Anugerah Peduli Pendidikan untuk Tzu Chi

Jurnalis : Himawan Susanto, Fotografer : Himawan Susanto, Anand Yahya
 
 

fotoIbu Diah, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dengan senyum sumringah mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menerima penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan dari Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Nuh.

Tujuh tahun lebih sudah Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersumbangsih di dunia pendidikan Indonesia melalui misi Pendidikannya. Sejak pembangunan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng Jakarta Barat, Yayasan Buddha Tzu Chi terus meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Ungkapan Terima Kasih Mendiknas
Hari Jumat, 24 September 2010, pukul 18.00 WIB, bertempat di Plaza Gedung A Mendiknas, Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan acara “Anugerah Peduli Pendidikan” bertema “Bersama Membangun Negeri dan Karakter Bangsa melalui Pendidikan”. Anugerah Peduli Pendidikan ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan Kementerian Pendidikan Nasional kepada perusahaan, yayasan, BUMN, dan bank atas jasa dan kepedulian mereka dalam pembangunan dunia pendidikan di tanah air.

Dalam kata sambutannya, Muhammad Nuh menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada dunia pendidikan. “Dunia yang sangat kompleks karena spektrumnya yang sangat luas. Dunia yang sangat menantang karena menentukan masa depan dan dunia yang sangat mulia karena memanusiakan manusia. Saya sampaikan ucapkan terima kasih kepada undangan yang hadir karena secara fisik penghargaan ini mungkin tidak punya makna namun ini adalah bagian dari kebersamaan kita untuk membangun masa depan kita,” ungkapnya. Saat itu, Mendiknas pun berharap dengan adanya Anugerah Peduli Pendidikan ini, partisipasi masyarakat di bidang pendidikan semakin luas.

foto  foto

Ket:- Dalam Anugerah Peduli Pendidikan ini, Taufik Ismail juga tampil membacakan beberapa puisinya yang           bertemakan pentingnya buku dan pendidikan bagi generasi muda bangsa. (kiri)
        - Usai gempa bumi mengguncang Yogyakarta di tahun 2007, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut           bersumbangsih di bidang pendidikan dengan membangun sebuah kompleks Sekolah Terpadu di Jetis,           Yogyakarta. (kanan)

Komitmen Banyak Pihak

Dalam Anugerah Peduli Pendidikan itu, Kementerian Pendidikan Nasional juga memberikan penghargaan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang diwakilkan oleh Diah Widawati Ruyoto, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Bagi Diah Widawati Ruyoto, penghargaan ini semakin menguatkan komitmen Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia terutama pendidikan yang berbudaya humanis.

“Dalam bidang pendidikan, sejak awal berdirinya Tzu Chi hingga sekarang yang kita lakukan adalah memberikan beasiswa dari tingkat SD sampai pendidikan tinggi di Indonesia, itu yang pertama. Kedua adalah pembangunan gedung sekolah baik untuk lokasi yang terkena bencana maupun yang memang karena fasilitasnya memang kurang memadai,” terangnya. 

foto  foto

Ket : - Untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak Kali Angke yang bermukim bersama orang tua             mereka di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, pada tahun 2003 Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia             membangun Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi di kompleks yang sama. (kiri).
         - Tidak saja bantuan tanggap darurat yang Tzu Chi lakukan saat terjadi bencana, namun juga bantuan             pembangunan kembali sarana pendidikan, seperti gedung SDN Pengalengan, Kabupaten Bandung             yang rusak parah akibat gempa September 2009 silam. (kanan)

 

Saat ditanya bagaimana perasaannya, Diah mengatakan dirinya sangat bahagia mendapatkan penghargaan ini. “Makin menambah motivasi kami untuk lebih peduli lagi kepada dunia pendidikan. Apalagi di Tzu Chi, anak sedari dini sudah dididik untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik seperti melakukan cinta bumi, kemudian kebersihan melalui pembudayaan cuci tangan, dan mempunyai sifat cinta kasih yang tinggi kepada sesama,” pungkasnya.

Di akhir acara, dalam sebuah wawancara singkat, Mendiknas, Muhammad Nuh bersempatan berkata bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah salah satu organisasi keagamaan yang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan. “Di dalam agama ndak ada batasan siapa yang sakit, orang apa, agama apa, siapa yang kena musibah, atau siapapun. Tapi kalau dia memiliki kepedulian yang tinggi, disitulah hakikat keagamaan itu,” ujarnya.

  
 
 

Artikel Terkait

Gerak Cepat untuk Korban Gempa Padang

Gerak Cepat untuk Korban Gempa Padang

01 Oktober 2009
Dalam hitungan jam, Tim Tanggap Darurat Tzu Chi segera berkoordinasi untuk mempersiapkan bantuan yang akan diberikan kepada para korban gempa. Pagi ini, pukul 08.50, dipimpin oleh Ketua Tim Tanggap Darurat Tzu Chi, Adi Prasetio, sebanyak 13 relawan Tzu Chi yang terdiri dari tim medis dan relawan tanggap darurat berangkat menuju Padang menggunakan pesawat Hercules dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Mengajarkan Kemandirian Melalui Daily Life Skill

Mengajarkan Kemandirian Melalui Daily Life Skill

08 Maret 2019

TK Tzu Chi Indonesia mengadakan Minggu Budaya Humanis atau Ren Wen Week. Dengan tema Mencintai Gunung, Mencintai Air, Menghargai Sumber Daya Alam, kegiatan ini bertujuan mengajarkan murid-murid untuk mencintai Bumi dengan tidak membuang sampah sembarangan, ikut serta dalam pelestarian lingkungan, dan juga menjadikan sampah menjadi hal yang bermanfaat.

Kisah Sukses Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh di Medan

Kisah Sukses Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh di Medan

09 Desember 2021

Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh (Wholefood Vegan Diet) di Tzu Chi Medan terus bergulir, saat ini sudah memasuki putaran ketiga. Program ini diikuti oleh 96 peserta.

Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -