya atas nama sekolah menyatakan terima kasih atas sumbangsih berupa tong sampah ini. Kami juga sangat gembira dan mendukung kegiatan-kegiatan Tzu Chi, salah satunya berupa sosialisasi pelestarian lingkungan kepada murid-murid di sekolah kami karena anak-anak akan lebih cepat menyerap apa yang diberikan dan akan bermanfaat bagi dirinya serta lingkungannya kemudian hari” Demikian ungkap Ibu Ani dengan perasaan bahagia dan antusias.

 

Pembawa acara Nancy Shijie mengawali acara dengan memaparkan tentang pentingnya pelestarian lingkungan serta hubungan lingkungan dengan kehidupan manusia. Lalu acara diteruskan dengan  memutarkan sebuah rekaman video musibah gempa dan tsunami yg baru-baru ini terjadi di Jepang. Anak-anak Sekolah Amitayus menyaksikan dengan seksama dan serius, bagaimana terjadi gempa kuat yang dilanjutkan dengan terjangan tsunami yang begitu dahsyat, membuat sebagian anak-anak itu berdecak haru seakan tidak percaya atas apa yang mereka lihat. Untuk menenangkan hati dan pikiran maka diputarlah video ceramah Master Cheng Yen yang menekankan pentingnya menjalankan Misi pelestarian lingkungan. Anak-anak mendengarkan ceramah tersebut dengan penuh perhatian. Walau usia mereka masih kecil akan tetapi mereka memiliki sebuah hati dan pikiran yang penuh cinta kasih.

Setelah itu Hendry Shixiong menerangkan lebih lanjut tentang pelestarian lingkungan. Pada kesempatan itu juga Hendry mengajarkan cara memilah sampah kepada anak-anak sekolah. Ia menjelaskan kepada anak-anak bahwa sampah basah sudah tidak bisa didaur ulang lagi, sedangkan sampah kering berupa kertas-kertas dan plastik yang masih dapat didaur ulang. Mulanya anak-anak kurang mengerti, namun setelah Hendry Shixiong menjelaskan dan memperagakan dengan memberikan contoh-contoh sampah yang sebenarnya, maka anak-anak akhirnya mengerti dan sadar akan pentingnya memilah sampah dan pelestarian lingkungan bagi kebersihan sekitar dan kebersihan lingkungan secara umumnya. “Dasar memilah sampah adalah untuk memudahkan kita memisahkan barang-barang yang dapat didaur ulang dengan yang tidak dapat didaur ulang.

Selain itu ada lagi keuntungan dengan memilah sampah yaitu sampah yang bisa didaur ulang tidak menjadi kotor atau rusak. “Coba bayangkan jika kita tidak memilah sampah, maka semua sampah akan bercampur aduk menjadi satu sehingga dapat merusak dan mengotori sampah yang dapat didaur ulang sehingga dibutuhkan air untuk membersihkannya. Hal tersebut akan membuat terjadinya pemborosan air,” ujar Hendry Shixiong menerangkan pentingnya pemilahan pada sampah sejak awal.

foto  foto

Keterangan :

  • Usman Shixiong, Ketua Hu Ai Jelambar menyerahkan tempat sampah kepada Ibu Ani yang mewakili Yayasan Amitayus.(kiri)
  • Anak-anak Sekolah Amitayus Jelambar dengan antusias mendengarkan Sosialisasi Pelestarian Lingkungan yang dibawakan relawan Tzu Chi. (kanan)

Acara dilanjutkan dengan suguhan khas Tzu Chi berupa lagu isyarat tangan yang berjudul Pun So yang berarti “memilah sampah”. Anak-anak dan guru-guru yang hadir dengan antusias mengikuti gerakan-gerakan isyarat tangan yang dibawakan oleh para relawan sehingga suasana menjadi akrab, gembira, dan penuh tawa sukacita.

foto  foto

Keterangan :

  • Tempat sampah yang diberikan oleh Tzu Chi diharapkan akan bermanfaat bagi anak-anak di Sekolah Amitayus, juga membudayakan kebiasaan memilah sampah pada orang tua. (kiri)
  • Relawan Tzu Chi menampilkan lagu isyarat tangan tentang sampah dengan rapi dan indah yang diikuti oleh anak-anak dan guru Sekolah Amitayus. (kanan)

Satu set tempat sampah sumbangsih relawan Tzu Chi langsung diletakkan di sekolah sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh anak-anak serta orang tua mereka juga akan menjadi lebih tahu pentingnya pemilahan sampah. Acara hari ini ditutup dengan doa bersama yang khidmat dan diiringi oleh lagu Dunia Damai Bebas Bencana. Dengan adanya kegiatan hari ini semoga anak-anak Sekolah Amitayus akan lebih mengerti tentang pentingnya pelestarian lingkungan serta hubungan manusia dengan lingkungan yang tidak bisa terpisahkan satu sama lainnya. Lingkungan yang bersih dan baik akan membuat semua berjalan dengan baik, sebaliknya apabila keseimbangan lingkungan tidak terpelihara dengan baik maka akan terjadi banyak sekali ketimpangan yang akan berimbas pula pada umat manusia itu sendiri.

  
 

Artikel Terkait

Internasional: Hemat Listrik dan Vegetarian

Internasional: Hemat Listrik dan Vegetarian

02 April 2012
Tanggal 31 Maret adalah Perayaan Hari Bumi. Tahun ini ada 135 negara, 5.200 kota, 2,2 milyar orang yang ikut mematikan lampu selama satu jam. Demi memperlambat gejala pemanasan global, selain mematikan lampu selama satu jam, juga seharusnya mengurangi konsumsi sepotong daging.
Senantiasa Bersyukur Walau Menghadapi Wabah Covid-19

Senantiasa Bersyukur Walau Menghadapi Wabah Covid-19

06 April 2020

Nilai-nilai kehidupan dalam kelas budaya humanis, membantu para siswa Sekolah Tzu Chi Indonesia untuk melewati proses belajar di rumah dengan baik sambil diingatkan untuk terus bersyukur.

Bersukacita Melakukan Daur Ulang

Bersukacita Melakukan Daur Ulang

16 Maret 2011

Sejak pukul 09.00 WIB pada hari Minggu tanggal 20 Februari 2011 di Posko Daur Ulang Tzu Chi Tebing Tinggi telah berkumpul para relawan biru putih, abu putih, dan relawan rompi sebanyak 30 orang. Para relawan tampak begitu bersemangat dalam memilah sampah yang dapat didaur ulang.

Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -