Banjir Sumatera: Dari Lingkungan Perusahaan, dan Anak-Anak Bersatu untuk Aceh dan Sumatera

Jurnalis : Fithria Calliandra (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Dharmawanita 3 in 1 Xie Li Indragiri Hilir
Karmiati karyawati pembrodol buah sawit di Divisi 1 Unit Bumi Palma Estate menyerahkan donasi kepada relawan Tzu Chi dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Aksi ini berlangsung di lingkungan PT Bumipalma Lestaripersada, Indragiri Hilir, Riau.

Semua orang di dunia adalah saudara harus saling mencintai saat masa tentram dan saling membantu saat bencana datang.

-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu menyisakan duka mendalam. Ratusan ribu jiwa terdampak, sebagian masih bertahan di pengungsian dengan keterbatasan. Di tengah kondisi itu, uluran tangan dari berbagai penjuru terus mengalir sebagai harapan bagi mereka yang terdampak.

Kepedulian tersebut juga datang dari relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari komunitas Xie Li Indragiri Hilir. Pada 10 Desember 2025, mereka menggelar aksi penggalangan dana sebagai wujud solidaritas untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sejak pagi hari, para relawan telah bersiap, membawa niat tulus untuk berbagi dan menguatkan.

“Tentu saja sebagai relawan Tzu Chi, hati saya tergerak untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka. Tetap semangat dan kuat,” tutur Daddo Damanik.

Relawan Tzu Chi melakukan penggalangan dana di depan gudang Unit Bumi Palma Mill, dengan partisipasi aktif para karyawan pabrik yang menyisihkan donasi untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara.

Seorang sopir truk menghentikan kendaraannya untuk ikut berdonasi saat melintas di area pabrik dalam kegiatan penggalangan dana bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Sejak pukul 06.00 WIB, relawan menyambangi lingkaran pagi di berbagai unit kerja PT Bumipalma Lestaripersada. Lingkaran pagi merupakan rutinitas sebelum aktivitas dimulai di lingkungan perkebunan sawit. Satu per satu unit didatangi, mulai dari Bumi Palma Estate, Bumi Lestari Estate, hingga Bumi Palma Mill, dengan sasaran sekitar 1.200 karyawan dan karyawati.

Dengan bahasa yang sederhana, relawan menjelaskan kondisi saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Respons pun datang tanpa jeda. Kotak donasi yang dibawa relawan perlahan terisi, disertai doa dan harapan dari para karyawan.

Karmiati, pembrondol buah sawit di Divisi 1 Unit Bumi Palma Estate, tak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya. “Semoga bantuan kami ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana alam. Semoga berkah,” ucapnya lirih, seraya memasukkan donasi ke dalam kotak.

Murid-murid SD Eka Tjipta Pisifera menunjukkan antusiasme saat berdonasi dalam penggalangan dana bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Tak hanya di area kerja, kepedulian juga tumbuh di lingkungan pendidikan. Relawan bergerak ke workshop, kantor besar, klinik, perumahan dinas, hingga sekolah-sekolah di lingkungan perusahaan. Guru dan murid TK Tenera, SD Eka Tjipta Pisifera, serta SMP Eka Tjipta BPLP turut berdonasi dalam aksi kemanusiaan ini.

Pemandangan mengharukan terlihat saat anak-anak berbaris rapi, menggenggam uang donasi yang telah mereka siapkan. Bahkan, beberapa murid TK rela menyisihkan uang jajan mereka, lebih dari jumlah yang biasa dibelanjakan sehari-hari.

Ellya Desrianti, Kepala Sekolah TK Tenera, menyampaikan apresiasinya kepada para relawan. “Penggalangan dana ini sangat baik untuk menumbuhkan rasa peduli anak terhadap sesama sejak usia dini. Anak-anak belajar bahwa berbagi itu penting,” ujarnya.

Sebelum relawan datang, para guru terlebih dahulu mengajak murid-murid menyaksikan tayangan singkat tentang bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera. Tayangan tersebut menjadi jembatan empati, membantu anak-anak memahami makna kepedulian. “Semoga bantuan kecil dari kami ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana alam,” harap Ellya.

Relawan Tzu Chi menyambangi rumah-rumah dinas karyawan Unit Bumi Palma Mill untuk melakukan penggalangan dana bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bagi Ida Dermawati, relawan yang sejak pagi terlibat dalam kegiatan ini, rasa lelah terbayar lunas oleh antusiasme para peserta. Ia mengaku terharu melihat begitu banyak tangan yang berdonasi dengan tulus.

“Inilah yang disebut satu hati, satu aksi. Kepedulian untuk Aceh dan Sumatera. Semoga saudara-saudara kita di sana tidak merasa sendirian. Perhatian kecil ini semoga bisa menjadi penguat dan penyemangat untuk bangkit,” ujar Ida.

Aksi penggalangan dana hari itu menjadi bukti bahwa kepedulian dapat tumbuh di mana saja. Di perkebunan, sekolah, dan hati setiap insan. Karena pada hakikatnya, seperti pesan Perenungan Master Cheng Yen, semua manusia adalah saudara: saling mencintai saat masa tenteram dan saling menguatkan ketika bencana datang.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Semangat Relawan Tzu Chi Tak Pernah Surut

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Semangat Relawan Tzu Chi Tak Pernah Surut

10 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Komunitas Petisah menyalurkan 625 paket bantuan kepada warga korban banjir. Di tengah hujan dan kondisi yang sulit, relawan dibantu warga terus menyalurkan bantuan.

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Pascabanjir di Kecamatan Medan Polonia

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Pascabanjir di Kecamatan Medan Polonia

19 Desember 2025

Tzu Chi Medan mengadakan layanan pengobatan bagi warga di Kecamatan Medan Polonia yang terdampak banjir. Sebanyak 185 pasien bersyukur atas perhatian relawan dan tim medis Tzu Chi.

Langkah Nyata Memulihkan Kehidupan Pascabencana

Langkah Nyata Memulihkan Kehidupan Pascabencana

09 Desember 2025
Bencana banjir membuat beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat porak poranda. Di tengah situasi genting itu, para relawan Tzu Chi bergerak ke lokasi terdampak memberikan bantuan darurat.
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -