
Antusiasme warga yang akan mengikuti operasi katarak saat mendengarkan penjelasan dari Weni Yunita.
“Bila ada kekuatan cinta kasih dalam hati, kekuatan yang tak terbatas akan muncul. Bila ada ikrar kuat untuk bersumbangsih, tidak ada yang tak dapat dilakukan”
Kata Perenungan Master Cheng Yen
Bakti sosial katarak yang digelar di RS Rapha Theresia Jambi, 11-13 September 2026, merupakan kolaborasi semangat kepedulian bersama relawan dari pilar usaha Sinar Mas seperti APP, Sinar Mas Agribusiness and Food, Sinar Mas Mining, Sinar Mas Multifinance, Asuransi Sinar Mas, Bank Sinarmas dan XLSMART serta relawan Tzu Chi Jambi. Bakti sosial ini juga sebagai perwujudan salah satu tekad Tzu Chi Sinar Mas untuk membebaskan masyarakat sekitar dari katarak, hernia, dan bibir sumbing.
Para relawan beserta tim medis berhasil melayani 209 orang pasien. Mereka yang hadir pada baksos itu, berasal dari Kabupaten Sarolangun, Tebo, Bungo, Merangin, dan Tanjung Jabung Barat. Perjalanan yang ditempuh oleh para peserta juga bervariasi, berkisar 3- 6 jam. Pasien yang lolos mengikuti operasi ini berasal dari hasil screening yang dilakukan pada 6 September 2026.

Relawan Tzu Chi memberikan pendampingan kepada peserta yang akan menjalani proses pemeriksaan bola mata sebagai salah satu syarat sebelum menjalani operasi katarak.
Pembina Tzu Chi APP, Suhendra Wiriadinata, mengatakan kegiatan ini dapat terlaksana berkat kebersamaan para relawan dari berbagai pilar usaha. “Puji syukur hari ini relawan dari beberapa pilar usaha Sinar Mas berkolaborasi menghadirkan bakti sosial yang cukup besar dan sangat bermanfaat di Provinsi Jambi. Harapan kita dari bakti sosial ini, kami ingin kembalikan cahaya, wujudkan harapan,” ujarnya.
Menurut Suhendra, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti di Jambi. Pengalaman dan semangat kolaborasi yang terbangun dapat diteruskan di daerah lain agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Kami berharap bakti sosial seperti ini tidak berhenti di sini saja, akan di-copy, dilanjutkan di berbagai provinsi dengan bakti sosial lainnya yang akan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan baksos juga memberikan apresiasinya. Menurutnya, upaya membantu masyarakat membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita mengikuti kegiatan seremonial bakti sosial operasi katarak yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas. Tentu tidak ada alasan kami dari pemerintah untuk tidak mengatakan bersyukur, berterima kasih, mengapresiasi atas apa yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkap Abdullah Sani.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan. Sebab, memenuhi kebutuhan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak hingga ke tingkat paling bawah.
Sebelum dilakukannya tindakan operasi katarak yang akan dilakukan oleh tim medis, drg. FX Ganny menjelaskan proses operasi katarak kepada Suhendra Wiriadinata, Lucas Kurniawan, dan Susanto Yap.
Tim medis TIMA Indonesia memberikan pendampingan kepada salah satu peserta yang telah selesai menjalani operasi katarak.
Hal lain juga dirasakan oleh salah satu relawan dari Sinar Mas Agribusiness and Food, Lucas Kurniawan, yang berkesempatan melihat langsung proses pelayanan hingga ruang operasi. Ia mengaku kagum melihat keahlian dokter dan tim medis dalam menangani pasien. “Saya sangat kagum dengan keterampilan dokter dalam menangani tindakan-tindakan untuk penyembuhan katarak dalam menangani banyak pasien,” ungkapnya.
Setelah berbincang dengan sejumlah pasien yang telah menjalani operasi, Lucas melihat kebahagiaan mereka setelah mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Selain itu, baksos ini juga disambut syukur oleh salah satu peserta, Sustiti Samsidi, yang dan bersama sang anak, mereka tinggal di Jambi Selatan. Ia sebelumnya pernah menjalani operasi katarak pada mata sebelah kananya di RS dr. Bratanata. Kali ini, ia mengikuti baksos Tzu Chi untuk menjalani operasi katarak pada mata sebelah kirinya. “Wah senang sekali, senang banget. Engga bisa dibayangkanlah, kita dapat operasi mata lagi, memang doanya itu terus. Jarang ada yang seperti ini. Kerja keras untuk mengurusi orang tanpa pamrih, bekerjalah tanpa lelah untuk kemanusiaan nanti dibalas sama yang di Atas sana. Terima kasih banyak,” ucapnya dengan wajah yang tampak bahagia dan penuh syukur.
Relawan Tzu Chi, Hong Tjhin dan Suhendra Wiriadinata dengan penuh perhatian berinteraksi dengan salah satu pasien yang telah selesai menjalani operasi katarak.
Pasien lainnya, Rodiah, juga merasakan hal serupa. Ia menceritakan katarak yang deritanya sekitar dua bulan terakhir itu membuat penglihatannya menjadi putih seperti melihat asap. Bisa dioperasi pada baksos ini tanpa mengeluarkan biaya merupakan hal yang ia syukuri. “Senang alhamdulilah, orangnya ramah-ramah. Kepengene sehat bae gak pengen apa-apa. Pengen ngaji,” ujar Rodiah.
Bagi para pasien, operasi ini bukan sekadar tindakan medis. Ada harapan untuk kembali melihat wajah keluarga dengan jelas, beraktivitas lebih leluasa, dan menjalani hari-hari dengan lebih mandiri.
Sementara bagi para relawan, bakti sosial di Jambi ini menjadi pengingat bahwa ketika banyak tangan bergerak bersama, cahaya harapan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari