Banjir Sumatera: Baksos Kesehatan dan Perhatian untuk Warga di Aceh Tamiang

Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi), Fotografer : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Relawan Tzu Chi mendampingi warga terdampak bencana saat diperiksa kesehatannya oleh tim dokter TIMA di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera terutama Provinsi Aceh, berdampak pada kerusakan Infrastruktur yang parah. Infrastruktur publik seperti jalan raya, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, dan perkantoran mengalami kerusakan yang sangat parah akibat terjangan air yang deras dan juga beberapa titik wilayah mengalami tanah longsor.

Puluhan ribu orang harus kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan bahkan ada yang harus kehilangan anggota keluarga tercinta akibat bencana yang terjadi. Ada sebagian warga yang sudah kembali ke rumahnya pascabencana, akan tetapi masih banyak warga yang masih bertahan di tenda pengungsian akibat rumah yang rusak parah ataupun rumah yang hanyut terbawa derasnya air.

Banjir yang merendam pemukiman warga tidak hanya menyebabkan kerusakan harta benda, tetapi juga meningkatkan resiko berbagai penyakit. Air yang kotor, sanitasi yang terganggu, serta keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan membuat banyak warga mengalami keluhan kesehatan.

Banjir bandang yang melanda Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan rumah warga serta insfrastruktur public banyak yang hancur terseret derasnya banjir.

Warga berkonsultasi dengan keluhan penyakit yang mereka rasakan kepad tim dokter TIMA. Keluhan penyakit seperti batuk, pilek, dan kulit banyak diderita warga pasca bencana banjir melanda.

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Tanjung Balai, bersama TIMA Medan yang berjumlah 11 orang bergerak cepat untuk memberikan layanan kesehatan langsung di lokasi-lokasi terdampak bencana banjir pada Minggu, 28 Desember 2025 di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Evi, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa di lokasi baksos dilakukan sangat jauh dari kota, sehingga akses kesehatan untuk warga kurang terjangkau pihak manapun. “Kita melakukan baksos kesehatan di Kelurahan Rantau Pauh ini sebelumnya berkoordinasi dengan relawan setempat dan mereka melakukan survey, dan ternyata di kelurahan ini cukup jauh dari kota, sehingga sangat kurang terjangkau oleh pihak manapun di dusun Bukit Suling ini. Maka dari itu, kita akhirnya memutuskan untuk melakukan baksos kesehatan di daerah ini,” tutur Evi.

Perjalanan yang panjang tak menyurutkan semangat para relawan Tzu Chi dan TIMA memberikan pelayanan Kesehatan kepada 185 warga di sekitar Dusun Bukit Suling. Bahkan, relawan Tanjung Balai sudah berangkat dari rumah jam 1 pagi dini hari tidak untuk. Dalam baksos tersebut, warga memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta obat – obatan gratis. Beberapa keluhan penyakit seperti penyakit kulit, batuk, pilek, hipertensi, dan maag banyak dirasakan warga, serta rasa trauma yang belum hilang akibat bencana yang terjadi.

Nenek Ponira, salah satu warga yang terdampak banjir, berkonsultasi dengan dengan tim dokter TIMA. Ia mengeluhkan gatal-gatal di seluruh badannya.

Dr. Juskitar, tim dokter TIMA, menjelaskan bahwa penyakit-penyakit seperti batuk, pilek, dan kulit kerap dirasakan warga pascabencana melanda. “Jadi ini banyak penyakit yang berhubungan dengan hal tersebut terutama sakit kulit, sakit batuk, pilek karena pengaruh cuaca, kemudian sakit maag juga banyak karena makan tidak teratur, dan yang paling penting sebenarnya penyakit – penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes tidak mendapatkan obat karena pelayanan kesehatan di sekitar juga berdampak,” jelas dr. Justikar.

Nenek Ponira (68), salah satu warga terdampak, dengan berderai air mata menceritakan kondisi keluarganya saat banjir bandang menerjang. Ia bersama anak perempuan dan cucu perempuannya hanya bisa pasrah melihat rumahnya hancur dan tidak menyisakan satu harta benda pun.

“Rumah nenek peninggalan almarhum suami hancur semuanya. Bahkan harta benda tidak tersisa. Nenek terjebak di rumah tetangga karena air yang semakin tinggi, akhirnya nenek bersama keluarga di jemput perahu dan kami melarikan diri ke hutan selama dua hari. Disana kami tidak makan dan tidak minum sama sekali. Tapi nenek sangat bersyukur masih hidup, dan hari ini saya lebih bersyukur ada pengobatan ini. Ini badan saya gatal semua, saya senang sekali bisa berjodoh dengan Tzu Chi hari ini,” cerita Nenek Ponira.

Selain memeriksa kesehatan fisik, relawan Tzu Chi juga memberikan perhatian untuk warga yang masih merasa trauma karena bencana yang melanda mereka.

Kehadiran relawan Tzu Chi disambut hangat oleh warga, banyak warga yang merasa terbantu karena sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan pascabencana. Banyak ditemui warga Lansia dan anak–anak yang mendapat layanan kesehatan pada baksos ini. Relawan Tzu Chi bersumbangsih dengan penuh empati dan memastikan semua warga mendapat pelayanan yang baik. Melalui kegiatan ini, relawan bukan hanya memberikan pengobatan secara fisik, akan tetapi juga melalui pendampingan dan perhatian dengan menenangkan batin warga yang masih dalam suasana haru.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Hari Keempat Pascabanjir, Tzu Chi Medan terus Hadir: Bersihkan Masjid, Bersihkan Sekolah, dan Salurkan Makanan

Hari Keempat Pascabanjir, Tzu Chi Medan terus Hadir: Bersihkan Masjid, Bersihkan Sekolah, dan Salurkan Makanan

03 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Medan kembali turun tangan membersihkan fasilitas umum mulai dari masjid, gedung sekolah dengan semangat gotong royong.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Tahap Pertama untuk Lima Jorong di Kabupaten Agam

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Tahap Pertama untuk Lima Jorong di Kabupaten Agam

09 Desember 2025

Dengan menempuh waktu perjalanan 23 jam, relawan Tzu Chi Padang mengirimkan paket bantuan untuk Dusun yang minim mendapatkan bantuan akibat terputusnya sarana komunikasi.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Darurat untuk Banjir Medan Terus Disalurkan

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Darurat untuk Banjir Medan Terus Disalurkan

01 Desember 2025

Di tengah gelap dan kondisi sulit, relawan Tzu Chi Medan menembus banjir hingga ke lokasi pengungsian untuk menyalurkan ratusan porsi makanan bagi warga terdampak banjir.

Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -