Banjir Sumatera: Ratusan Warga Ikuti Baksos Kesehatan di Kuala Simpang

Jurnalis : Julin (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamin, Leo Rianto (Tzu Chi Medan)

Tim medis TIMA dengan penuh kehangatan, melayani pasien untuk memeriksakan kesehatanya pada baksos kesehatan di Kuala Simpang.

Pada Minggu, 25 Januari 2025, relawan Tzu Chi Indonesia dan relawan TIMA (Tzu Chi International Medical Association) Indonesia, kembali menyalurkan cinta kasih melalui bakti sosial kesehatan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Di tengah proses pemulihan pascabencana banjir, kepedulian terus mengalir tanpa henti menjadi penguat bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan.

Sebanyak 36 relawan Tzu Chi Medan dan 30 relawan TIMA dikerahkan ke dua titik layanan, yakni SD Negeri Kampung Dalam dan SD Negeri 1 Bukit Tempurung. Kehadiran mereka ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan, perhatian, serta pendampingan bagi warga di sejumlah wilayah terdampak banjir.

Bagi Elvi, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan bakti sosial ini terasa begitu personal. Ia berasal dari kampung halaman yang sama dan merasa terpanggil untuk turun langsung membantu. “Melihat raut bahagia di mata mereka adalah kebahagiaan tersendiri yang sulit dilukiskan dengan kata-kata,” ungkap Elvi.

Elvi, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan, merasa bahagia karena melihat senyum ramah dan tawa pasien setelah diperiksa kesehatannya.

Dengan penuh cinta kasih, relawan Tzu Chi mendampingi pasien Nida, beserta anaknya saat mengikuti baksos kesehatan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan waktu dan tenaga, kondisi lingkungan yang masih berdebu, serta sisa-sisa dampak bencana, semangat relawan tak sedikit pun surut. Di lokasi SDN Kampung Dalam, tercatat 111 warga menerima layanan kesehatan, sementara di SDN 1 Bukit Tempurung jumlah penerima manfaat mencapai 295 orang. Pemeriksaan dan pengobatan gratis ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat.

Sebagai koordinator tim medis TIMA di SDN Kampung Dalam, Leonardo Sirait, S.Kep., Ners, berharap bakti sosial kesehatan ini dapat membantu mengurangi trauma anak-anak akibat banjir bandang, serta menangani penyakit ISPA yang muncul pascabencana. “Dengan pengobatan gratis ini, setidaknya beban masyarakat bisa sedikit diringankan. Semoga banjir tidak terjadi lagi, anak-anak pulih dari trauma, dan penyakit akibat bencana dapat sembuh,” ujarnya.

Sementara itu, drg. Mellisa, koordinator tim medis TIMA di SDN 1 Bukit Tempurung, mengungkapkan rasa syukurnya atas kekompakan dan ketulusan seluruh relawan. Meski jumlah tenaga medis terbatas, 295 pasien dapat terlayani dengan baik. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para dokter gigi untuk memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada warga yang tengah menunggu antrean. “Semoga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan dan menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri serta lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit,” tuturnya.

Koordinator tim medis TIMA di SDN Kampung Dalam, Leonardo Sirait, S.Kep., Ners, berharap bakti sosial kesehatan ini dapat membantu mengurangi trauma anak-anak akibat banjir bandang, serta menangani penyakit ISPA yang muncul pascabencana.

Dr. Suvi Novida MKes., tim medis yang bertugas dalam baksos kesehatan, memeriksa kesehatan anak-anak pascabencana banjir yang melanda Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Ungkapan syukur atas perhatian yang diberikan relawan Tzu Chi dan TIMA juga datang dari para penerima manfaat, salah satunya adalah Hannah, warga Bukit Tempurung. “Kami bersyukur atas perhatian para relawan Tzu Chi. Semoga dunia senantiasa dipenuhi cinta kasih,” ungkap Hannah.

Hal serupa dirasakan Nida, warga yang menderita hipertensi dan membawa anaknya yang mengalami diare untuk berobat. “Alhamdulillah, hari ini kami bisa berobat dekat dari rumah. Biasanya jaraknya jauh, apalagi kondisi jembatan masih rusak,” ujarnya dengan lega.

Sementara itu, Zaenab, warga Kampung Lando sekaligus ibu dari M. Rifky Gibran Syah, mengaku terkesan dengan pelayanan tim medis TIMA. “Pelayanannya luar biasa sabar, ramah, dan penuh perhatian. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Kami merasa sangat diperhatikan dan bahagia,” ucapnya haru.

Zaenab beserta anak-anaknya merasa bersyukur dengan pelayanannya kesehatan sabar, ramah, dan penuh perhatian dari Tzu Chi Indonesia.

Di sela pelayanan kesehatan, relawan Elsa dan Nicholas Leonardi turut mengisi kegiatan dengan penyuluhan pelestarian lingkungan serta pengenalan nilai-nilai dan misi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada masyarakat.

Usai menerima layanan kesehatan, para pasien juga memperoleh bingkisan kasih dari para relawan. Senyum ceria menghiasi wajah mereka saat pulang, membawa hati yang penuh sukacita. Bakti Sosial Kesehatan ini bukan hanya meringankan beban warga terdampak banjir, tetapi juga menumbuhkan harapan dan semangat untuk bangkit kembali.

Cinta kasih terus berlanjut, melampaui batas ruang dan waktu menciptakan lingkaran kebaikan yang tak berujung.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Pascabanjir di Kecamatan Medan Polonia

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Pascabanjir di Kecamatan Medan Polonia

19 Desember 2025

Tzu Chi Medan mengadakan layanan pengobatan bagi warga di Kecamatan Medan Polonia yang terdampak banjir. Sebanyak 185 pasien bersyukur atas perhatian relawan dan tim medis Tzu Chi.

Banjir Sumatera: Salurkan Bantuan Menembus Hamparan Puing dan Debu yang Menyesakkan

Banjir Sumatera: Salurkan Bantuan Menembus Hamparan Puing dan Debu yang Menyesakkan

29 Januari 2026

Relawan Tzu Chi bersama Meratus Foundation menyalurkan bantuan logistik dan set panel surya ke wilayah terisolasi Aceh Tamiang untuk membantu warga bangkit pascabanjir bandang.

Banjir Sumatera: Ratusan Warga Ikuti Baksos Kesehatan di Kuala Simpang

Banjir Sumatera: Ratusan Warga Ikuti Baksos Kesehatan di Kuala Simpang

28 Januari 2026

Relawan Tzu Chi Medan dan TIMA mengadakan baksos kesehatan untuk warga di Kuala Simpang. Sebanyak 406 warga dari dua desa berhasil diperiksa kesehatannya oleh tim medis TIMA.

Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -