Banjir Sumatera: Relawan Tzu Chi Bantu Pemulihan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang

Jurnalis : Liani, Yenny Loekito (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamin (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi dengan penuh sukacita membersihkan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yang terendam pascabencana banjir.

Dampak banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi mereka yang terdmpak. Namun, di tengah hamparan lumpur yang mengering, sebuah gerakan kemanusiaan lahir untuk mengembalikan senyum anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa kembali mengenyam pendidikan.

​Pada Minggu, 11 Januari 2026, sebanyak 40 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi yang datang dari Medan, Binjai, Tanjung Pura, hingga Banda Aceh, berkumpul di SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, membawa misi untuk membersihkan gedung sekolah dan sisa-sisa bencana banjir agar sekolah ini kembali layak menjadi tempat belajar.

Dengan penuh semangat, relawan kembang Tzu Chi membersihan ruangan sekolah yang penuh lumpur akibat banjir yang melanda.

​Kondisi Gedung SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yang terletak di Jalan Kota Lintang Rantau ini sangat memprihatinkan. Sebanyak 77 ruangan terendam lumpur tebal dengan ketinggian 20-30 cm yang sebagian telah mengeras. Akses menuju lokasi pun tidak mudah karena lapangan dan jalanan masih tergenang air setinggi betis dan dipenuhi lumpur.

​Dengan menggunakan alat berupa cangkul, sekop, mesin air jetpump, dan satu unit mobil tangki air, para relawan bahu-membahu bersama 49 guru dan 21 orang tua murid membersihkan ruangan demi ruangan sekolah. Untuk membersihkan ruangan ereka harus mengangkat meja dan kursi yang berserakan, serta mengikis lumpur yang mulai membatu.

Istri Gubernur Aceh, Marlina Usman, memberikan dukungan dan apresiasi kepada relawan Tzu Chi yang bersumbangsih untuk membersihkan SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yang terendam lumpur pascabencana banjir.

​Dukungan dan apresiasi datang dari istri Gubernur Aceh, Marlina Usman, yang meninjau langsung kegiatan memberishkan SLB Negeri Pembina dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. Dalam kunjungannya, Marlina Usman menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang mendalam terhadap solidaritas para relawan Tzu Chi Indonesia.

​"Saya sangat terharu melihat kesungguhan hati relawan Tzu Chi yang turun tangan tanpa memandang suku, bangsa, dan ras. Terima kasih telah membantu secara material maupun non materi," ungkap Marlina Usman.

Pendidikan yang Tak Pernah Berhenti
​Selama masa pembersihan, semangat belajar di SLB Negeri Pembina tidak pernah padam. Muttaqin, selaku Plt Kepala Sekolah, menjelaskan bahwa sekolah tidak diliburkan. "Apabila ada anak yang hadir, kami mengadakan pembelajaran di taman sekolah. Kami sangat bersyukur dengan bantuan relawan Tzu Chi dalam pembersihan ini. Harapan kami hanya satu, yaitu agar murid-murid kami dapat bersekolah kembali dengan layak," ujarnya.

​Sekolah ini berisikan 300 siswa dengan berbagai jenis disabilitas mulai dari tunarungu, tunagrahita, tunanetra, down syndrome, hingga autis dari jenjang TK sampai SMA. Bagi mereka sekolah bukan sekadar gedung, melainkan rumah kedua untuk berkembang.

Li Che, relawan Tzu Chi, ingin terjun langsung untuk meringankan penderitaan warga yang terdampak. Rasa lelah tak menyurutkan semangatnya untuk membersihkan sekolah yang terendam lumpur.

Lumpur yang telah dibersihkan akan diangkut dengan mobil pengeruk dan dibuang ketempat pembuangan.

​Dengan semangat belajar dari para siswa SLB Negeri Pembina, membuat rasa lelah seolah sirna berganti sukacita bagi para relawan. Li Che, relawan Tzu Chi asal Medan, mengaku langsung tergerak saat diajak untuk bersumbangsih membersihkan sekolah.

​"Saya ingin menolong dengan kedua tangan dan kaki saya sendiri untuk meringankan penderitaan mereka. Walaupun badan kotor dan capek, ada sukacita luar biasa bisa membantu mereka yang sedang susah," kata Li Che dengan mata berbinar.

​Sumitro Cokro, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan, menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari bencana ini. Selain aksi pembersihan, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

​"Sangat penting untuk menjaga lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, dan lakukanlah daur ulang. Bila kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita juga," tegasnya.

Sumitro dan relawan Tzu Chi lainnya, menyerahkan paket sembako kepada guru dan orang tua murid dengan didamping Plt Kepala Sekolah, Mutaqqin.

Di akhir kegiatan relawan memberikan paket sembako yang berisi 1 karung beras 5 kg dan 1 kotak mie instan kepada guru dan orang tua. Aksi di Aceh Tamiang hari ini adalah bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Lumpur mungkin bisa merendam gedung sekolah, tapi tidak akan pernah bisa memadamkan semangat kebersamaan untuk masa depan anak-anak bangsa.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Jejak Kebaikan di Kwala Bekala

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Jejak Kebaikan di Kwala Bekala

11 Desember 2025

Di tengah sisa lumpur pasca banjir yang melanda sepekan sebelumnya, kehadiran relawan Tzu Chi di Kwala Bekala menjadi penyejuk hati bagi warga. Relawan membawa 1.000 paket bantuan dan semangat untuk warga terdampak banjir.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Kembali Hadir Membantu Korban Bencana di Kabupaten Bireuen

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Kembali Hadir Membantu Korban Bencana di Kabupaten Bireuen

15 Desember 2025

Penyaluran kembali bantuan untuk bencana banjir Sumatera ke 10 Titik di Kabupaten Bireuen, Pada Tanggal 09 Desember 2025 oleh komunitas Tzu Chi Banda Aceh dan Bireuen.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Baksos Carnation Salurkan Donasi Melalui Tzu Chi

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Baksos Carnation Salurkan Donasi Melalui Tzu Chi

01 Desember 2025

Dengan rasa peduli, Baksos Carnation menyerahkan donasi melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana di Sumatera. 

Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -