Pemeriksaan tensi yang wajib dilakukan para pasien sebelum memasuki ruangan pemeriksaan ataupun penindakan, relawan Tzu Chi Surabaya dengan sukaita menyambut hangat para warga yang datang.
Jalinan cinta kasih tidak hanya terbangun dalam satu langkah besar, melainkan dari kepedulian kecil yang dilakukan secara berkesinambungan. Hal inilah yang diwujudkan oleh Tzu Chi Surabaya bersama Kecamatan Kenjeran. Dimulai dari kegiatan bebenah kampung, dilanjutkan dengan pembagian paket Lebaran, hingga akhirnya terwujud dalam bakti sosial kesehatan, semua menjadi rangkaian indah jalinan cinta kasih kepada warga.
Sabtu pagi, relawan telah hadir sejak pukul 08.00 WIB untuk menata lokasi kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menyulap area kecamatan menjadi tempat yang nyaman dan tertata, siap menjadi ruang menggarap ladang berkah bersama. Tak hanya itu, sebanyak 35 relawan turut hadir khusus untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari penataan tempat hingga alur pelayanan, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan penuh kehangatan.
Pemeriksaan Kesehatan umum yang dilakukan beberapa dokter untuk memudahkan antrian pasien agar berjalan dengan lancar.
Senyum lebar para pasien saat menunggu antrian berikutnya, bukti cinta kasih Relawan Tzu Chi Surabaya disambut hangat oleh warga Kecamatan Kenjeran.
Keesokan harinya, Minggu, 12 April 2026, suasana semakin semarak. Sejak pukul 07.00 WIB, para relawan telah berkumpul dengan penuh sukacita untuk mengikuti gladi bersih sebelum menyambut warga yang akan datang. Kegiatan ini melibatkan 66 relawan tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, hingga apoteker. Mereka hadir dengan satu tujuan, memberikan pelayanan kesehatan dengan sepenuh hati. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Tzu Chi Surabaya berhasil menggalang hati relawan baru, mulai dari dokter, perawat, hingga mahasiswa STIKES, yang turut berkontribusi dalam pelayanan.
Secara keseluruhan, barisan relawan terdiri dari 18 dokter umum, 18 dokter gigi dan spesialis, 2 dokter muda, 19 mahasiswa, 2 apoteker serta 8 perawat. Kehadiran mereka menjadi kekuatan besar dalam melayani masyarakat Kenjeran yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Acara dibuka secara seremonial oleh Kasi Kesra Kecamatan Kenjeran, Febriana Puji Ariyanti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, “Alhamdulillah kita dapat bertemu kembali setelah sekian kalinya setelah bebenah kampung, paket Lebaran, sekarang kesehatan untuk warga Kecamatan Kenjeran. Saya mengucapkan terima kasih yang sangat untuk Yayasan Buddha Tzu Chi,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Surabaya hadir untuk memastikan Baksos Kesehatan Umum & Gigi Tzu Chi Surabaya berjalan dengan baik dan didampingi relawan di setiap posnya.
Bakti sosial kesehatan kali ini berhasil menjaring 253 pasien, dengan rincian 190 pasien kesehatan umum dan 63 pasien gigi. Setiap warga yang datang disambut dengan hangat oleh relawan di bagian pendaftaran. Mereka dikalungkan nomor dada agar alur antrean berjalan tertib. Sebelum pemeriksaan, warga menjalani pengecekan tensi dan screening awal, kemudian dilanjutkan dengan layanan kesehatan umum maupun perawatan gigi seperti pembersihan karang, pencabutan, hingga penambalan.
Senyum bahagia terpancar dari para warga yang merasakan langsung manfaat kegiatan ini. Salah satunya, Titik Haningsih, mengungkapkan rasa syukurnya, “Saya bersyukur karena dokternya ramah-ramah dan juga kegiatan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Kalau bisa diadakan kembali, jika ada lagi nanti saya juga periksa kembali,” ujarnya dengan senyum lebar.
Tim medis TIMA, memeriksa kesehatan gigi pasien dengan teliti dan penuh cinta kasih.
Tak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, setiap warga juga menerima obat secara gratis sesuai dengan kebutuhan medisnya. Para relawan apoteker dengan penuh cinta kasih telah menyiapkan dan menjelaskan penggunaan obat, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh para relawan, terutama dari tim medis yang baru bergabung. Dokter Cherish Romina Prajitno mengungkapkan rasa sukacitanya, “Saya senang sekali karena banyak dokter-dokter baru yang ikut menjadi relawan, saya berharap agar bisa membantu lebih banyak orang bersama-sama,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dari langkah awal bebenah kampung hingga bakti sosial kesehatan, semua terjalin dalam satu tujuan mulia: menghadirkan manfaat bagi sesama.
Dokter Cherish Romina Prajitno, tim TIMA Tzu Chi Surabaya saat memeriksa warga Kenjeran dengan penuh sukacita.
Di akhir kegiatan, kehangatan yang tercipta tidak hanya dirasakan oleh warga, tetapi juga oleh setiap relawan yang terlibat. Seperti yang selalu diajarkan oleh Master Cheng Yen, "Ketika kita menyalakan pelita untuk orang lain, jalan kita sendiri akan menjadi terang." Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat terus menyalakan cahaya harapan, menerangi kehidupan, dan mempererat jalinan cinta kasih di tengah masyarakat.
Editor: Metta Wulandari