Baksos NTT: Secercah Cahaya (Bag. 2)
Jurnalis : Metta Wulandari, Teddy Lianto, Fotografer : Metta Wulandari, Teddy Lianto|
|
| ||
Biasanya per bulan mereka mendapat bantuan biaya dari pemerintah. Kini mereka harus berbesar hati menerima keputusan baru untuk tidak menerima bantuan lagi karena pemerintah setempat menetapkan peraturan baru jika dalam satu keluarga memiliki sapi lebih dari 2 dan kendaraan bermotor maka mereka tidak boleh mendapatkan bantuan dari pemerintah lagi. Dengan tabah mereka menerima keputusan itu dan menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Ndada dan Rangi merasa dengan adanya bantuan beras dari Tzu Chi, seperti secercah harapan yang timbul untuk mereka. Cinta Kasih yang Menyapa
Keterangan :
Jagung memang menjadi makanan pengganti nasi di daerah ini. Jagung yang telah dipanen kemudian dikeringkan hingga nantinya akan dengan mudah dipipil (dipisahkan dari bonggolnya). Tidak cukup sampai di situ, jagung hasil pipilan (biji jagung) kemudian ditumbuk dengan batu yang menghasilkan tekstur kasar. Jagung masih harus di mol (digiling) hingga menjadi lebih halus dan kemudian baru bisa dimasak manjadi nasi jagung. Beras ini begitu banyak artinya bagi setiap keluarga yang mendapatkan. Bagi Ndada, beras cinta kasih ini merupakan beras yang tidak hanya akan bermanfaat karena membantu keluarganya dan warga lain yang sedang mengalami kesulitan pangan, namun juga akan memberikan pelajaran bagi setiap warga bahwa cinta kasih itu seperti halnya udara yang dapat dihirup oleh siapa saja tanpa perlu mengeluarkan biaya, bagai matahari yang sinarnya tidak akan memilih bagian mana yang akan mendapatkan kehangatannya. “Terima kasih telah membantu kami,” ucapnya singkat namun dapat memenuhi relung hati para relawan karena bantuan ini benar-benar berguna. Selesai. | |||
Artikel Terkait
Perayaan HUT TNI AL ke-79: Berbagi Berkah Kepada Masyarakat
18 September 2024Menyambut perayaan HUT TNI AL yang ke-79, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan 1.000 paket sembako, berupa beras, minyak goreng, gula, dan mi instan untuk diberikan kepada masyarakat kurang mampu.
Menginspirasi Semua Orang untuk Bersumbangsih dan Peduli Akan Bumi
19 Juli 2022Sebagai wujud turut serta dalam melakukan suatu tindakan nyata bagi Bumi, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 bersumbangsih dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Menjadi Bijak dan Lebih Waspada
18 Juli 2024Sebagai upaya untuk mengedukasi penerima bantuan Tzu Chi terkait berbagai kejahatan yang terjadi di dunia maya, kegiatan Gathering Gan En Hu (penerima bantuan) diadakan pada Minggu, 7 Juli 2024, mengangkat tema “Kiat-kiat Menghindari Kejahatan Dunia Maya.








Sitemap